alexametrics
28.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Benarkah, AirAsia Ride akan Geser Gojek dan Grab? Ini Kesiapannya!

MANADOPOST.ID— Binsis transportasi online nampaknya masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

 

Tak ayal, banyak perusahaan yang akhirnya merambah bisnis ini. Setelah Gojek, Grab, Indriver dan beberapa perusahaan lainnya, kini AirAsia Group, sebuah perusahaan maskapai akan segera membuka layanan transportasi darat online yang diberi nama AriAsia Ride.

AirAsia Ride sendiri sudah dioperasikan di Thailand. Setelah Thailand, perusahaan akan berekspansi ke Indonesia dan Filipina.

Perusahaan menargetkan menjadi juara dalam bisnis ride hailing atau taksi online di ASEAN lewat AirAsia Ride.

“Kami tidak melihat ada tantangan dalam mendapatkan persetujuan karena kami adalah merek terkenal di negara-negara ini dan kami memiliki bisnis di Malaysia,” ucap
Kepala Eksekutif AirAsia SuperApp Amanda Woo.

Dia menuturkan, AirAsia akan bekerja sama dengan perusahaan lokal di tiga negara untuk memastikan operasional lancar saat diluncurkan.

Namun, Woo enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai sumber dana yang akan digunakan untuk melakukan ekspansi ke tiga negara tersebut. “Semuanya sudah final di tingkat tim investasi grup,” imbuhnya.

Hal yang pasti, sambung Woo, AirAsia Ride memiliki keunggulan dibandingkan dengan Gojek dan Grab. Salah satunya ekosistem yang lebih lengkap.

“Segera kami akan menggabungkan ride sharing ke bandara ketika seseorang membeli tiket pesawat mereka,” jelasnya.

AirAsia Ride sendiri telah diluncurkan pada Agustus 2021 lalu.

Layanan itu baru mencakup semua kota besar di Malaysia. Kini, total pemesanan AirAsia Ride tercatat lebih dari enam digit per bulan dan melibatkan 30 ribu pengemudi.

“Saya benar-benar melihat AirAsia Ride mendominasi kawasan ini, seperti yang kami lakukan dengan maskapai ini,” kata Woo. AirAsia Ride adalah salah satu lini usaha Grup AirAsia yang juga dimiliki oleh Tony Fernandes. Ia mulai fokus pada ekspansi bisnis non maskapai setelah pandemi covid-19 melumpuhkan industri penerbangan mulai Februari 2020.

Dari langkah awa ke logistik kargo dan bisnis agen perjalanan online, saat ini Fernandes memiliki kerajaan perusahaan non maskapai mulai dari restoran hingga makanan, bahan makanan, pengiriman paket, asuransi, dan pinjaman mikro.

Pada Juli 2021 lalu, AirAsia mengumumkan bahwa AirAsia Digital telah mengakuisisi operasi Gojek di Thailand dalam kesepakatan semua saham senilai US$50 juta.

(ayu)

MANADOPOST.ID— Binsis transportasi online nampaknya masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

 

Tak ayal, banyak perusahaan yang akhirnya merambah bisnis ini. Setelah Gojek, Grab, Indriver dan beberapa perusahaan lainnya, kini AirAsia Group, sebuah perusahaan maskapai akan segera membuka layanan transportasi darat online yang diberi nama AriAsia Ride.

AirAsia Ride sendiri sudah dioperasikan di Thailand. Setelah Thailand, perusahaan akan berekspansi ke Indonesia dan Filipina.

Perusahaan menargetkan menjadi juara dalam bisnis ride hailing atau taksi online di ASEAN lewat AirAsia Ride.

“Kami tidak melihat ada tantangan dalam mendapatkan persetujuan karena kami adalah merek terkenal di negara-negara ini dan kami memiliki bisnis di Malaysia,” ucap
Kepala Eksekutif AirAsia SuperApp Amanda Woo.

Dia menuturkan, AirAsia akan bekerja sama dengan perusahaan lokal di tiga negara untuk memastikan operasional lancar saat diluncurkan.

Namun, Woo enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai sumber dana yang akan digunakan untuk melakukan ekspansi ke tiga negara tersebut. “Semuanya sudah final di tingkat tim investasi grup,” imbuhnya.

Hal yang pasti, sambung Woo, AirAsia Ride memiliki keunggulan dibandingkan dengan Gojek dan Grab. Salah satunya ekosistem yang lebih lengkap.

“Segera kami akan menggabungkan ride sharing ke bandara ketika seseorang membeli tiket pesawat mereka,” jelasnya.

AirAsia Ride sendiri telah diluncurkan pada Agustus 2021 lalu.

Layanan itu baru mencakup semua kota besar di Malaysia. Kini, total pemesanan AirAsia Ride tercatat lebih dari enam digit per bulan dan melibatkan 30 ribu pengemudi.

“Saya benar-benar melihat AirAsia Ride mendominasi kawasan ini, seperti yang kami lakukan dengan maskapai ini,” kata Woo. AirAsia Ride adalah salah satu lini usaha Grup AirAsia yang juga dimiliki oleh Tony Fernandes. Ia mulai fokus pada ekspansi bisnis non maskapai setelah pandemi covid-19 melumpuhkan industri penerbangan mulai Februari 2020.

Dari langkah awa ke logistik kargo dan bisnis agen perjalanan online, saat ini Fernandes memiliki kerajaan perusahaan non maskapai mulai dari restoran hingga makanan, bahan makanan, pengiriman paket, asuransi, dan pinjaman mikro.

Pada Juli 2021 lalu, AirAsia mengumumkan bahwa AirAsia Digital telah mengakuisisi operasi Gojek di Thailand dalam kesepakatan semua saham senilai US$50 juta.

(ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/