MANADOPOST.ID - Pertamina sedang berupaya memperkuat transparansi publik dan melawan disinformasi seputar operasi dan harga bahan bakar.
Dengan aplikasi ini, masyarakat nantinya bisa memverifikasi informasi resmi terkait BBM, stok, dan layanan Pertamina secara langsung melalui ponsel.
Tujuannya untuk meminimalkan persepsi keliru dan hoaks yang sering muncul tentang kebijakan harga dan distribusi di lapangan.
Aplikasi tersebut juga akan menampilkan data real-time: lokasi SPBU dengan stok tersedia, harga per jenis bahan bakar, dan jadwal distribusi.
Fitur lain yang direncanakan adalah “lapor” — pengguna bisa menangkap foto atau video kondisi SPBU jika terjadi kelangkaan atau antrian panjang, dan mengirim laporan langsung ke Pertamina.
Lewat aplikasi, Pertamina juga bisa menyebarkan pengumuman resmi lebih cepat, tanpa bergantung pada pihak ketiga atau media sosial.
Langkah ini dianggap penting karena isu BBM sering memicu kekhawatiran publik, terutama di daerah terpencil.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa keamanan data dan verifikasi laporan akan menjadi prioritas dalam pengembangan aplikasi.
Selain itu, aplikasi tersebut dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat luas, termasuk yang kurang familiar dengan teknologi.
Integrasi aplikasi dengan sistem internal Pertamina juga dibutuhkan agar data yang ditampilkan valid dan terkini.
Peluncuran aplikasi kemungkinan akan dilakukan dalam beberapa tahap, dimulai di kota besar terlebih dahulu.
Setelah tahap awal, aplikasi akan diperluas cakupan fungsinya agar makin mendekati sistem one-stop transparency Pertamina.
Jika berjalan baik, aplikasi ini bisa menjadi alat efektif dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Pertamina.
Kebijakan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan energi kini makin menyadari pentingnya komunikasi langsung dengan konsumen.
Tantangan utama adalah menjaga agar data tidak disalahgunakan dan memastikan laporan dari publik tidak memicu kepanikan publik sekadar hoaks.
Namun jika berhasil, aplikasi transparansi Pertamina bisa menjadi model baru bagi perusahaan BUMN atau instansi publik lainnya.
Masyarakat nantinya diharapkan tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga mitra kontrol publik dalam sektor energi.
(ra)
Editor : Jasinta Bolang