alexametrics
32.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kembali Dibuka, Direct Call Ekspor Udara Manado-Jepang Sumbangkan Devisa 1, 3 Miliar

MANADOPOST.ID—Sempat terhenti beberapa bulan. Akhirnya, Rabu (10/11) kemarin, Direct Call Ekspor Udara Manado-Jepang kembali dibuka.

Berdasarkan pantauan, Direct Call tersebut menggunakan pesawat Cargo Garuda Indonesia seri A330-200 dengan nomor penerbangan GA 8800 dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Narita Jepang.
Yang diterbangkan sekira Pukul 23.40 Wita dan dijadwalkan sampai pada Pukul 06.15 waktu setempat.

Pelepasan Direct Call Ekpor Manado-Jepang yang dihadiri oleh para stakeholder terkait

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai DJBC Sulbagtara M Anshar menyebtukan, penerbangan kali ini memuat beberapa jenis komoditas.

Antara lain, ikan Tuna, rempah-rempah berupa kayu manis, bawang merah, juga bahan pokok lain seperti tepung sagu dan gula merah. Dengan tonase 13,3 Ton dan nilai ekspor sebesar USD 94.380 atau sekira Rp1.347.604.830, (asumsi kurs Kamis (11/11).

Dia menekanakn, dalam kegiatan ekspor ini Bea Cukai turut serta memberikan kemudahan diantaranya memberikan pelayanan ekspor selama 24 jam dan memberikan asistensi kepada para eksportir dan calon eksportir agar mampu mengembangkan usaha yang berorientasi ekspor sehingga dapat memperluas pasar sampai ke luar negeri.

Dia menjelaskan, Direct call ekspor udara Manado-Jepang ini mempunyai banyak keuntungan diantara menghemat waktu tempuh menjadi lebih singkat hanya 5-6 jam dibandingkan jika harus transit ke Jakarta. Selain itu biaya logistik lebih murah dan komoditas yang diangkut terjaga kualitas kesegarannya.

Diketahui, ekspor langsung ke Jepang pertama kali diluncurkan sejak 23 september 2019. Rutin dilakukan setiap pekan. Sejak pertama kali diluncurkan sampai dengan 16 Juni 2021 tercatat volume sebesar 599,7 Ton dengan devisa yang diperoleh mencapai USD 5.155.536,65.

Komoditas yang diangkut berupa ikan tuna dan rempah-rempah yang berasal dari beberapa daerah diantaranya Jakarta, Gorontalo, Maluku dan Makassar.
Terealisasinya direct call ekspor ini merupakan keberhasilan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai instansi antara lain Pemerintah Daerah Sulut, Instansi vertikal di daerah, BUMN, asosiasi dan para pengusaha ekspor.

“ Dengan adanya Direct Call Ekspor udara Manado Jepang ini diharapkan dapat mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional ,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara pelepasan Kepala Kantor Bea dan Cukai Manado, Syamsul Bahri, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI, Marolop Nainggolan bersama Asisten II Pemprov Sulut, Praseno Hadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Edwin Kindangen, GM Garuda Indonesia Manado, Vonny Pinonton, GM PT. Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggu Gandeguai serta sejumlah pejabat lainnya. (*/ayu)

MANADOPOST.ID—Sempat terhenti beberapa bulan. Akhirnya, Rabu (10/11) kemarin, Direct Call Ekspor Udara Manado-Jepang kembali dibuka.

Berdasarkan pantauan, Direct Call tersebut menggunakan pesawat Cargo Garuda Indonesia seri A330-200 dengan nomor penerbangan GA 8800 dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Narita Jepang.
Yang diterbangkan sekira Pukul 23.40 Wita dan dijadwalkan sampai pada Pukul 06.15 waktu setempat.

Pelepasan Direct Call Ekpor Manado-Jepang yang dihadiri oleh para stakeholder terkait

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai DJBC Sulbagtara M Anshar menyebtukan, penerbangan kali ini memuat beberapa jenis komoditas.

Antara lain, ikan Tuna, rempah-rempah berupa kayu manis, bawang merah, juga bahan pokok lain seperti tepung sagu dan gula merah. Dengan tonase 13,3 Ton dan nilai ekspor sebesar USD 94.380 atau sekira Rp1.347.604.830, (asumsi kurs Kamis (11/11).

Dia menekanakn, dalam kegiatan ekspor ini Bea Cukai turut serta memberikan kemudahan diantaranya memberikan pelayanan ekspor selama 24 jam dan memberikan asistensi kepada para eksportir dan calon eksportir agar mampu mengembangkan usaha yang berorientasi ekspor sehingga dapat memperluas pasar sampai ke luar negeri.

Dia menjelaskan, Direct call ekspor udara Manado-Jepang ini mempunyai banyak keuntungan diantara menghemat waktu tempuh menjadi lebih singkat hanya 5-6 jam dibandingkan jika harus transit ke Jakarta. Selain itu biaya logistik lebih murah dan komoditas yang diangkut terjaga kualitas kesegarannya.

Diketahui, ekspor langsung ke Jepang pertama kali diluncurkan sejak 23 september 2019. Rutin dilakukan setiap pekan. Sejak pertama kali diluncurkan sampai dengan 16 Juni 2021 tercatat volume sebesar 599,7 Ton dengan devisa yang diperoleh mencapai USD 5.155.536,65.

Komoditas yang diangkut berupa ikan tuna dan rempah-rempah yang berasal dari beberapa daerah diantaranya Jakarta, Gorontalo, Maluku dan Makassar.
Terealisasinya direct call ekspor ini merupakan keberhasilan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai instansi antara lain Pemerintah Daerah Sulut, Instansi vertikal di daerah, BUMN, asosiasi dan para pengusaha ekspor.

“ Dengan adanya Direct Call Ekspor udara Manado Jepang ini diharapkan dapat mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional ,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara pelepasan Kepala Kantor Bea dan Cukai Manado, Syamsul Bahri, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI, Marolop Nainggolan bersama Asisten II Pemprov Sulut, Praseno Hadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Edwin Kindangen, GM Garuda Indonesia Manado, Vonny Pinonton, GM PT. Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggu Gandeguai serta sejumlah pejabat lainnya. (*/ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/