alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

April,  Nilai Ekspor Nonmigas Capai Satu Triliun

MANADOPOST.ID—Di tengah kondisi perlambatan ekonomi di tingkat global yang dikarenakan Covid-19, nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara (Sulut)  masih terbilang baik.

Dari data yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  Sulut Ateng Hartono,  April lalu,  realisasi nilai eskpor nonmigas mencapai 75,40 juta USD,  atau setara dengan Rp1.056.489.720.000.

Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan Maret yang menyentuh angka 78,71 juta USD atau setara dengan Rp1.102.868.778.000 (kurs 14 ribu,  Minggu 7/6).

“Dibandingkan Maret memang mengalami penurunan.  Tapi secara year on year (yoy), nilai ekspor Sulut mengalami peningkatan sebesar 34,67 persen. Dimana,  penyumbang  nilai terbesar adalah komuditas lemak dan minyak hewan/nabati.  ” Sekira 36,15 juta dengan persentase 47,95 dari total ekspor, “katanya.

Hartono pun menyebutkan,  ekspor menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi (PE) pada triwulan satu.

Dia membeber selang Januari hingga Maret realisasi ekspor terus menunjukan tren posotif.  Dimana 48,10 persen disumbangkan oleh HS 15 yaitu lemak dan minyak nabati. Sementara 16 persen nerasal dari perhiasan/permata (HS 71).

“Dua komoditi tersebut mampu menyumbang sekitar 64 persen. Sementara produk lain,  seperti ikan dan udang 8,9 persen, daging dan ikan olahan 5,9 persen,  kopi dan rempah-rempah 5,8 persen, ” bebernya.

Sememtara dari sisi impor,  sedikit mengalami kenaikan dibandingkan Maret.  “Untuk impor April mencapai 11,64 juta USD.  Naik 42,30 persen dibandingkan Maret,” katanya.

Dia pun optomis,  jika KEK Likupang sudah bisa dimanfaatkan dengan maksimal,  akan mampu mendorong ekspor sistem jasa.  Dengan begitu,  nilai ekspor Sulut akan jauh lebih meningkat dibandingkan saat ini.  ” KEK Likupang sangat berpotensi mendorong ekspor.  Jika sudah oke,  pasti ekspor kita terus meningkat, ” yakinnya.

Di sisi lain,  Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut Henry Kaitjily pihaknya terus menggenjot pembangunan KEK.  Dia mengatakan, pengembangan KEK bertujuan meningkatkan investasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri dan jasa pariwisata bertaraf internasional.

“Pengembangan KEK yang berdaya saing, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta masyarakat sekitar KEK tersebut berada,” imbuhnya.

Sebagai penerima manfaat terbesar dalam pengembangan KEK, Kaitjily mengharapkan agar memiliki komitmen kuat mendukung pengembangan dengan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk berinvestasi di Kawasan.

“Misalnya, menerbitkan peraturan terkait pengurangan pajak dan retribusi daerah, atau mengenai penyederhanaan perizinan berusaha di KEK, atau tentang penataan wilayah (RDTR) di sekitar KEK,” jelasnya.

Kaitjily mengatakan, di KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, entertainment dan MICE. Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. Tenaga kerja yang akan terserap ditargetkan sebanyak 65.300 orang.

“KEK Likupang direncanakan akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun sekira 92,89 hektare pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020-2023. Jadi, total target investasi sebesar Rp 164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama. Sedangkan, target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp 750 miliar,” tandasnya. (ayu)

MANADOPOST.ID—Di tengah kondisi perlambatan ekonomi di tingkat global yang dikarenakan Covid-19, nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara (Sulut)  masih terbilang baik.

Dari data yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  Sulut Ateng Hartono,  April lalu,  realisasi nilai eskpor nonmigas mencapai 75,40 juta USD,  atau setara dengan Rp1.056.489.720.000.

Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan Maret yang menyentuh angka 78,71 juta USD atau setara dengan Rp1.102.868.778.000 (kurs 14 ribu,  Minggu 7/6).

“Dibandingkan Maret memang mengalami penurunan.  Tapi secara year on year (yoy), nilai ekspor Sulut mengalami peningkatan sebesar 34,67 persen. Dimana,  penyumbang  nilai terbesar adalah komuditas lemak dan minyak hewan/nabati.  ” Sekira 36,15 juta dengan persentase 47,95 dari total ekspor, “katanya.

Hartono pun menyebutkan,  ekspor menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi (PE) pada triwulan satu.

Dia membeber selang Januari hingga Maret realisasi ekspor terus menunjukan tren posotif.  Dimana 48,10 persen disumbangkan oleh HS 15 yaitu lemak dan minyak nabati. Sementara 16 persen nerasal dari perhiasan/permata (HS 71).

“Dua komoditi tersebut mampu menyumbang sekitar 64 persen. Sementara produk lain,  seperti ikan dan udang 8,9 persen, daging dan ikan olahan 5,9 persen,  kopi dan rempah-rempah 5,8 persen, ” bebernya.

Sememtara dari sisi impor,  sedikit mengalami kenaikan dibandingkan Maret.  “Untuk impor April mencapai 11,64 juta USD.  Naik 42,30 persen dibandingkan Maret,” katanya.

Dia pun optomis,  jika KEK Likupang sudah bisa dimanfaatkan dengan maksimal,  akan mampu mendorong ekspor sistem jasa.  Dengan begitu,  nilai ekspor Sulut akan jauh lebih meningkat dibandingkan saat ini.  ” KEK Likupang sangat berpotensi mendorong ekspor.  Jika sudah oke,  pasti ekspor kita terus meningkat, ” yakinnya.

Di sisi lain,  Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut Henry Kaitjily pihaknya terus menggenjot pembangunan KEK.  Dia mengatakan, pengembangan KEK bertujuan meningkatkan investasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri dan jasa pariwisata bertaraf internasional.

“Pengembangan KEK yang berdaya saing, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta masyarakat sekitar KEK tersebut berada,” imbuhnya.

Sebagai penerima manfaat terbesar dalam pengembangan KEK, Kaitjily mengharapkan agar memiliki komitmen kuat mendukung pengembangan dengan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk berinvestasi di Kawasan.

“Misalnya, menerbitkan peraturan terkait pengurangan pajak dan retribusi daerah, atau mengenai penyederhanaan perizinan berusaha di KEK, atau tentang penataan wilayah (RDTR) di sekitar KEK,” jelasnya.

Kaitjily mengatakan, di KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, entertainment dan MICE. Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. Tenaga kerja yang akan terserap ditargetkan sebanyak 65.300 orang.

“KEK Likupang direncanakan akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun sekira 92,89 hektare pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020-2023. Jadi, total target investasi sebesar Rp 164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama. Sedangkan, target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp 750 miliar,” tandasnya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/