MANADOPOST.ID- Perkembangan dunia digital yang kian pesat, tidak hanya menghadirkan sebuah tantangan bagi generasi muda.
Tetapi ada segudang peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai hal. Termasuk membangun jaringan bisnis melalui platform sosial media.
Peluang inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Prince Rafa. Seorang anak muda asal Desa Kayumoyondi, Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang kini mencoba profesi baru sebagai pengusaha dan juga mengembangkan talentanya sebagi content creator.
Baca Juga: RHK GMIM Sabtu 15 Juni 2024, Kisah Para Rasul 5:11 Ketakutan Mendengar dan Melihat Murka Tuhan Allah
Meskipun terlahir dari keluarga yang berkecukupan, Rafa tetap ingin berjuang mewujudkan setiap mimpinya meskipun diusianya yang masih muda.
"Saya lahir dari orang tua pebisnis, yang juga memiliki usaha sendiri. Dari kecil saya sudah terbiasa mempelajari dunia usaha seperti apa. Itu jadi modal terbesar untuk saya sampai berani terjun ke dunia yang sama saat ini" sebut lelaki kelahiran 13 Juni 2004
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini tak menampik, peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam perjalanan karirnya. Baik sebagai pengusaha maupun content creator. "Privilage pasti ada. Saya pun saat memulai usaha dapat support dari orang tua. Tidak hanya financial tetapi juga support moral,"akunya.
Baca Juga: RHK GMIM Jumat 14 Juni 2024, Kisah Para Rasul 5:9-10 Jangan Mencobai Roh Tuhan
Kepada Manado Post, Rafa bercerita sejak kecil sampai dengan SD, dirinya menghabiskan waktu di Kabupaten Boltim. Lalu pindah ke Manado saat masuk bangku sekolah SMP dan SMA.
"Saya SD di Boltim. SMP dan SMA baru di Manado," sebut Alumni SMA Eben Haezar Manado tersebut.
Diketahui, saat ini dirinya tercatat sebagai Mahasiswa aktif di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado.
Ia duduk di bangku semester enam. Bagi Rafa pendidikan adalah hal penting meskipun saat ini dirinya sudah bisa menghasilkan uang sendiri.
"Meski sibuk buat konten atau jalankan usaha, bagi saya pendidikan tetap penting. Jadi saya mengatur waktu sebaik mungkin untuk menyeimbangkan keduanya,"tekannya.
Baca Juga: RHK GMIM Kamis 13 Juni 2024, Kisah Para Rasul 5:7-8 Ujian Buat Safira
Rafa sendiri adalah anak muda yang dikenal orang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia senang berbagi terhadap sesama.
Mulai dari tukang ojek, tukang sapu jalanan, para pedagang kecil. Bahkan ia juga turut memberikan donasi bagi korban Erupsi Gunung Ruang. Ilmu berbagi itu diakui Rafa dipelajari dari keluarganya.
"Saya senang berbagi. Karena saya percaya apa yang saya dapatkan adalah anugerah Tuhan yang sebagian juga adalah milik orang lain," yakinnya.
Baca Juga: Serahkan SK PNS dan Lantik PPPK, Ini Kata Wagub Steven Kandouw dan Bupati Kumendong
Di akhir perbincangan ia pun menitipkan pesan kepada anak-anak muda khususnya yang ada di Sulut untuk jangan takut mencoba hal baru.
Karena dunia sekarang semakin berkembang, tantangan akan selalu ada, hal baru akan terus berdatangan.
"Semua peluang harus dimanfaatkan. Tujuannya bukan hanya untuk menghasilkan uang, tetapi untuk memberikan manfaat untuk orang lain," kuncinya.
(Ayu)
Editor : Ayurahmi Rais