27C
Manado
Jumat, 23 April 2021

Harga Rica Makin `Pedas` Jelang Ramadan

MANADOPOST.ID— Sepekan menjelang Ramadan, harga bahan pokok (bapok) mulai mengalami lonjakan. Berdasarkan pantauan di beberapa ritel yang ada di Manado, harga rica (cabai, red) makin `pedas`, menyentuh angka Rp124 ribu per kilogram (Kg).

Lonjakan yang sama pun terjadi di beberapa kabupaten/kota se-Sulut lainnya. Di Kabupaten Sangihe, harga per Kg cabai sebesar Rp125 ribu. Kepala Disperindag Sangihe Tadjudin Sainkadir menjelaskan naiknya harga tersebut, dikarenakan kurangnya pasokan dari petani.

“Pasokan cabai berkurang. Sehingga dalam waktu dekat kami akan menggelar pasar murah,” katanya.

Kenaikan yang sama juga terjadi di Kabupaten Minsel. “Harga bapok memang mengalami kenaikan. Tapi yang paling tinggi itu rawit merah. Berkisar di Rp89 hingga Rp110 ribu per Kg,” sebut Kepala Disperindag Minsel Adrian Sumuweng.

Sedikit lebih murah dari Minsel, harga cabai di Kota Tomohon dibanderol Rp90 ribu per Kg. “Pekan lalu sempat naik sampai Rp110.000 per Kg,” kata Plt Direktur Utama PD Pasar Enos Pontororing.

Dia pun membeber, pasokan cabai di Tomohon masuk dari Kabupaten Minahasa dan Gorontalo. “Inilah yang membuat harga jual cabai rawit tidak bisa kita tekan. Belum lagi jika ada penurunan produksi serta kendala pengiriman,” terang Pontororing.

Beralih ke Kabupaten Sitaro, Anis Rasubala, pedagang Pasar Ulu Siau mengaku selain cabai, tomat, bawang dan bapok lainnya pun mengalami kenaikan. “Tomat awalnya Rp14 ribu, naik jadi Rp17 ribu per Kg. Cabai sekarang Rp100 ribu per Kg. Bahkan pekan lalu sempat Rp120 ribu,” bebernya.

Dia pun berharap, pemerintah bisa mengintervensi harga dipasaran. Karena jika harga jual mahal, pembeli pun berkurang. “Kami pedagang hanya mengikuti harga dari pemasok. Jika pemasok harganya tinggi, otomatis kami pun menjualnya tinggi,” tekannya.

Sementara itu, pantauan harga di Pasar 23 Maret dan Pasar Serasi Kotamobagu, cabai pekan lalu Rp120 ribu kemudian turun Rp90 ribu dan turun lagi menjadi Rp85 ribu.

Pun di Kabupaten Bolmong. Harga per Kg cabai masih Rp120 ribu. “Harga ini sudah sekira dua bulan. Semakin dekat Ramadan, harganya pun semakin naik,” aku Sumarni salah satu pedagang yang ditemui di Pasar Lolak.

Masih di wilayah BMR. Kabupaten Bolsel harga cabai Rp75 ribu per Kg. “Memang perlu antisipasi menjelang Ramadhan, karena pasti sudah menjadi tradisi bahwa menjelang Ramadhan ada kenaikan harga yang siginifikan, tetapi kami yakin bahwa di Bolsel tidak akan terlalu jauh dari kenaikan harga saat ini, dan masih bisa dijangkau oleh daya beli masyarakat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Disperindagkop dan UMKM Bolsel, Nabila Moha.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menuturkan, kenaikan harga cabai dikarenakan faktor alam. ”Makanya bukan hanya di Manado saja harga cabai mahal tapi daerah Sumatera, Jakarta dan daerah lain juga mahal,” katanya beberapa waktu lalu.

“Kalau di luar daerah cabai murah maka akan terimport ke Sulut. Tapi saat ini semua merata jadi kita harus menerima,” tambahnya.

OD menghimbau agar masyarakat Sulut menanam sekitar 10 polybag cabai dirumah masing-masing. “Kalau mau pemerintah bersama Bank Indonesia Sulut akan bagi-bagi bibit,” tutupnya.(tim mp/tan)

Artikel Terbaru