24.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Triwulan II, PE Sulut Terkontraksi -3,89 Persen

MANADOPOST.ID– Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut  merilis Pertumbuhan Ekonomi Sulut triwulan kedua. Hasilnya? PE Sulut terkontraksi -3,89 persen secara year on year (yoy).

“Meskipun demikian masih lebih baik dari nasional, yang terkontraksi -5,32 persen,” Sebut Kepala BPS Sulut Ateng Hartono di sela penyamapian rilis PE triwulan kedua, yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube BPS Sulut, Rabu (5/8) siang ini.

Ateng pun menyebutkan beberapa lapangan usaha yang mengalami kontraksi dan memberikan kontribusi positif pada PE. Dengan rincian 10 lapangan usaha terkontraksi, yakni, tranportasi, jasa pendidikan, real estate, perdagangan besar dan eceran, pertambangan dang penggalian, administrasi pemerintahan,
konstruksi, jasa perusahaan, lapangan jsaha atau jasa lainnya, dan akomodasi.

Sementara 7 lapangan usaha yang tumbuh positif antara lain, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, pengadaan listrik, pengadaan air, industri pengolahan, jasa kesehatan dan pertanian. ” Jadi ada 17 lapangan usaha usaha yang memberikan andil pada PE Sulut. Meskipun ada yang terkontraksi dan yang positif,” sebutnya

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ateng pun bersyukur, industri pengolahan Sulut mengalami pertumbuhan yang cukup baik di tengah melemahnya industri pengolahan nasional. “Memang secara yey ataupun q to q kita memang mengalami penurunan, tapi beberapa lapangan usaha masih bisa tumbuh positif,”tukasnya.

Simak ulasan lengkap PE triwulan kedua 2020 di edisi cetak Manado Post, Kamis (6/8) esok. (ayu)

MANADOPOST.ID– Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut  merilis Pertumbuhan Ekonomi Sulut triwulan kedua. Hasilnya? PE Sulut terkontraksi -3,89 persen secara year on year (yoy).

“Meskipun demikian masih lebih baik dari nasional, yang terkontraksi -5,32 persen,” Sebut Kepala BPS Sulut Ateng Hartono di sela penyamapian rilis PE triwulan kedua, yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube BPS Sulut, Rabu (5/8) siang ini.

Ateng pun menyebutkan beberapa lapangan usaha yang mengalami kontraksi dan memberikan kontribusi positif pada PE. Dengan rincian 10 lapangan usaha terkontraksi, yakni, tranportasi, jasa pendidikan, real estate, perdagangan besar dan eceran, pertambangan dang penggalian, administrasi pemerintahan,
konstruksi, jasa perusahaan, lapangan jsaha atau jasa lainnya, dan akomodasi.

Sementara 7 lapangan usaha yang tumbuh positif antara lain, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, pengadaan listrik, pengadaan air, industri pengolahan, jasa kesehatan dan pertanian. ” Jadi ada 17 lapangan usaha usaha yang memberikan andil pada PE Sulut. Meskipun ada yang terkontraksi dan yang positif,” sebutnya

Ateng pun bersyukur, industri pengolahan Sulut mengalami pertumbuhan yang cukup baik di tengah melemahnya industri pengolahan nasional. “Memang secara yey ataupun q to q kita memang mengalami penurunan, tapi beberapa lapangan usaha masih bisa tumbuh positif,”tukasnya.

Simak ulasan lengkap PE triwulan kedua 2020 di edisi cetak Manado Post, Kamis (6/8) esok. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/