29C
Manado
Sabtu, 6 Maret 2021

Keluarkan Lima Kebijakan, BI Optimis PE Sulut Positif 2021

MANADOPOST.ID–Meskipun ‘Teror’ Covid-19, masih belum berakhir. Namun 2021 ini, Sulawesi Utara (Sulut) optimis memproyeksikan jika pertumbuhan ekonomi (PE) akan berada di angka 4 hingga 5 persen. Optimisme ini disampaikan langsung Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat.

“Kita harus bersinergi membangun optimisme pembangunan ekonomi terutama ekonomi nasional yang terdampak dari pandemi Covid-19. BI secara nasional optimis 5,1 persen, dan untuk BI Sulut 4-5 persen,” sebutnya di sela kegiatan Media Briefing Kondisi Makroekonomi Sulut 2020, kemarin.

Namun, dia menekankan, proyeksi tersebut bisa terealisasi tergantung dari kesuksesan semua pihak dalam menjalankan vaksinasi dan kedisiplinan protokol kesehatan. “Karena tidak ada gunanya semua kebijakan dijalankan, jika upaya untuk menekan penyebaran Covid-19, tidak maksimal. Itu adalah persyaratan utama,” tekannya.

Arbonas pun menyebutkan beberapa faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi 2021. Antara lain pertanian, konstruksi, industri, transportasi, perdagangan, peningkatan belanja pemerintah, jasa komunikasi, digitalisasi dan beberapa faktor lainnya.

Selain itu, lanjutnya, menurut data, ekonomi dunia pun akan mengalami pertumbuhan. Yang secara tidak langsung akan membuat beberapa negara seperti Jepang, China, India, Amerika, Eropa, dan negara besar lainnya akan mengalami pertumbuhan ekonomi.

“Jika negara-negara ini ekonomi akan meningkat, dampaknya akan ke Indonesia termasuk Sulut, karena pasar ekspor akan terbuka permintaan akan banyak, sehingga bisa mendorong peningkatan pendapatan,” jelasnya.

Dia pun membeber, tahun ini, BI akan menjalankan 5 kebijakan penting yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Mulai dari Pembukaan sektor produktif dan aman hingga digitalisasi UMKM.

“Lima kebijakan ini akan menjadi fokus kami di tahun ini. Tentunya dengan sinergitas berbgai pihak. Mulai dari pemerintah provinsi hingga 15 Kabupaten/Kota,” tekannya.
Tidak hanya itu, dia menegaskan, hal yang tidak kalah penting adalah serapan anggaran pemerintah.

Sehingga, untuk memastikan serapan APBD terealiaasi dengan baik, pihaknya akan rutin melakukan FGD dengan melibatkan stakeholder terkait. ” Serapan belanja pemerintah harus berjalan dengan baik. Karena itu juga merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Nantinya kami akan membuat FGD, untuk mengawasi realiasi serapan tersebut,” katanya memastikan

Dia menambahkan, untuk program digitaliaasi, di tahun ini pihaknya akan menambah 45 ribu merchant yang akan disebarkan di 15 Kabupaten/Kota. “Kami sedang mengupayakan agar triwulan satu segera MoU dengan Pemprov untuk tim percepatan digitalisasi keuangan daerah. Sehingga semua transaksi keuangan daerah baik di provinsi dan Kabupaten/Kota sudah dilakukan secara digital,” katanya.

Dia pun berharap, semua kebijakan yang akan dijalankan bisa membuat pertumbuhan ekonomi positif, serta menjaga inflasi. “Inflasi pun kami proyeksikan akan berada di angka yang masih relatif aman. Yang paling penting ada kerjasama semua pihak untuk mensukseskan vaksinasi dan mencegah penularan Covid-19,” tutupnya. (ayu)

Artikel Terbaru