alexametrics
29.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Cerita Sukses Owner Pertashop Desa Dimembe Robby Mamahit

Di usia yang sudah 57 tahun, Robby Mamahit bertekad untuk menggeliatkan perekonomian daerah. Berangkat dari misi untuk memberikan layanan energi lebih dekat dengan masyarakat. Robby Mamahit, sukses mendirikan Pertashop di Desa Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara

Laporan: Ayurahmi Rais, Minahasa Utara

TIDAK butuh waktu lama, Pertashop miliknya menjadi yang terbaik di Sulawesi Utara (Sulut) dengan penjualan yang mencapai 1.000 liter per hari dan pendapatan yang mencapai Rp270 juta per bulan. Sejak dibuka Desember 2020, Pertashop milik Robby sudah melakukan ekspansi binsis lain, dengan mendirikan salah satu Ritel tepat di samping Pertashop, yang diberi nama Frizmart.

Kesuksesan Robby Mamahit dalam mengembangkan bisnis Pertashop di Desa Dimembe, Kabupaten Minut, menjadi bukti bahwa perpanjangan tangan PT Pertamina (Persero) untuk mendistribusikan energi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas tersampaikan dengan baik.

Jika sebelumnya masyarakat yang ada di pedalaman harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mendapatkan BBM. Dengan adanya Pertashop masyarakat bisa mendapatkan ketersediaan energi lebih muda dan semakin dekat.

 

Proses pengisian BBM dari tangki menuju Modula Pertashop.

Robby secara ekslusif kepada Manado Post mengaku tidak pernah membayangkan jika usaha Pertashop yang berdiri di atas lahan 250 Meter Persegi (m2) tersebut bisa berkembang pesat hanya dalam empat bulan. Dia menuturkan awalnya mendapatkan ide untuk mendirikan Pertashop tersebut kaena mendapat informasi dari teman dan website.

“Investasinya sangat ringan menurut saya, dengan pasar yang jelas, Pertashop sangat menjanjikan dapat balik modal dalam waktu yang singkat” ujarnya. Hal yang membuat ia yakin adalah Pertashop menjual BBM yang terjamin kualitasnya karena dipasok langsung dengan mobil tangki dari Pertamina. Selain itu, harganya lebih murah daripada bensin eceran dengan kualitas yang lebih baik sekelas Pertamax dengan harga setara di SPBU yakni Rp 9.200,” ceritanya.

Lelaki berusia 57 tahun tersebut pun bercerita, proses pendaftaran Pertashop sangat mudah, cepat dan transparan. Hanya butuh waktu dua bulan. Meskipun tidak dipungkiri, butuh proses untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. “Masyarakat awalnya bingung, mereka pikir ini sama dengan Pertamini lainnya. Tapi setelah mereka melihat ada truk tangki Pertamina yang ngisi, harga kita tidak mainkan, akhirnya mereka percaya dan terbiasa mengisi di Pertashop kita,” kenangnya.

Lanjutnya, saat ini Pertashop miliknya beroperasi 1×24 jam. Dengan mempekerjakan tiga orang secara bergantian. Dengan aturan shift pagi sampai siang, siang sampai sore, dan sore sampai malam. Dia menyebutkan, sampai saat ini penjualan per harinya mencapai 1.000 liter dengan omzet berkisar antara Rp250-270 juta per bulannya. Dengan keuntungan tersebut ia putar kembali dengan membeli lahan disebelah Pertashop untuk membangun Minimarket yang diberi nama Frizmart, Enduro Express (tempat ganti oli resmi Pertamina) dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Pertashop Dimembe milik Robby Mamahit.

Yang semakin menyempurnakan layanan yang ada. Sehingga masyarakat setempat tidak hanya datang membeli BBM, tapi juga kebutuhan pokok sehari- hari dan melakukan transaksi.

“Pertashop ini sudah sama dengan SPBU. Semuanya lengkap. Bisa membeli Bright Gas, ganti oli dan lain- lain. Dia pun berpesan bagi calon pengusaha Pertashop, utamakan pelayanan sesuai standard dari Pertamina. Utamakan senyum salam sapa dan berikan perhatian kecil ke konsumen, maka mereka akan berulang mengisi karena pengalaman baik yang mereka peroleh.
Sementara itu, Manager Operasional Pertashop Dimembe, Rizky Pamela membeberkan, mayoritas pelanggan Pertashop Dimembe adalah warga sekitar. Sehingga penjualannya pun meningkat seiring bertambahnya kebutuhan. “Kapasitas Modula kita 3.000 liter. Satu hari itu bisa 1.000 liter bahkan lebih yang terjual. Kalau sudah habis langsung diisi lagi,” bebernya.

Dia pun memastikan, dalam waktu dekat ini, Pertashop tersebut akan diubah menjadi SPBU Mini. Sementara untuk Modulan Pertashop nanti akan dipindahkan ke Kecamatan Romboken, Kabupaten Minahasa. “Rencananya Pertashop ini nanti akan menjadi SPBU Mini. Nanti Modulan nya akan dipindahkan ke Romboken. Jadi kami akan buka Pertashop lagi di Romboken,”tukasnya.
Robby sendiri diketahui, sudah memiliki dua SPBU. SPBU pertama di Watudambo Bitung yang sudah beroperasi selama empat tahun, dan SPBU Kasuang Tomohon yang sudah beroperasi lebih dari setahun.

Keberadaan Pertashop di Desa Dimembe ini pun disyukuri warga setempat. Jules Pakasi seorang petani mengaku senang karena sudah lebih dekat. “Kalau dulu kita harus menempuh jarak 10 Km untuk ke SPBU. Tapi setelah adanya Pertashop milik pak Robby ini sudah semakin mudah. Pelayanan yang diberikan pun cepat, tempatnya luas dan bersih,” pujinya.

Dia mengatakan, setiap hari membeli Pertamax sebanyak 2 liter untuk mengisi mesin paras dan kendaraan motor miliknya. “Saya ini 2 liter setiap hari. Kalau tidak pagi saya isinya malam. Karena tempat ini memang buka 1×24 jam. Jadi bisa membantu kami. Kalau SPBU lain kan tutupnya cepat,” katanya.

Diketahui, keberadaan Pertashop ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk mendorong pemerataan akses energi di seluruh sudut negeri, terutama di daerah yang jauh dari SPBU. Pertashop diluncurkan tahun 2018 sebagai sebuah layanan one stop shopping produk Pertamina yang dapat dimiliki siapapun dengan harga lebih terjangkau dan keuntungan yang menjanjikan. Pertashop berusaha menekan disparitas harga energi di suatu daerah, sehingga ongkos distribusi dapat ditekan dan harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya menjadi semakin terjangkau.

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, kemitraan Pertashop terus dikembangkan, program ini awalnya menggandeng Kementerian Dalam Negeri dengan tujuan memberikan apresiasi kepada desa berprestasi dan desa tertinggal dengan pembangunan modular yang dapat melayani penjualan BBM untuk menggerakkan ekonomi desa. Setelah dipandang sukses, pada tahun 2020 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah juga menggandeng Pertamina untuk bekerjasama dalam program ini. Karena peminat Pertashop semakin banyak, Pertamina membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk dapat memiliki Pertashop. Kini Bank-Bank Himbara (Himpunan Bank Negara) juga telah bekerjasama dengan Pertamina memperluas akses terhadap energi.

Unit Managar Communication & Relation Pertamina Regional Sulawesi Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa sejak tahun 2020 diwilayah Sulawesi telah beroperasi 128 Pertashop dengan peminat yang sudah dalam proses verifikasi dan menunggu operasi mencapai total 251 calon lokasi baru. “Khusus untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo total sudah beroperasi 38 Pertashop dengan rincian 14 di Provinsi Gorontalo dan sisanya di Sulawesi Utara. Sementara peminat yang telah mendaftar dan dalam proses verifikasi dan persiapan operasi untuk 2 provinsi tersebut total mencapai 33 calon lokasi baru.” ujarnya.

Beberapa keunggulan Pertashop antara lain menjual Produk resmi dari yang dipasok menggunakan mobil tangki Pertamina. Sehingga kehandalan pasokan dan kualitas produknya sangat terjamin. Selain itu proses pendaftarannya sangat mudah dan transparan. Seluruh informasi dan pendaftaran kemitraan Pertashop dapat diakses secara teansparan dan realtime. Syarat utamanya terdiri dari dua kriteria, Kriteria Administrasi Persyaratan dan Kriteria Lokasi. Tak butuh syarat administrasi yang susah dan luas lahan yang tidak terlalu luas juga menjadi poin yang membuat Pertashop dilirik investor pemula.

Perbedaan besaran lahan akan berpengaruh terhadap layanan bisnis nonfuel retail (NFR) / selain produk utama yang dapat beroperasi, misalkan agen pulsa, toko sembako, mini market, kafe/restoran, bengkel, dan bisnis turunan lainnya.

“Pemerataan energi menjadi tugas dan amanah Pemerintah melalui Pertamina dapat tercapai lebih cepat dan tepat. Di sisi lain, kami akan menggerakkan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah terutama mulai dari Desa,” tutup Laode.

Pola Kerjasamanya ada 3 Tipe yang Ditawarkan:

1. Tipe Gold (210m² kapasitas tangki 3 Kilo Liter).
2. Platinum (300m² kapasitas tanki 10 Kilo Liter).
3. Diamond (500m² kapasitas tanki 10 Kilo Liter).

 

Di usia yang sudah 57 tahun, Robby Mamahit bertekad untuk menggeliatkan perekonomian daerah. Berangkat dari misi untuk memberikan layanan energi lebih dekat dengan masyarakat. Robby Mamahit, sukses mendirikan Pertashop di Desa Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara

Laporan: Ayurahmi Rais, Minahasa Utara

TIDAK butuh waktu lama, Pertashop miliknya menjadi yang terbaik di Sulawesi Utara (Sulut) dengan penjualan yang mencapai 1.000 liter per hari dan pendapatan yang mencapai Rp270 juta per bulan. Sejak dibuka Desember 2020, Pertashop milik Robby sudah melakukan ekspansi binsis lain, dengan mendirikan salah satu Ritel tepat di samping Pertashop, yang diberi nama Frizmart.

Kesuksesan Robby Mamahit dalam mengembangkan bisnis Pertashop di Desa Dimembe, Kabupaten Minut, menjadi bukti bahwa perpanjangan tangan PT Pertamina (Persero) untuk mendistribusikan energi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas tersampaikan dengan baik.

Jika sebelumnya masyarakat yang ada di pedalaman harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mendapatkan BBM. Dengan adanya Pertashop masyarakat bisa mendapatkan ketersediaan energi lebih muda dan semakin dekat.

 

Proses pengisian BBM dari tangki menuju Modula Pertashop.

Robby secara ekslusif kepada Manado Post mengaku tidak pernah membayangkan jika usaha Pertashop yang berdiri di atas lahan 250 Meter Persegi (m2) tersebut bisa berkembang pesat hanya dalam empat bulan. Dia menuturkan awalnya mendapatkan ide untuk mendirikan Pertashop tersebut kaena mendapat informasi dari teman dan website.

“Investasinya sangat ringan menurut saya, dengan pasar yang jelas, Pertashop sangat menjanjikan dapat balik modal dalam waktu yang singkat” ujarnya. Hal yang membuat ia yakin adalah Pertashop menjual BBM yang terjamin kualitasnya karena dipasok langsung dengan mobil tangki dari Pertamina. Selain itu, harganya lebih murah daripada bensin eceran dengan kualitas yang lebih baik sekelas Pertamax dengan harga setara di SPBU yakni Rp 9.200,” ceritanya.

Lelaki berusia 57 tahun tersebut pun bercerita, proses pendaftaran Pertashop sangat mudah, cepat dan transparan. Hanya butuh waktu dua bulan. Meskipun tidak dipungkiri, butuh proses untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. “Masyarakat awalnya bingung, mereka pikir ini sama dengan Pertamini lainnya. Tapi setelah mereka melihat ada truk tangki Pertamina yang ngisi, harga kita tidak mainkan, akhirnya mereka percaya dan terbiasa mengisi di Pertashop kita,” kenangnya.

Lanjutnya, saat ini Pertashop miliknya beroperasi 1×24 jam. Dengan mempekerjakan tiga orang secara bergantian. Dengan aturan shift pagi sampai siang, siang sampai sore, dan sore sampai malam. Dia menyebutkan, sampai saat ini penjualan per harinya mencapai 1.000 liter dengan omzet berkisar antara Rp250-270 juta per bulannya. Dengan keuntungan tersebut ia putar kembali dengan membeli lahan disebelah Pertashop untuk membangun Minimarket yang diberi nama Frizmart, Enduro Express (tempat ganti oli resmi Pertamina) dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Pertashop Dimembe milik Robby Mamahit.

Yang semakin menyempurnakan layanan yang ada. Sehingga masyarakat setempat tidak hanya datang membeli BBM, tapi juga kebutuhan pokok sehari- hari dan melakukan transaksi.

“Pertashop ini sudah sama dengan SPBU. Semuanya lengkap. Bisa membeli Bright Gas, ganti oli dan lain- lain. Dia pun berpesan bagi calon pengusaha Pertashop, utamakan pelayanan sesuai standard dari Pertamina. Utamakan senyum salam sapa dan berikan perhatian kecil ke konsumen, maka mereka akan berulang mengisi karena pengalaman baik yang mereka peroleh.
Sementara itu, Manager Operasional Pertashop Dimembe, Rizky Pamela membeberkan, mayoritas pelanggan Pertashop Dimembe adalah warga sekitar. Sehingga penjualannya pun meningkat seiring bertambahnya kebutuhan. “Kapasitas Modula kita 3.000 liter. Satu hari itu bisa 1.000 liter bahkan lebih yang terjual. Kalau sudah habis langsung diisi lagi,” bebernya.

Dia pun memastikan, dalam waktu dekat ini, Pertashop tersebut akan diubah menjadi SPBU Mini. Sementara untuk Modulan Pertashop nanti akan dipindahkan ke Kecamatan Romboken, Kabupaten Minahasa. “Rencananya Pertashop ini nanti akan menjadi SPBU Mini. Nanti Modulan nya akan dipindahkan ke Romboken. Jadi kami akan buka Pertashop lagi di Romboken,”tukasnya.
Robby sendiri diketahui, sudah memiliki dua SPBU. SPBU pertama di Watudambo Bitung yang sudah beroperasi selama empat tahun, dan SPBU Kasuang Tomohon yang sudah beroperasi lebih dari setahun.

Keberadaan Pertashop di Desa Dimembe ini pun disyukuri warga setempat. Jules Pakasi seorang petani mengaku senang karena sudah lebih dekat. “Kalau dulu kita harus menempuh jarak 10 Km untuk ke SPBU. Tapi setelah adanya Pertashop milik pak Robby ini sudah semakin mudah. Pelayanan yang diberikan pun cepat, tempatnya luas dan bersih,” pujinya.

Dia mengatakan, setiap hari membeli Pertamax sebanyak 2 liter untuk mengisi mesin paras dan kendaraan motor miliknya. “Saya ini 2 liter setiap hari. Kalau tidak pagi saya isinya malam. Karena tempat ini memang buka 1×24 jam. Jadi bisa membantu kami. Kalau SPBU lain kan tutupnya cepat,” katanya.

Diketahui, keberadaan Pertashop ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk mendorong pemerataan akses energi di seluruh sudut negeri, terutama di daerah yang jauh dari SPBU. Pertashop diluncurkan tahun 2018 sebagai sebuah layanan one stop shopping produk Pertamina yang dapat dimiliki siapapun dengan harga lebih terjangkau dan keuntungan yang menjanjikan. Pertashop berusaha menekan disparitas harga energi di suatu daerah, sehingga ongkos distribusi dapat ditekan dan harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya menjadi semakin terjangkau.

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, kemitraan Pertashop terus dikembangkan, program ini awalnya menggandeng Kementerian Dalam Negeri dengan tujuan memberikan apresiasi kepada desa berprestasi dan desa tertinggal dengan pembangunan modular yang dapat melayani penjualan BBM untuk menggerakkan ekonomi desa. Setelah dipandang sukses, pada tahun 2020 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah juga menggandeng Pertamina untuk bekerjasama dalam program ini. Karena peminat Pertashop semakin banyak, Pertamina membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk dapat memiliki Pertashop. Kini Bank-Bank Himbara (Himpunan Bank Negara) juga telah bekerjasama dengan Pertamina memperluas akses terhadap energi.

Unit Managar Communication & Relation Pertamina Regional Sulawesi Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa sejak tahun 2020 diwilayah Sulawesi telah beroperasi 128 Pertashop dengan peminat yang sudah dalam proses verifikasi dan menunggu operasi mencapai total 251 calon lokasi baru. “Khusus untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo total sudah beroperasi 38 Pertashop dengan rincian 14 di Provinsi Gorontalo dan sisanya di Sulawesi Utara. Sementara peminat yang telah mendaftar dan dalam proses verifikasi dan persiapan operasi untuk 2 provinsi tersebut total mencapai 33 calon lokasi baru.” ujarnya.

Beberapa keunggulan Pertashop antara lain menjual Produk resmi dari yang dipasok menggunakan mobil tangki Pertamina. Sehingga kehandalan pasokan dan kualitas produknya sangat terjamin. Selain itu proses pendaftarannya sangat mudah dan transparan. Seluruh informasi dan pendaftaran kemitraan Pertashop dapat diakses secara teansparan dan realtime. Syarat utamanya terdiri dari dua kriteria, Kriteria Administrasi Persyaratan dan Kriteria Lokasi. Tak butuh syarat administrasi yang susah dan luas lahan yang tidak terlalu luas juga menjadi poin yang membuat Pertashop dilirik investor pemula.

Perbedaan besaran lahan akan berpengaruh terhadap layanan bisnis nonfuel retail (NFR) / selain produk utama yang dapat beroperasi, misalkan agen pulsa, toko sembako, mini market, kafe/restoran, bengkel, dan bisnis turunan lainnya.

“Pemerataan energi menjadi tugas dan amanah Pemerintah melalui Pertamina dapat tercapai lebih cepat dan tepat. Di sisi lain, kami akan menggerakkan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah terutama mulai dari Desa,” tutup Laode.

Pola Kerjasamanya ada 3 Tipe yang Ditawarkan:

1. Tipe Gold (210m² kapasitas tangki 3 Kilo Liter).
2. Platinum (300m² kapasitas tanki 10 Kilo Liter).
3. Diamond (500m² kapasitas tanki 10 Kilo Liter).

 

Most Read

Artikel Terbaru

/