32 C
Manado
Jumat, 4 Desember 2020

Ekspor-New Normal Dorong PE Sulut

MANADO — Penerapan new normal dan ekspor perikanan dan komoditi pertanian langsung ke Jepang, cukup mendorong pertumbuhan ekonomi (PE) Sulut. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kamis (5/11) kemarin, triwulan tiga PE Sulut terkontraksi -1,38 persen. Kontraksi tersebut lebih kecil dibandingkan triwulan sebelumnya -3,89% (yoy).

Plt Kepala BPS Sulut Olga Regar MSi, menyebutkan PE Sulut masih lebih baik dari nasional yang terkontraksi -3,49 persen. Di mana secara kumulatif dari triwulan satu sampai dengan tiga 2020 PE Sulut mengalami kontraksi -0,57 persen dibandingkan 2019.

Regar pun menyebutkan dari 17 lapangan usaha, ada delapan yang pertumbuhannya positif. Antara lain jasa informasi dan komunikasi, pengadaan listrik, pengadaan air, industri pengolahan, pertanian, perikanan dan kehutanan, jasa keuangan, real estate dan pendidikan. Sementara yang negatif adalah penyediaan akomodasi makan minum, jasa lainnya, pergudangan, jasa perusahaan, konstruksi, pertambangan, perdagangan, administrasi pemerintahan dan kesehatan, (lihat grafis).

“Dari sembilan yang bertumbuhannya minus, tiga diantaranya paling terpukul. Antara lain akomodasi, jasa lainnya dan transportasi. Semua itu berhubungan erat dengan aktivitas pariwisata, yang memang sangat terpukul akibat Covid-19,” katanya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap optimis, kedepannya PE Sulut akan semakin membaik, seiring dengan membaiknya aktifitas masyarakat.

Terpisah, Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat menambahkan dari sisi pengeluaran, kontraksi terjadi pada seluruh komponen dengan konsumsi pemerintah dan investasi menjadi komponen dengan kontraksi terdalam. Konsumsi pemerintah tercatat terkontraksi sebesar 8,60% (yoy) lebih dalam dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 4,36% (yoy). Penurunan realisasi belanja pegawai, belanja barang dan jasa APBD serta penurunan belanja barang jasa APBN di Sulut menyebabkan output konsumsi pemerintah belum optimal.

“Selain itu, proses realokasi anggaran termasuk pengesahannya yang memakan waktu diperkirakan berkontribusi pada tertundanya realisasi anggaran pemerintah daerah. Kinerja belanja pemerintah yang belum optimal pada triwulan III berkontribusi pada kontraksi perekonomian Sulut sebesar 1,34% (yoy),” katanya.

Sementara, lanjutnya, Pembentukan Modal tetap Bruto (PMTB) atau Investasi tercatat terkontraksi sebesar 4,27% (yoy) lebih rendah dibandingkan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 8,41% (yoy). Adanya perbaikan kinerja investasi terutama didorong oleh investasi swasta, antara lain diindikasikan investasi PMA di Sulut yang tercatat tumbuh 21,08% (yoy) pada triwulan III 2020. Namun demikian, kontraksi realisasi investasi PMDN sebesar 65,28% (yoy) menahan kinerja investasi untuk tumbuh positif, demikian pula halnya pelaksanaan realokasi anggaran pemerintah dalam rangka penanganan pandemi yang menyebabkan penurunan belanja modal pemerintah pusat maupun daerah sehingga belum mampu menjadi faktor pendorong investasi.

Dia melanjutkan, konsumsi Rumah Tangga dan ekspor menunjukan perbaikan pada triwulan III 2020. Konsumsi Rumah tangga terkontraksi sebesar 1,09% (yoy) membaik dibandingkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 6,28% (yoy). Perbaikan konsumsi rumah tangga sejalan dengan perbaikan aktivitas sosial ekonomi masyarakat sebagaimana ditunjukan tren positif google mobility index Sulawesi Utara. Keyakinan konsumen juga menunjukan perbaikan sebagaimana ditunjukan rata-rata IKK yang sudah kembali berada diatas 100. Sementara itu, ekspor terkontraksi sebesar 3,77 % (yoy) membaik dibandingkan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang mencapai 5,04% (yoy).

Menurutnya, membaiknya ekspor luar negeri pada komoditas perikanan dan minyak nabati menjadi faktor pendorong perbaikan ekspor di tengah ekspor antara daerah yang kontraktif. Ke depan, Bank Indonesia optimis perbaikan perekonomian Sulut akan terus berlanjut. Aktivitas masyarakat di luar rumah telah menunjukkan tren kenaikan dan mulai mendekati kondisi sebelum Covid-19.

Hutabarat menekankan, optimisme perbaikan ekonomi juga didorong dengan pengendalian Covid-19 yang semakin baik. Sedangkan risiko lambatnya pemulihan ekonomi perlu dimitigasi dengan kecepatan penyerapan stimulus fiskal daerah, dan peningkatan penyaluran kredit terutama pada UMKM.

“Menyikapi tantangan dan risiko ini, Bank Indonesia akan tetap memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah mendukung pembukaan dan pemulihan sektor produktif strategis dengan menerapkan protokol new normal, memberi dukungan sistem pembayaran non tunai untuk realisasi program jaring pengaman sosial bagi kelompok miskin dan rawan miskin, serta mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi khususnya kegiatan UMKM di Sulawesi Utara,” tutupnya.(*)

-

Artikel Terbaru

Oktober, Neraca Perdagangan Sulut Surplus 563,9 Miliar

MANADOPOST.ID—Hingga Oktober tahun ini, Sulawesi Utara (Sulut) masih tetap konsisten menjaga kestabilan neraca perdagangan. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Rabu (2/12) lalu

Desa Wisata Candirejo Borobudur Tawarkan Sensasi Budaya Jawa

Salah satu desa wisata tradisional yang terkenal #DiIndonesiaAja adalah Desa Penglipuran, Bali. Nah, selain itu, masih banyak desa wisata tradisional lain, termasuk yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Kios UMKM Sediakan Beragam Kue Natal

MANADOPOST.ID— Bagi Anda yang masih bingung untuk mencari kue natal, Kios UMKM menjadi pilihan yang tepat.

Desa Wisata Penglipuran Batasi Kapasitas Pengunjung Hingga 50%

Selalu ada hal menarik untuk diceritakan mengenai Pulau Dewata Bali, salah satunya adalah Desa Penglipuran yang terletak di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali.

Umat Muslim Manado: Terima Kasih Olly-Steven dan AA-RS

MANADOPOST.ID—Masih dalam rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW, relawan Bravo New pasangan calon (Paslon) Pilkada Sulut, Olly Dondokambey-Steven Kandouw