alexametrics
25.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Industri Perbankan Dalam Kondisi Stabil

MANADOPOST.ID— Nasabah perbankan diminta untuk tidak termakan isu mengenai informasi negative terkait beberapa bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan, isu yang sempat viral tersebut adalah hoax alias tidak benar.

Kepala OJK Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) Slamet Wibowo menekankan, viralnya berita lama tersebut dimanfaatkan oknum yang tidak beretika sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank.

“OJK memastikan bahwa industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga,” sebut Wibowo mengutip Siaran Pers (SP)40/DHMS/OJK/VI/2020, mengenai ‘Adanya Informasi Perbankan’, kemarin.

Hal ini, lanjutnya, tercermin dari rasio keuangan hingga April yang berada dalam batas aman (treshold) seperti permodalan (CAR) 22,13 persen, kredit bermasalah (NPL) gross 2,89 persen (NPL Net 1,09 persen) dan kecukupan likuiditas yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan 25,14 persen. Jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

“Untuk itu OJK mengharapkan, masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar dan jika membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081 157 157 157,” imbuanya.

Dia pun memastikan khusus di Sulut sendiri, tidak ada perbankan yang dalam pengawasan khusus. Bahkan kinberjanya pun menunjukan pertumbuhan yang baik.

“OJK dan BPK juga senantiasa berkoordinasi agar fungsi pengawasan bank berjalan efektif untuk melindungi kepentingan nasabah. OJK menyambut baik ketegasan BPK yang telah melakukan klarifikasi ke media bahwa BPK tidak pernah membuat statement yang banyak diberitakan. OJK juga sudah menyelesaikan dan melakukan tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan BPK,” kuncinya.

Diketahui beberapa waktu lalu, sempat viral di media social soal pemberitaan mengenai hasil pemeriksaan BPK terhadap tujuh bank. Dimana dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHSP) II-2019, BPK menilai pengawasan bank terhadap tujuh bank tak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun ketujuh bank tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB), PT Bank Mayapada Tbk (MAYA), PT Bank Pembangunan Daerah Papua, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (ayu)

MANADOPOST.ID— Nasabah perbankan diminta untuk tidak termakan isu mengenai informasi negative terkait beberapa bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan, isu yang sempat viral tersebut adalah hoax alias tidak benar.

Kepala OJK Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) Slamet Wibowo menekankan, viralnya berita lama tersebut dimanfaatkan oknum yang tidak beretika sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank.

“OJK memastikan bahwa industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga,” sebut Wibowo mengutip Siaran Pers (SP)40/DHMS/OJK/VI/2020, mengenai ‘Adanya Informasi Perbankan’, kemarin.

Hal ini, lanjutnya, tercermin dari rasio keuangan hingga April yang berada dalam batas aman (treshold) seperti permodalan (CAR) 22,13 persen, kredit bermasalah (NPL) gross 2,89 persen (NPL Net 1,09 persen) dan kecukupan likuiditas yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan 25,14 persen. Jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

“Untuk itu OJK mengharapkan, masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar dan jika membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081 157 157 157,” imbuanya.

Dia pun memastikan khusus di Sulut sendiri, tidak ada perbankan yang dalam pengawasan khusus. Bahkan kinberjanya pun menunjukan pertumbuhan yang baik.

“OJK dan BPK juga senantiasa berkoordinasi agar fungsi pengawasan bank berjalan efektif untuk melindungi kepentingan nasabah. OJK menyambut baik ketegasan BPK yang telah melakukan klarifikasi ke media bahwa BPK tidak pernah membuat statement yang banyak diberitakan. OJK juga sudah menyelesaikan dan melakukan tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan BPK,” kuncinya.

Diketahui beberapa waktu lalu, sempat viral di media social soal pemberitaan mengenai hasil pemeriksaan BPK terhadap tujuh bank. Dimana dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHSP) II-2019, BPK menilai pengawasan bank terhadap tujuh bank tak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun ketujuh bank tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB), PT Bank Mayapada Tbk (MAYA), PT Bank Pembangunan Daerah Papua, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/