24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Epson Indonesia Bangun Sinergitas Dengan Asosiasi Guru dan Tenaga Pendidik

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—Memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November, Epson Indonesia dan 11 Asosiasi Guru dan Tenaga Pendidik Indonesia bersama 13 Partner Edukasi mengadakan Webinar Pendidikan Nasional. Mengangkat tema ‘Peranan Teknologi dalam Menyelenggarakan Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh dan Hybrid yang Dua Arah serta Interaktif’, webinar ini diselenggarakan Kamis (26/11). Melihat tantangan dunia pendidikan saat ini, topik yang dibahas sangat relevan dengan proses belajar-mengajar bagi guru dan siswa di kondisi pandemic saat ini.

Webinar Pendidikan Nasional kali ini menghadirkan beberapa pembicara dengan topik-topik yang memotivasi dan mengapresiasi bagi para guru dan tenaga pendidik di Indonesia selama ini dan juga dalam kondisi pandemi. Selain itu juga hadir pula pembicara dari Epson Indonesia yang ikut berbagi topik mengenai solusi teknologi untuk perkembangan pendidikan di Indonesia.

Sejumlah nara sumber yang  hadir di antaranya, Dr Praptono, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (P3GTK), Kementrian Pendidikan dan Budaya. Muhammad Hasan Chabibie, Pl  Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.  Indra Charismiadji, Pengamat dan Praktisi Pendidikan. Zanipar SA Siadari, Head of Visual Instrument dan Printer Department Epson Indonesia serta 11 Asosiasi Guru dan Tenaga Pendidik. Dari direksi PT Epson Indonesia hadir pula Ishii Hidemasa, Managing Director of Epson Indonesia dan Riswin Li, Head of Marketing Division Epson Indonesia.

“Kemendikbud melihat pemanfaatan teknologi di kondisi sekarang ini sangat penting. Oleh karena itu, Kemendikbud memberikan bentuk layanan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui program ‘Guru Berbagi’ dan Guru Belajar’. Hari ini, saya fokus berbagi mengenai hal Guru Belajar yang di mana program ini hadir untuk memberikan alternatif belajar bagi guru dengan karakter beragam yang ada di Indonesia, program ini telah berjalan dan hasilnya sangat memuaskan.” Ujar Dr Praptono.

- Advertisement -

Muhammad Hasan Chabibie menambahkan, peran teknologi informasi dalam pendidikan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda, menciptakan suasana belajar yang efektif, kemudahan dalam menyebarkan informasi, serta menjadi media komunikasi dua arah antara guru dan siswa. “Sehingga teknologi menjadi sebuah alat untuk lebih aktif dan kolaboratif yang membuat peserta didik menjadi lebih termotivasi dan antusias,” terangnya.

Secara khusus, Epson Indonesia juga memberikan persembahan spesial bagi guru dan tenaga pendidik melalui dukungan produk-produk yang dirancang khusus memenuhi kebutuhan mereka. “Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam webinar ini dan sungguh mengapresiasi kinerja dan jasa para guru dan tenaga pendidik di Indonesia, apalagi di kondisi pandemi saat ini. Kami di Epson Indonesia, ingin memastikan produk-produk Epson dapat menjadi menjadi solusi bagi pendidikan serta mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia,” ucap Ishii Hidemasa.

Di kesempatan ini juga secara istimewa sebagai cara membuktikan komitmen Epson yang terus menerus kepada dunia Pendidikan melalui dukungan satu set proyektor Epson EB-X500 dan dongle nirkabel kepada 15 sekolah dan institusi pendidikan yang tersebar mulai dari Sumatera hingga Papua.

“Kami melihat dunia Pendidikan Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh. Adopsi terhadap penggunaan teknologi serta konsentrasi siswa yang kurang terpusat karena pembelajaran cenderung menjadi searah. Hal ini membuat kami sebagai perusahaan teknologi harus berinovasi guna membantu dunia pendidikan Indonesia dan khususnya guru agar mampu menjalankan PJJ yang lebih Interaktif dan dua arah, baik pada kondisi daring maupun kondisi luring,” ujar oleh Zanipar S A Siadari.

Indra Charismiadji selaku moderator dari webinar juga memberikan kesimpulan di akhir acara. Kata dia, dunia digital akan ada dampak positif dan juga negatif. “Namun, walaupun demikian sebagai tenaga pendidik kita perlu memanfaatkan teknologi secara maksimal dengan memberikan contoh dalam menyiapkan anak didik kita menghadapi tantangan masa depan yang berbasis digital. Oleh karena itu, bagi guru-guru perlu untuk selalu terus meningkatkan ilmu dengan mengikuti berbagai macam pelatihan yang telah disediakan oleh Kemendikbud, sehingga kita bisa menjadi lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan,” pungkasnya. (*)

 

 

MANADOPOST.ID—Memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November, Epson Indonesia dan 11 Asosiasi Guru dan Tenaga Pendidik Indonesia bersama 13 Partner Edukasi mengadakan Webinar Pendidikan Nasional. Mengangkat tema ‘Peranan Teknologi dalam Menyelenggarakan Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh dan Hybrid yang Dua Arah serta Interaktif’, webinar ini diselenggarakan Kamis (26/11). Melihat tantangan dunia pendidikan saat ini, topik yang dibahas sangat relevan dengan proses belajar-mengajar bagi guru dan siswa di kondisi pandemic saat ini.

Webinar Pendidikan Nasional kali ini menghadirkan beberapa pembicara dengan topik-topik yang memotivasi dan mengapresiasi bagi para guru dan tenaga pendidik di Indonesia selama ini dan juga dalam kondisi pandemi. Selain itu juga hadir pula pembicara dari Epson Indonesia yang ikut berbagi topik mengenai solusi teknologi untuk perkembangan pendidikan di Indonesia.

Sejumlah nara sumber yang  hadir di antaranya, Dr Praptono, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (P3GTK), Kementrian Pendidikan dan Budaya. Muhammad Hasan Chabibie, Pl  Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.  Indra Charismiadji, Pengamat dan Praktisi Pendidikan. Zanipar SA Siadari, Head of Visual Instrument dan Printer Department Epson Indonesia serta 11 Asosiasi Guru dan Tenaga Pendidik. Dari direksi PT Epson Indonesia hadir pula Ishii Hidemasa, Managing Director of Epson Indonesia dan Riswin Li, Head of Marketing Division Epson Indonesia.

“Kemendikbud melihat pemanfaatan teknologi di kondisi sekarang ini sangat penting. Oleh karena itu, Kemendikbud memberikan bentuk layanan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui program ‘Guru Berbagi’ dan Guru Belajar’. Hari ini, saya fokus berbagi mengenai hal Guru Belajar yang di mana program ini hadir untuk memberikan alternatif belajar bagi guru dengan karakter beragam yang ada di Indonesia, program ini telah berjalan dan hasilnya sangat memuaskan.” Ujar Dr Praptono.

Muhammad Hasan Chabibie menambahkan, peran teknologi informasi dalam pendidikan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda, menciptakan suasana belajar yang efektif, kemudahan dalam menyebarkan informasi, serta menjadi media komunikasi dua arah antara guru dan siswa. “Sehingga teknologi menjadi sebuah alat untuk lebih aktif dan kolaboratif yang membuat peserta didik menjadi lebih termotivasi dan antusias,” terangnya.

Secara khusus, Epson Indonesia juga memberikan persembahan spesial bagi guru dan tenaga pendidik melalui dukungan produk-produk yang dirancang khusus memenuhi kebutuhan mereka. “Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam webinar ini dan sungguh mengapresiasi kinerja dan jasa para guru dan tenaga pendidik di Indonesia, apalagi di kondisi pandemi saat ini. Kami di Epson Indonesia, ingin memastikan produk-produk Epson dapat menjadi menjadi solusi bagi pendidikan serta mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia,” ucap Ishii Hidemasa.

Di kesempatan ini juga secara istimewa sebagai cara membuktikan komitmen Epson yang terus menerus kepada dunia Pendidikan melalui dukungan satu set proyektor Epson EB-X500 dan dongle nirkabel kepada 15 sekolah dan institusi pendidikan yang tersebar mulai dari Sumatera hingga Papua.

“Kami melihat dunia Pendidikan Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh. Adopsi terhadap penggunaan teknologi serta konsentrasi siswa yang kurang terpusat karena pembelajaran cenderung menjadi searah. Hal ini membuat kami sebagai perusahaan teknologi harus berinovasi guna membantu dunia pendidikan Indonesia dan khususnya guru agar mampu menjalankan PJJ yang lebih Interaktif dan dua arah, baik pada kondisi daring maupun kondisi luring,” ujar oleh Zanipar S A Siadari.

Indra Charismiadji selaku moderator dari webinar juga memberikan kesimpulan di akhir acara. Kata dia, dunia digital akan ada dampak positif dan juga negatif. “Namun, walaupun demikian sebagai tenaga pendidik kita perlu memanfaatkan teknologi secara maksimal dengan memberikan contoh dalam menyiapkan anak didik kita menghadapi tantangan masa depan yang berbasis digital. Oleh karena itu, bagi guru-guru perlu untuk selalu terus meningkatkan ilmu dengan mengikuti berbagai macam pelatihan yang telah disediakan oleh Kemendikbud, sehingga kita bisa menjadi lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan,” pungkasnya. (*)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/