alexametrics
29.4 C
Manado
Selasa, 19 Oktober 2021
spot_img

NTP Sulut Berangsur Naik

MANADOPOST.ID—Sektor pertanian memang masih yang paling kuat di tengah yang lainnya. Hal ini pun mendorong naiknya angka Nilai Tukar Petani (NTP).

Berdadarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Agustus lalu, NTP Sulut bertengger di angka 98,27 persen. Naik 0,15 persen dibadingkan periode sebelumnya.

Kepala BPS Sulut, Dr Ateng Hartono menilai, kenaikan NTP ini disebabkan oleh  menurunnya harga barang  konsumsi rumah tangga.

Sementara, terakit Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP), lanjutnya, mengalami penurunan 0,21 persen dari nilai 98,52 di bulan Juli menjadi 98,31 di Agustus. Dia menekankan,  meskipun naik, NTP Sulut masih di bawah angka nasional.

“Secara nasional, NTP  Agustus 2020 sebesar 100,65 atau naik 0,56 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,39 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar  Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,17 persen,” jelasnya.

Sehingga, akumulasi, NTP Nasional Januari–Agustus 2020 sebesar 101,21  dengan nilai It sebesar 106,84 sedangkan Ib sebesar 105,55. NTP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dan dinyatakan dalam persentase.

Hartono pun menegaskan, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur  kemampuan tukar produk yang dihasilkan serta dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.

“Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik,” jelas Ateng.

Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Dimana, komponen Ib hanya terdiri dari Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Dengan dikeluarkannya konsumsi rumah tangga dari komponen indeks harga yang dibayar petani (Ib), NTUP dapat lebih mencerminkan kemampuan produksi petani, karena yang dibandingkan hanya produksi dengan biaya produksinya.(ayu)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru