27C
Manado
Rabu, 14 April 2021

77.996 Warga Sulut Belum Rekam KTP

MANADOPOST.ID—Hingga pekan pertama April, jumlah masyarakat Nyiur Melambai, yang sudah melakukan perekaman KTP sebanyak 1.925.769 jiwa. Dari total Wajib KTP (WKTP) sebanyak 2.003.765. Artinya masih 77.996 WKTP yang belum melakukan perekaman.

Hal ini dibeberkan, Kasie Pengelolaan Informasi Administrasi Kependuduksn dan Pemanfaatan Data Dukcapil dan KB Sulut, Drs Tonny Chrstian Panungkelan. Dia menuturkan, tahun ini pemerintah pusat memberikan target realisasi perekaman KTP harus mencapai 98 persen.

“Untuk Sulut sendiri realisasinya sudah hampir capai. Tinggal 3,89 persen yang belum lalukan perekaman. Realisasi kita lebih tinggi dari realisasi nasional, “sebutnya, di sela Kegiatan FGD yang diprakarsai BPS Sulut, beberapa waktu lalu.

Dia pun menekankan. saat ini perekaman KTP sudah sangat mudah. Bahkan Dukcapil sudah menyiapkan perekaman berbasis online. ” Sekarang proses perekaman itu mudah. Hasilnya hanya beberapa jam langsung jadi,” tekannya.

Sehingga, dia mengimbau, untuk semua orang tua yang sudah memiliki anak berusia 17 tahun lebih satu hari, untuk segera mengunjungi Dukcapil dan melakukan perekaman.

“Karena KTP ini sangat perlu, untuk menunjang data setiap warga negara. Apalagi saat ini pemerintah sedang menggaungkan satu data indonesia. Jadi lakukan perekaman KTP sesuai dengan wilayah domosili masing-masing, ” ajaknya, sembari meminta, seluruh petugas Dukcapil di masing-masing daerah untuk terus proaktif. “Kita harus jemput bola. Agar target yang diberikan nasional bisa terealisasi, ” tukasnya.

Imbauan ini pun direspon positif.Kepala Disdukcapil Bolmong Iswan Gonibala mengatakan, saat ini jumlah rekam KTP sudah mencapai 90,6 persen dari jumlah WKTP di Bolmong. “Yang sudah merekam KTP sebanyak 168.717 orang,” sebutnya.

Untuk lebih memaksimalkan pelayanan, pihaknya pun akan turun hingga ke desa-desa terkait perekaman KTP. “Iya, rencananya bulan April ini kita akan turun ke desa-desa untuk memaksimalkan pelayanan,” ujarnya.

Lanjut dia, program pelayanan ke desa tersebut rutin dilakukan tiap tahunnya. “Jadi kita istilahnya jemput bola, supaya masyarakat tidak jauh lagi untuk mengurus,” imbuhnya. Pelayanan ke desa pun disesuaikan dengan jumlah wajib KTP yang belum merekam.
“Jadi, kita akan lihat di desa paling banyak belum rekam KTP lalu kita akan fokuskan di situ,” kuncinya. (ayu)

Artikel Terbaru