MANADOPOST.ID— Jelang pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026, jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) bersama manajemen Pertamina Patra Niaga melakukan peninjauan langsung kesiapan operasional di Integrated Terminal Bitung. Kegiatan Management Walkthrough (MWT) ini menegaskan komitmen Pertamina menjaga keandalan pasokan energi di wilayah Sulawesi, khususnya selama periode kebutuhan energi meningkat.
Kegiatan MWT yang dilaksanakan Kamis (12/2) tersebut dihadiri Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) M. Erry Sugiharto, Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Patra Niaga Putut Andriatno, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar, serta jajaran manajemen.
Sebagai salah satu terminal strategis di wilayah Sulawesi, IT Bitung memegang peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan BBM dan LPG. Dalam kunjungan tersebut, Direksi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur, keandalan sistem distribusi, efektivitas kontrol HSSE, penguatan mitigasi risiko, serta kesinambungan rantai pasok energi.
Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, menegaskan bahwa keandalan operasional harus berjalan seiring dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin.
“Terminal BBM merupakan objek vital yang menopang akses energi masyarakat. Karena itu, setiap potensi risiko harus diidentifikasi, dimitigasi, dan dikendalikan secara sistematis. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, dengan kontrol yang kuat dan berlapis,” ujar Ahmad Siddik.
Dalam kunjungan tersebut, Direksi juga berdialog langsung dengan para pekerja untuk memastikan budaya keselamatan dan kepatuhan terhadap prosedur dijalankan secara konsisten di lapangan.
EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyampaikan bahwa IT Bitung memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi di Sulawesi Utara dan wilayah sekitarnya.
“Kami memastikan seluruh infrastruktur, sistem distribusi, serta SDM berada dalam kondisi optimal. Kesiapan ini bukan hanya untuk Satgas RAFI, tetapi untuk menjamin keberlanjutan layanan energi kepada masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Deny.
Selain aspek operasional, MWT ini juga menjadi momentum penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta peningkatan efektivitas koordinasi antar fungsi guna memastikan distribusi energi berjalan aman, andal, dan konsisten.
Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum M, menambahkan bahwa kehadiran Direksi di lapangan mencerminkan pengawasan aktif dan kepemimpinan langsung manajemen terhadap operasional perusahaan.
“Kunjungan ini menunjukkan komitmen manajemen dalam memastikan standar keselamatan, kualitas layanan, serta keandalan pasokan benar-benar terimplementasi di lapangan. Pertamina terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui operasi yang profesional dan akuntabel,” tutup Rum.
Editor : Ayurahmi Rais