23.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Harga Pangan Jelang Ramadan Relatif Stabil

MANADO— Jelang Ramadan, stok pangan di Sulawesi Utara (Sulut) terjamin. Ketersedian beras Nyiur Melambai dan Gorontalo cukup hingga tujuh bulan ke depan. Harga bahan pokok (bapok) di pasaran pun relatif stabil.

Berdasarkan rilis data Perum Bulog yang diterima Manado Post, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan kualitas medium tersedia 6.540 ton. Sementara untuk persediaan komoditi komersial; beras premium 109 ton, daging beku 4,3 ton, minyak goreng 7,9 ribu liter, daging beku 4,3 ton, Fortivit 2 ton, tepung terigu3 ton, gula pasir 630 ton.

Diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulut-Gorontalo Eko Hari Kuncahyo, penyerapan beras DN pada 2021, mencapai 307,5 ton. Itu diperuntukkan untuk penyaluran CBP bencana alam 214 ton, CBP golongan anggaran 17,4 ton dan CBP KPSH 1.028 ton. Sedangkan penjualan komersil; beras premium 1.377 ton, minyak goreng 326 kl, gula pasir 1.569 ton dan komoditi lain 142 ton.

Lanjut dia, berdasarkan pantauan Bulog di lapangan per 31 Maret lalu, harga pangan di pasaran relatif stabil. “Jenis beras medium di pasaran secara umum yakni Serang, Sultan, Ciherang, beras PL yang memiliki broken di atas 20 persen dan bertekstur pulen. Harga beras medium di pasaran umum masih di atas HET Permendag 57/2017,” tutur dia di sela-sela kunjungan Komisi IV DPR RI di pergudangan GBB Paceda, Bitung, kemarin.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara harga beras premium di pasaran umum seperti Membro, Serayu, Superwin dan beras kemasan lain stabil di bawah HET. “Ini rata-rata harga yang kita dapati di pasar-pasar di wilayah kerja kita di Sulut,” beber Kuncahyo.

Dia merinci, harga beras medium Rp10.730, sedangkan beras medium Bulog Rp8.300, sementara beras medium HET Rp9.450. “Kalau untuk premium kita dapati di pasaran harganya di kisaran Rp12.205, sedangkan harga HET beras premium Rp12.800. Untuk komoditi lain, Gula pasir Rp13.937, bawang merah Rp36.600, bawang putih Rp28.357, minyak goreng Rp14.200, cabai rawit Rp94.857, telur ayam Rp23.785,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita menjelaskan, realisasi pengadaan nasional per 8 April 2021 mencapai 322 ribu ton. Sementara realisasi tahun lalu 1,26 juta ton atau persentase 89,75 persen dari target 1,4 juta ton. “Jumlah stok nasional per 8 April 1,1 juta ton, realisasi pengadaan 307 ton. Khusus di Sulut, stok kita ada di 7 Ribu ton,” rincinya.
Kanwil Sulut-Gorontalo sendiri memiliki tiga kantor cabang dan 18 unit gudang dengan total kapasitas 42 ribu ton. Pengadaan dilakukan guna menjaga stok CBP sebesar sampai dengan 1,5 juta ton. “Pengadaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penjualan sehingga stok terjaga pada rentang yang diamanatkan Pemerintah. Sehingga realisasi pengadaan tergantung pada kebutuhan penjualan,” terangnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin mengungkapkan, kunjungan kerja (kunker) di gudang Bulog Sulut-Gorontalo yang dilakukan pihaknya guna memastikan stok beras aman menjelang bulan puasa. “Kami mau memastikan stok beras aman di Gudang Bulog Sulut dan Gorontalo,” tuturnya.

Hasan mengatakan dengan stok beras Bulog yang cukup banyak ini, seharusnya cukup untuk memastikan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Apalagi, saat ini masuk musim panen, maka pihak Bulog siap membeli sesuai dengan HPP.

Mantan Bupati Probolinggo itu memastikan tidak akan ada impor beras tahun ini karena akan merugikan petani. “Kami menolak keras untuk impor beras,” tegasnya. Hasan mengatakan Komisi IV DPR RI menolak kebijakan impor beras sebesar satu juta ton dan meminta pemerintah melalui Perum Bulog untuk memprioritaskan penyerapan beras dalam negeri.
Apalagi, saat ini memasuki masa panen raya di periode Maret-April 2021. Dengan adanya isu impor beras tersebut bisa merugikan petani lokal, apalagi saat ini mengalami penurunan akibat adanya itu tersebut.
Olehnya, Komisi IV DPR RI juga meminta kepada pemerintah agar memberikan kewenangan yang seimbang antara menyerap gabah petani dan penugasan penyaluran pada Perum Bulog dalam melaksanakan penugasan pengadaan dan penyaluran komoditas pangan strategis nasional.

Stok beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai 1,1 juta ton merupakan stok CBP dan stok beras komersial. Stok tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan penjualan, Program KPSA, dan tanggap darurat bencana sesuai dengan kebutuhan Perum Bulog. (*)

MANADO— Jelang Ramadan, stok pangan di Sulawesi Utara (Sulut) terjamin. Ketersedian beras Nyiur Melambai dan Gorontalo cukup hingga tujuh bulan ke depan. Harga bahan pokok (bapok) di pasaran pun relatif stabil.

Berdasarkan rilis data Perum Bulog yang diterima Manado Post, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan kualitas medium tersedia 6.540 ton. Sementara untuk persediaan komoditi komersial; beras premium 109 ton, daging beku 4,3 ton, minyak goreng 7,9 ribu liter, daging beku 4,3 ton, Fortivit 2 ton, tepung terigu3 ton, gula pasir 630 ton.

Diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulut-Gorontalo Eko Hari Kuncahyo, penyerapan beras DN pada 2021, mencapai 307,5 ton. Itu diperuntukkan untuk penyaluran CBP bencana alam 214 ton, CBP golongan anggaran 17,4 ton dan CBP KPSH 1.028 ton. Sedangkan penjualan komersil; beras premium 1.377 ton, minyak goreng 326 kl, gula pasir 1.569 ton dan komoditi lain 142 ton.

Lanjut dia, berdasarkan pantauan Bulog di lapangan per 31 Maret lalu, harga pangan di pasaran relatif stabil. “Jenis beras medium di pasaran secara umum yakni Serang, Sultan, Ciherang, beras PL yang memiliki broken di atas 20 persen dan bertekstur pulen. Harga beras medium di pasaran umum masih di atas HET Permendag 57/2017,” tutur dia di sela-sela kunjungan Komisi IV DPR RI di pergudangan GBB Paceda, Bitung, kemarin.

Sementara harga beras premium di pasaran umum seperti Membro, Serayu, Superwin dan beras kemasan lain stabil di bawah HET. “Ini rata-rata harga yang kita dapati di pasar-pasar di wilayah kerja kita di Sulut,” beber Kuncahyo.

Dia merinci, harga beras medium Rp10.730, sedangkan beras medium Bulog Rp8.300, sementara beras medium HET Rp9.450. “Kalau untuk premium kita dapati di pasaran harganya di kisaran Rp12.205, sedangkan harga HET beras premium Rp12.800. Untuk komoditi lain, Gula pasir Rp13.937, bawang merah Rp36.600, bawang putih Rp28.357, minyak goreng Rp14.200, cabai rawit Rp94.857, telur ayam Rp23.785,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita menjelaskan, realisasi pengadaan nasional per 8 April 2021 mencapai 322 ribu ton. Sementara realisasi tahun lalu 1,26 juta ton atau persentase 89,75 persen dari target 1,4 juta ton. “Jumlah stok nasional per 8 April 1,1 juta ton, realisasi pengadaan 307 ton. Khusus di Sulut, stok kita ada di 7 Ribu ton,” rincinya.
Kanwil Sulut-Gorontalo sendiri memiliki tiga kantor cabang dan 18 unit gudang dengan total kapasitas 42 ribu ton. Pengadaan dilakukan guna menjaga stok CBP sebesar sampai dengan 1,5 juta ton. “Pengadaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penjualan sehingga stok terjaga pada rentang yang diamanatkan Pemerintah. Sehingga realisasi pengadaan tergantung pada kebutuhan penjualan,” terangnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin mengungkapkan, kunjungan kerja (kunker) di gudang Bulog Sulut-Gorontalo yang dilakukan pihaknya guna memastikan stok beras aman menjelang bulan puasa. “Kami mau memastikan stok beras aman di Gudang Bulog Sulut dan Gorontalo,” tuturnya.

Hasan mengatakan dengan stok beras Bulog yang cukup banyak ini, seharusnya cukup untuk memastikan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Apalagi, saat ini masuk musim panen, maka pihak Bulog siap membeli sesuai dengan HPP.

Mantan Bupati Probolinggo itu memastikan tidak akan ada impor beras tahun ini karena akan merugikan petani. “Kami menolak keras untuk impor beras,” tegasnya. Hasan mengatakan Komisi IV DPR RI menolak kebijakan impor beras sebesar satu juta ton dan meminta pemerintah melalui Perum Bulog untuk memprioritaskan penyerapan beras dalam negeri.
Apalagi, saat ini memasuki masa panen raya di periode Maret-April 2021. Dengan adanya isu impor beras tersebut bisa merugikan petani lokal, apalagi saat ini mengalami penurunan akibat adanya itu tersebut.
Olehnya, Komisi IV DPR RI juga meminta kepada pemerintah agar memberikan kewenangan yang seimbang antara menyerap gabah petani dan penugasan penyaluran pada Perum Bulog dalam melaksanakan penugasan pengadaan dan penyaluran komoditas pangan strategis nasional.

Stok beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai 1,1 juta ton merupakan stok CBP dan stok beras komersial. Stok tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan penjualan, Program KPSA, dan tanggap darurat bencana sesuai dengan kebutuhan Perum Bulog. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/