25.4 C
Manado
Selasa, 16 Agustus 2022

Industri Penerbangan Bangkit

63 Ribu Penumpang Mendarat di Bandara Sam Ratulangi

MANADO—Di tengah pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado berangsur membaik.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Samrat Manado Minggus Gandeguai menyebutkan, sepanjang Oktober ini, pihaknya melayani 63.256 penumpang. Atau naik sekitar 18 persen jika dibandingkan dengan pergerakan penumpang Agustus, yang hanya 53.788 penumpang.

Namun, dia menekankan, secara akumulasi periode Januari hingga Oktober ini masih mengalami penurunan sebesar 59 persen dibanding periode sama 2019 yang melayani lebih dari 1,6 juta penumpang. “Tapi kami bersyukur, saat ini sudah kembali membaik. Sehingga kami optimis industri penerbangan dan pariwisata Sulut akan kembali pulih,” katanya di sela kegiatan ‘Kampanye Safe Travel’ beberapa waktu lalu.

Menurut dia, masuk akhir tahun, industri penerbangan mulai beradaptasi. Adanya geliat positif dalam industri penerbangan akan memiliki efek domino pada peningkatan kegiatan ekonomi daerah dan industri pariwisata seperti hotel, restoran, UMKM  (souvenir dan oleh-oleh), serta tempat wisata yang diharapkan juga akan ikut berputar dan bangkit dari kondisi saat ini.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sehingga, sambungnya, kampanye Safe Travel menjadi bentuk upaya dalam mencapai kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan udara, dikarenakan seluruh operasional yang dilaksanakan berpedoman pada protokol kesehatan.

“Saya mohon kerja sama agar semua tetap menerapkan protokol kesehatan selama berpergian, serta mengingat selama masa adaptasi kebiasaan baru ini pada proses keberangkatan adanya pemeriksaan berkas hasil rapid test dan suhu guna memastikan kesehatan maka diharapkan calon penumpang dapat hadir 4 jam sebelum keberangkatan,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama,  Jeffry Johassan selaku Station Manager Lion Air Manado menambahkan,  selain penerapan protokol kesehatan, terbang bisa aman dan sehat karena dalam pesawat didukung dengan fasilitas yang memadai, yakni dilengkapi high efficiency particulate air (HEPA) filter. “Ini menjaga sirkulasi udara tetap bersih, bekerja setiap 2 atau 3 menit sekali tentunya memberikan jaminan kualitas udara di pesawat,” tukasnya. (***)

MANADO—Di tengah pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado berangsur membaik.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Samrat Manado Minggus Gandeguai menyebutkan, sepanjang Oktober ini, pihaknya melayani 63.256 penumpang. Atau naik sekitar 18 persen jika dibandingkan dengan pergerakan penumpang Agustus, yang hanya 53.788 penumpang.

Namun, dia menekankan, secara akumulasi periode Januari hingga Oktober ini masih mengalami penurunan sebesar 59 persen dibanding periode sama 2019 yang melayani lebih dari 1,6 juta penumpang. “Tapi kami bersyukur, saat ini sudah kembali membaik. Sehingga kami optimis industri penerbangan dan pariwisata Sulut akan kembali pulih,” katanya di sela kegiatan ‘Kampanye Safe Travel’ beberapa waktu lalu.

Menurut dia, masuk akhir tahun, industri penerbangan mulai beradaptasi. Adanya geliat positif dalam industri penerbangan akan memiliki efek domino pada peningkatan kegiatan ekonomi daerah dan industri pariwisata seperti hotel, restoran, UMKM  (souvenir dan oleh-oleh), serta tempat wisata yang diharapkan juga akan ikut berputar dan bangkit dari kondisi saat ini.

Sehingga, sambungnya, kampanye Safe Travel menjadi bentuk upaya dalam mencapai kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan udara, dikarenakan seluruh operasional yang dilaksanakan berpedoman pada protokol kesehatan.

“Saya mohon kerja sama agar semua tetap menerapkan protokol kesehatan selama berpergian, serta mengingat selama masa adaptasi kebiasaan baru ini pada proses keberangkatan adanya pemeriksaan berkas hasil rapid test dan suhu guna memastikan kesehatan maka diharapkan calon penumpang dapat hadir 4 jam sebelum keberangkatan,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama,  Jeffry Johassan selaku Station Manager Lion Air Manado menambahkan,  selain penerapan protokol kesehatan, terbang bisa aman dan sehat karena dalam pesawat didukung dengan fasilitas yang memadai, yakni dilengkapi high efficiency particulate air (HEPA) filter. “Ini menjaga sirkulasi udara tetap bersih, bekerja setiap 2 atau 3 menit sekali tentunya memberikan jaminan kualitas udara di pesawat,” tukasnya. (***)

Most Read

Artikel Terbaru

/