32C
Manado
Kamis, 15 April 2021

Lebih Ekonomis, Kenali Listrik Pintar PLN dan Keunggulannya

MANADOPOST.ID – Saat ini sistem listrik prabayar makin banyak digunakan oleh rumah tangga di Indonesia. Listrik Prabayar atau yang dikenal dengan sebutan listrik pintar merupakan pembayaran listrik dengan cara prabayar. Sistem menggunakan listriknya cukup dengan membeli token atau pulsa listrik.

“Memang sistem listrik prabayar akan memudahkan pelanggan mengontrol pemakaian daya listrik di rumah mereka. Seperti halnya pulsa isi ulang pada telepon seluler, pada sistem listrik pintar, pelanggan terlebih dahulu membeli pulsa (voucher atau token) listrik isi ulang melalui gerai ATM atau mobile banking. Dengan begitu, pelanggan dapat mengetahui secara persis dan real time penggunaan listrik di rumah setiap saat dan kapan saja, serta dapat mengoptimalkan konsumsi listrik dengan mengatur sendiri jadwal dan jumlah pembelian listrik,” kata Galih Chrissetyo, Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW Suluttenggo.

Ia menambahkan, selain itu juga di tengah pandemi Covid-19 ini masyarakat akan lebih mudah dalam hal transaksi pembayaran dengan pembelian token secara online.

Dirinya menjelaskan bahwa token atau pulsa listrik yang terdiri dari 20 digit angka ini dimasukkan (diinput) ke dalam kWh meter khusus yang disebut meter prabayar (MPB). Layar MPB akan menyajikan sejumlah informasi penting yang langsung bisa diketahui dan dibaca oleh pelanggan terkait dengan penggunaan listriknya, seperti:

Informasi jumlah energi listrik (kWH) yang dimasukkan (diinput).

Jumlah energi listrik (kWH) yang sudah terpakai selama ini.

Jumlah energi listrik yang sedang terpakai saat ini (real time).

Jumlah energi listrik yang masih tersisa.

Kata Galih, persediaan kWh tersebut bisa ditambah berapa saja dan kapan saja sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Jika energi listrik yang tersimpan di MPB sudah hampir habis, maka MPB akan memberikan sinyal awal agar segera dilakukan pengisian ulang.

Terkait sering muncul pertanyaan masyarakat apakah menggunakan listrik pintar jauh lebih mahal dari pada pasca bayar, pihaknya mengatakan hal tersebut adalah informasi yang tidak benar, justru dengan listrik pintar tidak dikenakan biaya abodemen dan masyarakat bisa mengatur pemakaian listriknya sesuai dengan pola pemakaian.

Oleh karena itu dirinya mengajak, bagi pelanggan pasca bayar mari bermigrasi ke listrik prabayar, selain mudah juga terhindar dari pemutusan, bahkan pembongkaran Kwh meter bagi pelanggan yang menunggak. “Jika menggunakan listrik pintar pelanggan tidak perlu khawatir akan diputus apabila belum membayar listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya,” ucap Galih.

Sementara itu, Manager Komunikasi PLN UIW Suluttenggo Marthen Salmon mengungkapkan keunggulan dari listrik pintar/pra bayar. Keunggulan tersebut, yakni

1. Pelanggan lebih mudah mengendalikan pemakaian listrik melalui meter elektronik prabayar, pelanggan dapat memantau pemakaian listrik sehari-hari dan setiap saat. Di meter tersebut tertera angka sisa pemakaian kWh terakhir. Bila dirasa boros, pelanggan dapat mengerem pemakaian listriknya.

2. Pemakaian listrik dapat disesuaikan dengan anggaran belanja dengan nilai pulsa listrik (voucher) bervariasi mulai Rp 20 ribu – Rp 1 juta. Dengan demikian, memberikan keleluasaan bagi pelanggan dalam membeli listrik sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan (lebih terkontrol dalam mengatur anggaran belanja keluarga)

3. Tidak akan terkena biaya keterlambatan.

Tidak ada lagi biaya tambahan bayar listrik dikarenakan terbebani biaya keterlambatan akibat lupa bayar tagihan listrik

4. Privasi lebih terjaga.

5. Listrik Pintar tidak akan membuat pelanggan menunggu dan membukakan pintu untuk petugas pencatatan meter , karena meter prabayar secara otomatis mencatat pemakaian listrik pelanggan (akurat dan tidak ada kesalahan pencatatan meter).

6. Jaringan luas pembelian token atau pulsa listrik. Saat ini pembelian token atau pulsa listrik (voucher) pintar sudah bisa didapatkan di lebih dari 30 ribu ATM di seluruh Indonesia. Selain itu bisa juga didapatkan di loket pembayaran listrik online, mobile banking atau E- Commerce.

7. Aman dari Bahaya

Listrik prabayar memiliki sistem sendiri. Saat ada masalah pada listrik akan ada indikator yang muncul.

“Dengan begitu, masyarakat akan terbebas dari bahaya konsleting listrik hingga kebakaran. Tak hanya itu saja, sistem listrik prabayar tidak mudah dibobol karena 20 digit token pulsa hanya bisa diisikan pada satu meteran saja,” tukasnya. (Lina Pendong)

Artikel Terbaru