29 C
Manado
Selasa, 20 Oktober 2020

OJK Pastikan Program Restrukturisasi Kredit Diperpanjang

JAKARTA– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan periode program restrukturisasi kredit bakal diperpanjang. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebut, kemungkinan diperpanjang enam bulan usai masa berlaku 31 Maret sesuai Peraturan OJK (POJK) nomor 11 tahun 2020. Pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan perbankan.

”Kami yakini akan kita perpanjang. Dan perpanjangan itu simpel, karena dalam POJK 11/2020 ada klausul jika memang diperlukan bisa diperpanjang tanpa perlu membuat aturan baru. Bisa diperpanjang lagi 6 bulan,” papar Wimboh.

Dia mengakui permintaan restrukturisasi kredit mulai landai sejak Juli. Namun, aktivitas ekonomi belakangan melambat. Daya beli masyarakat rendah. Masyarakat menengah ke bawah memiliki dana terbatas untuk belanja. Sedangkan, kelas menengah atas, lebih memilih menabung. Dari sisi perbankan, tidak sedikit nasabah yang mengalami kesulitan dalam membayar kewajibannya. Sehingga stimulus masih dibutuhkan.

”Yang direstrukturisasi perbankan saja Rp 880 sekian triliun. Luar biasa! Itu adalah gambaran nasabah yang mengalami kesulitan. Belum lagi di lembaga keuangan, pembiayaan, dan pasar modal,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Pahala Nugraha Mansury menilai, pandemi Covid-19 meningkatkan tiga risiko perbankan. Yakni, risiko kredit, likuditas, dan pasar.

Dia khawatir ketika program restrukturisasi kredit berakhir, nasabah kesulitan memenuhi kewajiban pokok dan bunga kepada bank. Jika tidak diperpanjang, bukan tidak mungkin rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) akan naik. Apalagi, sejak Juli permintaan pinjaman di bank mulai turun.

“Awal Januari,Februari, Maret, kredit masih tumbuh 6 sampai 7 persen. Lalu, Juli 1 persen, karena demand lambat. Kebutuhan modal kerja menurun, apalagi kebutuhan investasi juga berkurang. Perlambatan itu tentu akan meningkatkan risiko kredit perbankan,” beber pria yang juga menjabat Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) itu.

Pahala mengatakan, likuiditas perbankan saat ini lebih dari cukup. Sebab, dana pihak ketiga (DPK) perbankan melimpah, ditambah permintaan kredit menurun. Hal itu membuat likuiditas bank sangat longgar.

Meski begitu, dia was-wae ketika kelebihan tersebut menjadi segmentasi dana masyarakat yang hanya berada di bank-bank besar. Akibatnya, akan terjadi segmentasi pasar. “Bank yang berisiko kecil (BUKU IV) akan lebih banyak memperoleh likuiditas. Sebaliknya, bank berisiko besar (BUKU I dan II) akan kesulitan mendapatkan likuiditas,” jelas Pahala.

Begitu pula, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi menyatakan, peran perbankan dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN). Salah satunya seperti restrukturisasi kredit. Termasuk menyalurkan kredit dari dana penempatan pemerintah di bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

“Kami jaga pertumbuhan kredit secara selektif. Untuk penyaluran kredit UMKM, mereka membutuhkan pembukaan rekening digital dan butuh proses yang cepat juga,” imbuhnya. (han/jpg)

-

Artikel Terbaru

Gantikan Situmorang, Moningkey Resmi  Pimpin Polres Minahasa

MANADOPOST.ID--Tongkat kepemimpinan Kepolisian Resort (Polres) Minahasa kembali berpindah. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor 979/V/2020 tanggal 1 Mei 2020 tentang pemberhentian

Minahasa Masih Aman dari La Nina

MANADOPOST.ID--Cuaca ekstrim terus menerpa wilayah Kabupaten Minahasa. Menurut BMKG, diketahui cuaca ekstrim tersebut terjadi akibat fenomena alam La Nina yang membuat

Relaksasi Pajak Ditolak, Hasrat Punya `Mobil` Murah Buyar

MANADOPOST.ID—Rencana penghapusan pajak mobil baru akibat dampak Coronavirus Disease (Covid-19), buyar. Sempat disambut baik oleh masyarakat Sulut karena berkesempatan membeli mobil murah, nyatanya rencana ini ditolak Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sudah Empat Tenaga Kontrak `Dieksekusi`

MANADOPOST.ID—Pjs Wali Kota Bitung Drs Edison Humiang MSi kembali menunjukkan ketegasannya dengan memberhentikan dua tenaga kontrak yang terbukti tidak netral dalam Pilkada.

Angka Kehamilan Naik

MANADOPOST.ID—Terhitung sejak Januari sampai dengan September 2020, angka kehamilan di Kabupaten Sangihe mengalami peningkatan.