26C
Manado
Minggu, 28 Februari 2021

Masyarakat Segera Bisa Beli Saham BSG, Dirut: 2 Tahun Lagi Go Public

MANADOPOST.ID—Jika tidak ada aral melintang, dua tahun lagi PT Bank Pembangunan Daerah Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo (BSG) akan segera go public. Artinya masyarakat sudah bisa membeli saham ‘Torang pe Bank’ tersebut melalui Bursa Efek.

Kepastian ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) BSG Jeffry Dendeng. “Untuk bisa go public membutuhkan proses. Saat ini semuanya masih dalam proses perampungan. Mudah-mudahan dua tahun lagi sudah bisa go public,” harapnya.

Lantas, berapa lamakah waktu yang diperlukan perusahaan agar bisa go public?

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulut Mario Iroth menyebutkan, waktu yang dibutuhkan untuk go-public, masing-masing perusahaan relatif kepada kesiapannya. Sampai pada 2020, rata-rata perusahaan membutuhkan 3 bulan sampai 12 bulan sejak internalnya sepakat untuk go-public.

Dia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat proses go public cepat adalah OJK. Dia mencontohkan, proses Initial Public Offering (IPO) dengan PT Transkon Jaya, memberikan masukan untuk tidak terburu-buru ketika pasar saham lagi berfluktuasi tinggi di Kwartal I 2020)

“Sehingga, bisa jadi BSG sudah siap, tapi ada kemungkinan, profesi penunjang dan regulator bisa memberi masukan untuk menantikan momen IPO saat pasar saham kondusif,” katanya.

Iroth menggambarkan, saat ini, fluktuasi saham sudah lebih baik di banding kwartal I 2020. Sehingga, dia meyakini, tingginya pertambahan investor domestik dan pelaksanaan electronic-IPO, membuat pekerjaan profesi penunjang/penjamin emisi BSG nanti jadi lebih mudah untuk memastikan penawaran sahamnya di serap investor.

“Dilihat dari kondisi perekonomian yg bisa recovery, pertumbuhan investor domestik (sisi demand), pasar saham global, sangat baik untuk moment go-public,” tekannya.

Di sisi lain, Ekonom Sulut Dr Robert Winerungan, menyarankan, jika sudah go public BSG harus memperhatikan manajemen risiko serta aktivitas usaha. “Karena BSG bergerak di bisnis perbankan,” sarannya.

Dia mengakui, bukan hal yang mudah mendapatkan modal untuk menambah dana. Karena, jika go public sahamnya sudah diperdagangkan secara luas melalui Bursa efek. Artinya semakin banyak mata yang mengawasi melului para pemegang saham termasuk calon investor. ” Tapi secara potensi ini sangat baik, karena saat ini masyarakat, khususnya kaum milenial sudah berinvestasi melalui jual beli saham,” kunci Doktor Lulusan Unhas tersebut. (ayu)

Artikel Terbaru