alexametrics
31.4 C
Manado
Sabtu, 23 Oktober 2021
spot_img

Bandara Samrat Kembali Bergeliat, Penumpang Capai 1.000 per Hari

MANADOPOST.ID— Sempat ‘mati suri’, akibat imbas dari Covid-19, kini perlahan- lahan, operasional di Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado kembali pulih. Hal ini terlihat dari jumlah penumpang, baik yang datang maupun yang berangkat sudah mencapai 1.000 per awal Juli kemarin.

Hal ini disebutkan General Manajer Angkasa Pura Satu Samrat Manado Minggus Gandeguai. Dia menuturkan, realisasi penumpang tersebut menandakan penerapan new normal sudah mulai berjalan. Tentunya dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Bandara Samrat dilengkapi dengan fasilitas yang canggih serta penjagaan yang ketat. Memiliki terminal scanner, dan juga Thermo Gun. Bahkan alat tersebut bisa mendeteksi penumpang yang tidak menggunakan masker. Selama beroperasi kembali, kami memastikan, semua penumpang yang memasuki bandara menjalani pemeriksaan terlebih dahulu,” katanya, di sela pemaparan progress perluasan pekerjaan terminal internasional Bandara Samrat Manado dan fasilitas penunjangannya, bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Rabu (1/7) kemarin.

Tidak hanya itu, lanjutnya, sudah hampir sepekan, Bandara Samrat juga memasang barkot untung memudahkan pengisian Health Alert Card (CAR). “Jumlah penumpang memang mulai naik. Tapi itu bukan untuk tujuan wisata. Kebayakan yang berangkat atau pun yang datang untuk urusan pendidkan dan keluarga,” bebernya.

Dia pun tak menampik, saat ini kendala yang dihadapi adalah ketersediaan tenant. Karena di masa new normal ini, penumpang datang 3 atau 4 jam sebelum keberangkatan. Sehingga membutuhkan tempat seperti tenant maupun tempat makan di area bandara. “Tapi saat ini masih sulit,” akunya.

Sementara, berkaitan dengan pembangunan terminal internasioanl, Gandeguai optimis selesai tepat waktu. Dia pun menuturkan terima kasih pada pihak- pihak yang terus memberikan dukungan pada pembangunan terminal tersebut. Khususnya pada PT Adhi Karya. “Proses pembangunannya sudah sesuai rencana. Di minggu keenam ini, sudah mencapai 22,3 persen,” katanya.

Sementara itu, Manajer Lapangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk Wahyu Prayogo menerangkan untuk tahap awal pihaknya masih fokus pada struktur bangunan. Setelah itu masuk ke tahap pembangunan selanjutnya. Dia mengaku, selama pademi pembangunan memang sempat terhenti, namun saat ini kontrak kerja sudah kembali dilaksanakan.

Dia pun menuturkan, proses pekerjaan tersebut melibatkan 349 tenaga kerja. Dimana 15 persennya merupakan masyarakat lokal, sisanya di luar Sulawesi. “Tenaga kerja lokal tetap dilibatkan dalam proyek pengerjaan ini. Kami tetap berusaha proyek ini akan selesai sesuai dengan kontrak kerjanya,” janjinya.

Pada kesempatan itu pun, dia memohon maaf apabila proses pengerjaan proyek menganggu masyarakat sekitar bandara. Menurutnya pada proses awal pengerjaannya memang banyak membutuhkan alat berat yang memiliki bunyi yang keras.

“Kami membutuhkan dukungan dari semuanya agar proses pembangunannya cepat selesai dan bermanfaat untuk masyarakat Sulut. Kami memastikan proses pembangunan tetap mengikuti protap kesehatan dan semuanya memenuhi syarat. Termasuk analisis dampak lingkungannya. Mohon doanya, beberapa bulan lagi realisasinya bisa 100 persen sesuai harapan kita semua,” tutupnya. (ayu)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru