alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pertamina Pasok 54 Ribu KL BBM di Sulawesi, Stok BBM di SPBU Kotamobagu Terjaga

MANADOPOST.ID- PT Pertamina Persero, melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan klarifikasinya terhadap isu kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite yang terjadi di beberapa SPBU yang berada di Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali memaparkan, berdasarkan pemantauan, stok Pertalite dan Pertamax di semua SPBU di Kotamobagu aman. Dimana untuk stok rata-rata Pertalite sebanyaj 19 KL dan Pertamax 7 KL per hari.

Laode mengakumulasikan, khusus untuk wilayah Sulawesi, pihaknya memasok BBM jenis Pertalite sebesar 54.000 KL dengan Penyaluran Rata2 Harian 7.000 KL. Sedangkan stok Pertamax di Sulawesi berada pada angka 16.500 KL dengan Penyaluran Rata2 Harian 622 KL.
“Kondisi ini menunjukkan stok aman, tidak ada kekosongan, ” tegasnya.

Dia menjelaskan, suplai utama BBM ke Kotamubagu berasal dari Integrated Terminal Bitung. Sementara, dari data yang ada stok di IT Bitung pun sangat aman. Dengan persentase Pertalite 11.000an KL, penyaluran Rata2 Harian 1.000 KL. Sedangkan stok Pertamax 1.600an KL dan Penyaluran Rata2 Harian 60 KL.

Laode pun mengingatkan, jika ada warga yang mendapati adanya penjualan BBM secara eceran agar bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Karena berdasarkan perubahan aturan Perpres 191 tahun 2014 untuk Jenis Bahan Bakar Penugasan (JBKP) yang tertuang pada Perpres No. 117 tahun 2021 bahwa ditetapkan Pertalite sebagai JBKP dan kuotanya diatur oleh Pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian ESDM melalui BPH Migas. Sehingga pembelian BBM Pertalite untuk umum menggunakan jerry can dilarang kecuali mempunyai surat rekomendasi dari instansi terkait.

“Pertamina pun telah mengeluarkan edaran bahwa SPBU harus menyalurkan sesuai dengan aturan atau SOP yg ada yaitu tidak melayani jerry can dan langsung ke kendaraan,” tekannya.

“Apabila masyarakat menemukan adanya ketidaktersediaan BBM ataupun menemukan kejadian lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kami, kami membuka layanan konsumen Pertamina Call Center 135 untun menindaklanjuti keluhan masyarakat,” kuncinya. (*)

MANADOPOST.ID- PT Pertamina Persero, melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan klarifikasinya terhadap isu kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite yang terjadi di beberapa SPBU yang berada di Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali memaparkan, berdasarkan pemantauan, stok Pertalite dan Pertamax di semua SPBU di Kotamobagu aman. Dimana untuk stok rata-rata Pertalite sebanyaj 19 KL dan Pertamax 7 KL per hari.

Laode mengakumulasikan, khusus untuk wilayah Sulawesi, pihaknya memasok BBM jenis Pertalite sebesar 54.000 KL dengan Penyaluran Rata2 Harian 7.000 KL. Sedangkan stok Pertamax di Sulawesi berada pada angka 16.500 KL dengan Penyaluran Rata2 Harian 622 KL.
“Kondisi ini menunjukkan stok aman, tidak ada kekosongan, ” tegasnya.

Dia menjelaskan, suplai utama BBM ke Kotamubagu berasal dari Integrated Terminal Bitung. Sementara, dari data yang ada stok di IT Bitung pun sangat aman. Dengan persentase Pertalite 11.000an KL, penyaluran Rata2 Harian 1.000 KL. Sedangkan stok Pertamax 1.600an KL dan Penyaluran Rata2 Harian 60 KL.

Laode pun mengingatkan, jika ada warga yang mendapati adanya penjualan BBM secara eceran agar bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Karena berdasarkan perubahan aturan Perpres 191 tahun 2014 untuk Jenis Bahan Bakar Penugasan (JBKP) yang tertuang pada Perpres No. 117 tahun 2021 bahwa ditetapkan Pertalite sebagai JBKP dan kuotanya diatur oleh Pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian ESDM melalui BPH Migas. Sehingga pembelian BBM Pertalite untuk umum menggunakan jerry can dilarang kecuali mempunyai surat rekomendasi dari instansi terkait.

“Pertamina pun telah mengeluarkan edaran bahwa SPBU harus menyalurkan sesuai dengan aturan atau SOP yg ada yaitu tidak melayani jerry can dan langsung ke kendaraan,” tekannya.

“Apabila masyarakat menemukan adanya ketidaktersediaan BBM ataupun menemukan kejadian lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kami, kami membuka layanan konsumen Pertamina Call Center 135 untun menindaklanjuti keluhan masyarakat,” kuncinya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/