32.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Antisipasi Dampak Pandemi, Ini yang Dilakukan BI Sulut

MANADOPOST.ID – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dimana selama dua bulan terakhir ini Provinsi Sulut mengalami deflasi atau penurunan harga-harga barang dan jasa secara umum.

Di Bulan April, Kota Manado mencatatkan deflasi sebesar 0,21 persen mtm, sementara Kota Kotamobagu mengalami inflasi sebesar 0,51 persen mtm.

“Capaian ini boleh jadi berita yang menggembirakan di tengah situasi pandemi corona virus disease (Covid-19). Namun, kita mesti mewaspadai tekanan lonjakan harga ke depan akibat dampak pandemi Covid-19,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat, saat peresmian Program Bersehati Online, Selasa (5/5).

Menurut analisa pihaknya, masih terdapat resiko kenaikan harga akibat tingginya permintaan bahan pokok selama Bulan Ramadhan yang dibarengi dengan menurunnya pasokan bahan komoditas utama akibat second-round effect dari penerapan social distancing dan pembatasan kegiatan ekonomi.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Jika kondisi ini berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi penurunan skala produksi dan melambatnya perputaran roda ekonomi daerah sehingga dapat mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat secara relatif di Sulawesi Utara.

Merespons resiko tersebut, Bank Indonesia Sulut telah melakukan beberapa langkah strategis, seperti menjamin kelancaran sistem pembayaran baik tunai maupun non-tunai dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan melalui pemberlakuan protokol kesehatan pada setiap prosedur operasional. Kemudian, menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung penyaluran bantuan pangan non tunai dan Program Keluarga Harapan.

Selanjutnya, menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi pelaku sektor-sektor terdampak, seperti perawat di RSUP Kandow Manado, pedagang eceran di Pasar Tradisional, dan pengemudi ojek online.

“Selain itu juga, bersama TPID Sulut mendukung upaya dalam menjaga ketersediaan pasokan komoditas pangan utama dengan mencanangkan program urban farming bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Sulut, dan memperkuat klaster ketahanan pangan sebagai penyangga pasokan pada periode rawan kelangkaan pangan,” tambahnya.

“Tidak hanya itu, hari ini kami bersama TPID Sulut telah me-launching program Bersehati Online untuk mengantisipasi turunnya pendapatan pedagang pasar tradisional dan petani komoditas bahan pokok melalui pemanfaatan teknologi digital,” tukasnya. (Lina Pendong)

MANADOPOST.ID – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dimana selama dua bulan terakhir ini Provinsi Sulut mengalami deflasi atau penurunan harga-harga barang dan jasa secara umum.

Di Bulan April, Kota Manado mencatatkan deflasi sebesar 0,21 persen mtm, sementara Kota Kotamobagu mengalami inflasi sebesar 0,51 persen mtm.

“Capaian ini boleh jadi berita yang menggembirakan di tengah situasi pandemi corona virus disease (Covid-19). Namun, kita mesti mewaspadai tekanan lonjakan harga ke depan akibat dampak pandemi Covid-19,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat, saat peresmian Program Bersehati Online, Selasa (5/5).

Menurut analisa pihaknya, masih terdapat resiko kenaikan harga akibat tingginya permintaan bahan pokok selama Bulan Ramadhan yang dibarengi dengan menurunnya pasokan bahan komoditas utama akibat second-round effect dari penerapan social distancing dan pembatasan kegiatan ekonomi.

Jika kondisi ini berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi penurunan skala produksi dan melambatnya perputaran roda ekonomi daerah sehingga dapat mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat secara relatif di Sulawesi Utara.

Merespons resiko tersebut, Bank Indonesia Sulut telah melakukan beberapa langkah strategis, seperti menjamin kelancaran sistem pembayaran baik tunai maupun non-tunai dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan melalui pemberlakuan protokol kesehatan pada setiap prosedur operasional. Kemudian, menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung penyaluran bantuan pangan non tunai dan Program Keluarga Harapan.

Selanjutnya, menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi pelaku sektor-sektor terdampak, seperti perawat di RSUP Kandow Manado, pedagang eceran di Pasar Tradisional, dan pengemudi ojek online.

“Selain itu juga, bersama TPID Sulut mendukung upaya dalam menjaga ketersediaan pasokan komoditas pangan utama dengan mencanangkan program urban farming bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Sulut, dan memperkuat klaster ketahanan pangan sebagai penyangga pasokan pada periode rawan kelangkaan pangan,” tambahnya.

“Tidak hanya itu, hari ini kami bersama TPID Sulut telah me-launching program Bersehati Online untuk mengantisipasi turunnya pendapatan pedagang pasar tradisional dan petani komoditas bahan pokok melalui pemanfaatan teknologi digital,” tukasnya. (Lina Pendong)

Most Read

Artikel Terbaru

/