Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Indosat Buktikan Ketangguhan Jaringan Saat Mudik Lebaran 2026, Trafik Data Naik 20 Persen

Ayurahmi Rais • Kamis, 26 Maret 2026 | 10:28 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID — Momentum mudik Lebaran kembali menjadi ajang pembuktian bagi operator telekomunikasi. PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatat lonjakan trafik data lebih dari 20 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan konektivitas digital selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

 

Lonjakan ini bahkan selaras dengan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memperkirakan trafik telekomunikasi nasional meningkat hingga 40 persen selama periode tersebut.

 

Kenaikan trafik tertinggi tercatat pada jalur mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah yang melampaui 37 persen, disusul Jawa Barat lebih dari 22 persen. Meski terjadi lonjakan signifikan, Indosat mengklaim jaringan tetap stabil dengan penurunan downtime hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Director and Chief Technology Officer Indosat, Desmond Cheung, mengatakan periode mudik merupakan ujian nyata bagi performa jaringan. “Kami bersyukur atas kepercayaan pelanggan yang tetap mengandalkan jaringan Indosat di momen penting ini. Ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga kualitas layanan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

 

Sepanjang musim mudik, aktivitas digital pelanggan didominasi penggunaan aplikasi pesan instan, media sosial, dan video streaming. Platform seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok menjadi penyumbang trafik tertinggi.

 

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Indosat mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini memungkinkan pemantauan trafik secara real-time, memprediksi kepadatan, hingga melakukan penyesuaian kapasitas jaringan secara otomatis bahkan sebelum terjadi gangguan.

Optimalisasi dilakukan di 77 jalur mudik yang mencakup 36 ruas tol, 31 jalur non-tol, dan 10 jalur kereta api dengan total panjang lebih dari 8.100 kilometer, serta menjangkau hampir 800 titik keramaian strategis. Selain itu, lebih dari 2.500 engineer disiagakan selama 24 jam di 46 kantor cabang dan 16 posko siaga di seluruh Indonesia.

 

Investasi infrastruktur juga diperkuat melalui peningkatan kapasitas di lebih dari 7.000 site, pembangunan 1.600 site baru sejak April 2025, serta penyediaan lebih dari 75 mobile BTS di titik-titik padat pemudik. Saat ini, Indosat mengoperasikan sekitar 55.000 site aktif yang menjangkau lebih dari 420 kabupaten/kota.

 

Tak hanya di wilayah barat Indonesia, lonjakan trafik juga signifikan di kawasan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kalisumapa). Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Kalimantan Selatan mencatat pertumbuhan trafik tertinggi sebesar 54 persen, diikuti Sambas di Kalimantan Barat sebesar 48 persen, dan Jeneponto di Sulawesi Selatan sebesar 44 persen.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Indosat juga menghadirkan posko mudik di sejumlah titik strategis, termasuk di Sulawesi Selatan. Posko ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga sarana edukasi perlindungan digital melalui layanan seperti IM3 SATSPAM dan Tri AI Anti-Scam.

“Bagi kami, ini bukan sekadar soal angka, tetapi tentang menjaga kepercayaan pelanggan di momen yang paling berarti. Transformasi kami sebagai AI-TechCo akan terus kami dorong untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik,” tutup Desmond.

 

Editor : Ayurahmi Rais