25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Cabai Rawit Sumbang Inflasi Terbesar di Januari

MANADOPOST.ID— Januari kemarin, Kota Manado kembali mengalami inflasi sebesar 0,58 persen. Dimana salah satu komuditas penyumbang terbesarnya adalah cabai rawit.

“Inflasi secara tahun kalender sebesar 0,58 persen dan inflasi “year on year” sebesar 0,49 persen. Persentase cabai rawit sendiri sebesar 0,1848 persen,” sebut Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut), Norma Olga Regar.

Dia menuturkan, adanya inflasi disokong oleh adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,76 pada Desember 2020 menjadi 106,37 pada Januari 2021. Sementara, lanjut dia, penyumbang deflasi terbesar adalah angkutan udara dengan persentase 0,1179 persen.

Norma pun menyebutkan, dari 11 kelompok pengeluaran di Kota Manado, lima kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yaitu terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,22 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,71 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,22 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,20 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen.

“Tiga kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok transportasi sebesar 0,99 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,34 persen dan kelompok rekreasi, olah raga dan budaya sebesar 0,24 persen,” sebutnya.

Sementara tiga kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Inflasi Kota Manado, juga terdapat komoditas lainnya, yakni ikan cakalang/ikan sisik sebesar 0,0995 persen, ikan deho sebesar 0,0711 persen, ikan malalugis/sohiri sebesar 0,0706 persen, rokok putih sebesar 0,0570 persen, tomat sebesar 0,0509 persen, cumi-cumi sebesar 0,0290 persen, ikan oci sebesar 0,0290 persen, daging babi sebesar 0,0248 persen, dan ikan kembung sebesar 0,0247 persen.

“Komoditas yang memberikan sumbangan/andil deflasi terbesar adalah angkutan udara sebesar 0,1179 persen, bawang merah sebesar 0,1123 persen, lemon sebesar 0,0206 persen, semangka sebesar 0,0190 persen, telur ayam ras sebesar 0,0152 persen, obat dengan resep sebesar 0,0150 persen, apel sebesar 0,0053 persen, beras sebesar 0,0050 persen, jeruk sebesar 0,0042 persen dan playstation sebesar 0,0040 persen,” tutupnya. (ayu)

Artikel Terbaru