29.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Industri Perhotelan Babak Belur, PHK Tak Terbendung

MANADOPOST.ID— Entah sampai kapan,  bencana non alam covid-19 ini akan berakhir. Semakin hari,  jumlahnya terus bertambah.  Bahkan sekarang sudah mencapai 71 kasus positif.  Keberadaannya benar-benar membuat semua sektor lesu.  Bisnis perhotelan adalah satu dari banyak sektor yang paling babak belur.  Akibatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  tak terbendung.

Ini tak berlebihan.  Mengutip data yang disampaikan Badan Pusat Statsitik (BPS) Sulut, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang periode Maret hanya sebesar 33,13 persen. Menurun 24,72 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Jika dicermati, TPK hotel bintang trennya menurun di tiga bulan terakhir seiring masifnya Pandemik Covid-19,” sebut Kepala BPS Sulut Ateng Hartono,  beberapa waktu lalu.

Hal ini pun diakui Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulut Nico Lieke. Dia membeber, imbas dari covid-19 ini sudah dirasakan sejak Februari lalu.

Dia menyebut dari total 9.000 an hotel yang ada di Indonesia, 20 persen diantaranya sudah memilih untuk tutup. Ada yang ‘mati suri’, bahkan sebagian besar sudah mencabut diri dari Traveloka, karena akopansinya turun drastis. Dari biasanya 90 hingga 100 persen, sekarang tinggal di angka 5 persen.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lieke menekankan, dalam industri perhotelan, hampir dipastikan, semua pengusaha pasti melakukan pinjaman di bank dengan bunga yang sangat besar. “Sekarang semua hotel sudah tidak memiliki tamu. Yang memutuskan tutup pasti dengan berat hati merumahkan karyawan, bahkan melakukan PHK.  Yang masih buka tetap melakukan pengurangan karyawan. Yang jadi persoalan, pendapatan tidak stabil, namun biaya yang dikeluarkan untuk bayar listrik dan cicilan masih sangat besar,” urainya.

Sehingga dia berharap, ada langkah pasti yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan semua sektor yang terdampak. Meskipun tak memungkiri,  pengusaha memiliki jiwa optimisme yang besar.  “Kita akan tetap optimis. Tapi juga butuh perhatian bersama,” pekik Ketua Apindo Sulut tersebut. (ayu)

MANADOPOST.ID— Entah sampai kapan,  bencana non alam covid-19 ini akan berakhir. Semakin hari,  jumlahnya terus bertambah.  Bahkan sekarang sudah mencapai 71 kasus positif.  Keberadaannya benar-benar membuat semua sektor lesu.  Bisnis perhotelan adalah satu dari banyak sektor yang paling babak belur.  Akibatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  tak terbendung.

Ini tak berlebihan.  Mengutip data yang disampaikan Badan Pusat Statsitik (BPS) Sulut, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang periode Maret hanya sebesar 33,13 persen. Menurun 24,72 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Jika dicermati, TPK hotel bintang trennya menurun di tiga bulan terakhir seiring masifnya Pandemik Covid-19,” sebut Kepala BPS Sulut Ateng Hartono,  beberapa waktu lalu.

Hal ini pun diakui Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulut Nico Lieke. Dia membeber, imbas dari covid-19 ini sudah dirasakan sejak Februari lalu.

Dia menyebut dari total 9.000 an hotel yang ada di Indonesia, 20 persen diantaranya sudah memilih untuk tutup. Ada yang ‘mati suri’, bahkan sebagian besar sudah mencabut diri dari Traveloka, karena akopansinya turun drastis. Dari biasanya 90 hingga 100 persen, sekarang tinggal di angka 5 persen.

Lieke menekankan, dalam industri perhotelan, hampir dipastikan, semua pengusaha pasti melakukan pinjaman di bank dengan bunga yang sangat besar. “Sekarang semua hotel sudah tidak memiliki tamu. Yang memutuskan tutup pasti dengan berat hati merumahkan karyawan, bahkan melakukan PHK.  Yang masih buka tetap melakukan pengurangan karyawan. Yang jadi persoalan, pendapatan tidak stabil, namun biaya yang dikeluarkan untuk bayar listrik dan cicilan masih sangat besar,” urainya.

Sehingga dia berharap, ada langkah pasti yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan semua sektor yang terdampak. Meskipun tak memungkiri,  pengusaha memiliki jiwa optimisme yang besar.  “Kita akan tetap optimis. Tapi juga butuh perhatian bersama,” pekik Ketua Apindo Sulut tersebut. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/