32C
Manado
Kamis, 15 April 2021

Tekan Dampak Covid-19, TPID Launching Bersehati Online

MANADOPOST.ID – Corona virus disease 2019 (Covid-19) telah membawa dampak yang cukup masif bagi Sulawesi Utara (Sulut), baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Jika dilihat dari sektor ekonomi, yang terdampak paling signifikan ialah sektor transportasi, perdagangan, pariwisata, dan usaha kecil menengah.

Oleh karena itu, untuk menanggulangi dampak ekonomi, Bank Indonesia Sulut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulut mengantisipasi turunnya pendapatan pedagang pasar tradisional dan petani komoditas bahan pokok melalui pemanfaatan teknologi digital dengan mencanangkan Program Bersehati Online yang juga merupakan hasil kerjasama yang baik antara TPID Sulut dan penyedia layanan transportasi online.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey, mengatakan saat ini sudah ada 15 pedagang di Pasar Bersehati yang tidak gagal teknologi (gaptek) lagi. Ia berharap, 15 pedagang ini bisa berkembang terus, sehingga minggu depan sudah ada 100 pedagang di Pasar Bersehati bisa berdagang lewat online.

Pihaknya, akan mengerakan seluruh aparatur sipil negara dan seluruh perbankan untuk berbelanja lewat online dan akan mensosialisasikan program ini ke masyarakat sekaligus memberikan titik-titik dimana saja yang berdagang online lewat brosur dan media koran.

“Program Bersehati Online ini sudah di support penuh oleh pihak perbankan, seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Sulut Go sudah siap untuk mem back up secara teknologi pasar online ini,” tuturnya.

Sementara itu. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat, berharap program ini dapat menjadi momentum awal kebangkitan para pedagang tradisional, petani, dan terlebih para pengemudi ojek online dalam menghadapi situasi yang sulit di tengah pandemi Covid-19 ini.

Ke depan, pihaknya juga berharap inisiatif ini dapat diduplikasi di pasar-pasar tradisional lain di Sulut, sehingga dampak positif yang ditimbulkan dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh seluruh pedagang tradisional di Sulut.

“Terlebih, kami juga berharap bahwa skema pembelian bahan pokok secara online ini dapat menjadi suatu alternatif gaya hidup baru bagi masyarakat Sulut bahkan setelah masa pandemi Covid-19 ini berakhir,” tukasnya. (Lina Pendong)

Artikel Terbaru