26C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

BP2MI Matangkan Persiapan Pelatihan Bahasa Jepang

MANADOPOST.ID—Untuk mendorong penempatan Pekerja Migran Indonesia (MPI) asal Sulut ke Jepang, UPT BP2MI Manado bersama lembaga pelatihan terus mematangkan persiapan pelatihan bahasa Jepang.

Bentuk kesiapan ini pun dibuktikan dengan mendatangi beberapa lembaga pelatihan yang berada di Bitung, Minahasa dan kota Manado.

“Kunjungan kali ini selain sebagai ajang perkenalan dan menginformasikan peluang kerja ke Jepang melalui program SSW, juga sebagai ajang monitoring kelembagaan LPK baik dari segi kelengkapan dokumen perizinan maupun ketersediaan sarana prasarana yang tersedia sesuai standarisasi pemerintah Jepang,” sebut Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalang.

Dia membeber, saat ini pemerintah Indonesia khususnya BP2MI sedang gencar mendorong penempatan pekerja migran Indonesia di sektor formal khususnya ke Jepang untuk ditempatkan sebagai perawat lansia atau Care Worker.

“Sinergi dengan lembaga pelatihan memegang peranan yang sangat krusial dalam proses penempatan pekerja migran program SSW Jepang,” tekannya.

Hal ini, lanjut dia, dikarenakan salah satu persyaratan calon pekerja migran yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang yaitu penguasaan bahasa Jepang minimal setara N4.

“Untuk itu kami mulai bergerilya ke beberapa LPK yang telah memiiki ijin dari pemerintah untuk membantu kami bersinergi dalam memanfaatkan peluang kerja ke Jepang ini” tukasnya.

Sebagai informasi, kini pemerintah Jepang tengah membuka peluang kerja ke negaranya. Sebanyak 14 sektor pekerjaan membutuhkan 345.150 pekerja migran dari berbagai negara di Asia termasuk Indonesia. Namun untuk saat ini posisi yang paling mendesak untuk diisi adalah posisi perawat lansia atau Care Worker.

“Kedepannya, kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah provinsi Sulawesi Utara agar anggaran pelatihan calon pekerja migran dapat dibebankan ke APBD karena ini adalah amanat undang-undang” tutupnya. (ayu)

Artikel Terbaru