25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

75 Ton Sabut Kelapa Berangkat Korsel

MANADO— Kurang lebih 75 ton sabut kelapa atau cocopead asal Sulut berangkat menuju Korea Selatan.

Kepala Karantian Pertanian Manado Donni Muksydayan Saragih menjelaskan sebelum diberangkatkan melalui Pelabuhan Bitung Selasa (2/5) lalu, seluruh komoditas tersebut telah melewati serangkaian tindakan karantina tumbuhan.

“Hal ini sesuai dengan persyaratan negara tujuan, dan setelah dinyatakan sehat dan aman kami menerbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan atau Phytosanitari Certificate (PC),” ungkapnya Sabtu (6/2) lalu.

Lanjutnya, produk turunan komoditas kelapa yang dahulu merupakan limbah ini kini menjadi komoditas pertanian unggulan ekposr baru asal Sulut. “Kami mengapresiasi hadirnya ragam komoditas ekspor baru ini dan siap mengawal dengan memberikan fasilitasi perkarantinaan untuk proses ekspornya,” timpanya.

Kata dia, berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Badan Karantina Pertanian (Barantan) pada tahun 2020 tercatat ekspor cocopead asal Indonesia sebanyak 20 ribu ton, dengan tujuan negara Cina, Jepang, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.

“Ini merupakan angin segar bagi petani dan industri Kelapa di Sulut, semoga dengan produk yang terjamin produksi dapat terus bertumbuh,” ucapnya.

Dia melanjutkan untuk mendukung keberlanjutan dan standard mutu produk turunan kelapa ini, pihaknya akan melakukan sinergi dengan berbagai instansi, antara lain Bank Indonesia Sulut, Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha Industri Kecil Menengah (IKM).

“Skema ini berupa penyediaan fasilitas olahan sabut sederhana dan kami dari Karantina Pertanian yang nanti akan memberikan pendampingan teknis agar produknya dapat diekspor,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Barantan, Ali Jamil menyebutkan ekspor produk dalam bentuk olahan menjadi pilihan terbaik saat ini.

“Selain bernilai tambah, tahan lama dan mudah mengemasnya. Sulut sudah menerapkan hal ini pada komoditas kelapa, tentu harapannya kedepan juga dilakukan pada komoditas pertanian segar unggulan ekspor lainnya,” singkatnya. (asr)

Artikel Terbaru