31 C
Manado
Rabu, 28 Oktober 2020

Harga Bapok Masih Fluktuatif

MANADOPOST.ID— Dua bulan menjelang Natal, kenaikan harga bahan pokok dan beberapa kelompok makanan lainnya sudah mulai terlihat. Seperti pantauan Manado Post, Selasa (6/10) kemarin. Di Pasar Pinasungkulan dan Bersehati. Perbandingan harga terlihat selang September dan Oktober, (lihat grafis).

Adi, salah satu pedagang Barito yang ditemui di Pasar Pinasungkulan, mengaku, peningkatan harga terjadi akibat kurangnya pasokan yang masuk. “Khusus untuk Barito, harganya memang tidak stabil. September lalu sempat turun, tapi awal Oktober kembali naik,” akunya.

Dia membeber, semua bahan dapur yang dijualnya tersebut, dipasok dari dua daerah. Yakni Gorontalo dan Surabaya. “Untuk cabe rawit saya ambilnya dari Gorontalo dan juga Surabaya,” bebernya, sembari menambahkan, kenaikan harga yang terjadi tidak lantas membuat pembeli berkurang. “Harganya naik tapi tidak signifikan. Jadi tetap dibeli. Karena kebutuhan sehari- hari,” katanya.

Senada dikatakan Anisa, pedagang di Pasar Bersehati Manado. Menurutnya, cabe rawit memang mengalami kenaikan yang signifikan. “September Rp35 ribu per Kg. Saat ini sudah Rp50 per Kg. Kami, pedagang mengikuti harga dari pemasok. Jika mereka naik, kami pun ikut naik,” sebutnya.

Dia tak menampik, kenaikan harga ikut mempengaruhi jumlah takaran yang dibeli.  “Semakin naik harganya, semakin sedikit yang dibeli. Tapi tidak semua. Ada juga masyarakat yang tetap membeli dalam jumlah banyak meskipun harganya naik. Tergantung ekonomi masing- masing,” katanya.

Dia pun berharap, Desember nanti, pemerintah bisa menekan harga di pasaran, agar tidak terjadi kenaikan harga. “Biasanya Desember semua harga naik. Karena pasokan kurang, permintaan banyak. Semoga saja, tahun ini, persoalan itu bisa teratasi,” harapnya.

Di sisi lain, Ekonom Sulut Dr Robert Winerungan menekankan, kenaikan harga tersebut harus menjadi perhatian bersama, agar tidak akan terjadi inflasi. “Kenaikan harga bisa sebabkan inflasi, dan menganggu perekonomian. Sehingga harus menjadi perhatian bersama,” tutupnya.

Diketahui, sebelumnya, BPS Sulut membeber, September lalu, Sulut yang diwakili oleh Kota Manado mengalami deflasi sebesar 0,36 persen, dan Kotamobagu 0,33 persen. Deflasi tersebut didorong oleh angkutan udara dan harga pangan. (ayu)

-

Artikel Terbaru

Milenial BMR Siap Menangkan Olly-Steven

MANADOPOST.ID—Arus dukungan terhadap Paslon Petahana Sulut, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) di Pilkada Sulut 2020, terus bergelombang.

Paruntu-Panambunan Siap Menangkan Olly-Steven dan AA-RS

MANADOPOST.ID—Arus dukungan terus berdatangan kepada pasangan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw. Kini kembali terbentuk satu lagi dukungan datang dari kaum milenial, yakni Jaringan Anak Milenial (JAM) Sulut Hebat.

HR Hadiri Konsolidasi Internal Partai Nasdem Bitung

Calon Wakil Gubernur Sulut Dr Hendry CM Runtuwene STh MSi, Selasa (27/10) menghadiri Konsolidasi Internal Partai Nasdem Kota Bitung bertempat di Kelurahan Sagrat, Kecamatan Matuari.

Warga Minut Kepulauan Antusias Sambut VAP

Calon gubernur dan wakil gubernur Sulut, Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP) dan Dr Hendry Runtuwene STh (HR), terus mendapat dukungan.

Samsung Home Appliances Hadirkan Solusi Hidup Sehat

MANADOPOST.ID—Samsung Electronics Indonesia hari ini resmi meluncurkan rangkaian Home Appliances terbaru untuk mendukung konsumen Indonesia yang kini melakukan sebagian besar kegiatan di rumah. Samsung Refrigerator Multidoor RF60 ciptakan kemudahan penyimpanan banyak bahan makanan dengan pengaturan suhu spesifik sesuai tipe makanan untuk menjaga kesegarannya.