24.4 C
Manado
Rabu, 10 Agustus 2022

Perdana di Indonesia, BSG Dukung Transaksi BOS Non Tunai

MANADOPOST.ID—Kesiapan digitalisasi PT Bank Pembangunan Daerah Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) semakin mantap. Terbukti, ‘Torang pe Bank’ tersebut menjadi perbankan berstatus BPD di Indonesia yang mendukung secara penuh penerapan transaksi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Non Tunai secara full.

Hal ini pun ditindaklanjuti dengan pendanandatanganan perjanjian kerja sama bersama Dinas Pendidikan Bolsel, Jumat (9/4) pekan lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Bolsel Rante Hattani menyampaikan, launching aplikasi Kasda Online dana BOS merupakan bentuk tindak lanjut penerapan transaksi non tunai. “Sasaran kegiatan adalah seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP yang terdiri dari Kepsek SD 69 orang dan SMP 21 orang,” beber Hattani.

Lanjutnya, penerapan aplikasi Kasda Online dana BOS, Bolsel merupakan daerah pertama di Sulut bahkan Indonesia yang pertama menerapkan transaksi non tunai dana BOS secara full.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Ada beberapa daerah yang sudah menggunakan aplikasi yang sama namun mereka masih menggunakan kartu. Penggunaan aplikasi dengan 3 metode yakni ceker, meker, dan approval, Bolsel merupakan daerah pertama di Indonesia. Hal ini diapresiasi Kementrian Pendidikan,” jelas peraih Woman Development ini.

Di tempat yang sama, Bupati H. Iskandar Kamaru dalam sambutannya mengatakan, penerapan aplikasi kasda online dana BOS ini selain untuk mendukung program Gerakan Non Tunai (GNT) juga bertujuan untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan anggaran oleh oknum-oknum tertentu, serta menghindari kekeliruan dalam penatausahaan dana BOS.

Sambungnya, lewat aplikasi berbasis online ini penggunaan dana BOS diseluruh sekolah akan lebih terarah lagi.

“Ketika ada pemeriksaan tidak lagi repot, karena semua transaksi dilakukan secara online. Terima kasih kepada Bank SulutGo atas kerjasamanya,” ujar Kamaru.

Top eksekutif di Totabuan Selatan BMR ini, meminta Kepada seluruh peserta Bimtek, diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin supaya dapat dipahami bagaimana penggunaan aplikasi kasda online dana BOS ini. “Mari sama-sama sukseskan program ini,” ajaknya.

Sementara itu, Direktur Utama BSG Revino Pepa, mengapresiasi pemkab Bolsel atas terobosan yang telah dilakukan.

Menurutnya, hal ini merupakan upaya Pemkab Bolsel dalam mendukung program Nasional GNT. “Patut diapresiasi karena di Sulut, Pemkab Bolsel yang pertama menerapkan aplikasi kasda online dana BOS. Bahkan Indonesia. Memang sudah ada beberapa daerah juga yang menerapkan aplikasi kasda online dana BOS namun mereka masih menggunakan kartu seperti kartu ATM, kalau di Bolsel sudah tidak lagi. Jadi untuk aplikasi ini Bolsel adalah pelopor. Terima kasih kepada pak bupati dan seluruh jajarannya atas kerja sama yang tetap terjalin baik hingga saat ini,” kuncinya. (ayu)

MANADOPOST.ID—Kesiapan digitalisasi PT Bank Pembangunan Daerah Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) semakin mantap. Terbukti, ‘Torang pe Bank’ tersebut menjadi perbankan berstatus BPD di Indonesia yang mendukung secara penuh penerapan transaksi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Non Tunai secara full.

Hal ini pun ditindaklanjuti dengan pendanandatanganan perjanjian kerja sama bersama Dinas Pendidikan Bolsel, Jumat (9/4) pekan lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Bolsel Rante Hattani menyampaikan, launching aplikasi Kasda Online dana BOS merupakan bentuk tindak lanjut penerapan transaksi non tunai. “Sasaran kegiatan adalah seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP yang terdiri dari Kepsek SD 69 orang dan SMP 21 orang,” beber Hattani.

Lanjutnya, penerapan aplikasi Kasda Online dana BOS, Bolsel merupakan daerah pertama di Sulut bahkan Indonesia yang pertama menerapkan transaksi non tunai dana BOS secara full.

“Ada beberapa daerah yang sudah menggunakan aplikasi yang sama namun mereka masih menggunakan kartu. Penggunaan aplikasi dengan 3 metode yakni ceker, meker, dan approval, Bolsel merupakan daerah pertama di Indonesia. Hal ini diapresiasi Kementrian Pendidikan,” jelas peraih Woman Development ini.

Di tempat yang sama, Bupati H. Iskandar Kamaru dalam sambutannya mengatakan, penerapan aplikasi kasda online dana BOS ini selain untuk mendukung program Gerakan Non Tunai (GNT) juga bertujuan untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan anggaran oleh oknum-oknum tertentu, serta menghindari kekeliruan dalam penatausahaan dana BOS.

Sambungnya, lewat aplikasi berbasis online ini penggunaan dana BOS diseluruh sekolah akan lebih terarah lagi.

“Ketika ada pemeriksaan tidak lagi repot, karena semua transaksi dilakukan secara online. Terima kasih kepada Bank SulutGo atas kerjasamanya,” ujar Kamaru.

Top eksekutif di Totabuan Selatan BMR ini, meminta Kepada seluruh peserta Bimtek, diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin supaya dapat dipahami bagaimana penggunaan aplikasi kasda online dana BOS ini. “Mari sama-sama sukseskan program ini,” ajaknya.

Sementara itu, Direktur Utama BSG Revino Pepa, mengapresiasi pemkab Bolsel atas terobosan yang telah dilakukan.

Menurutnya, hal ini merupakan upaya Pemkab Bolsel dalam mendukung program Nasional GNT. “Patut diapresiasi karena di Sulut, Pemkab Bolsel yang pertama menerapkan aplikasi kasda online dana BOS. Bahkan Indonesia. Memang sudah ada beberapa daerah juga yang menerapkan aplikasi kasda online dana BOS namun mereka masih menggunakan kartu seperti kartu ATM, kalau di Bolsel sudah tidak lagi. Jadi untuk aplikasi ini Bolsel adalah pelopor. Terima kasih kepada pak bupati dan seluruh jajarannya atas kerja sama yang tetap terjalin baik hingga saat ini,” kuncinya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/