alexametrics
31.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Perbankan Sulut Bukukan Asset 70,1 Triliun

MANADOPOST.ID—Sampai dengan Oktober 2020, perbankan di Sulut baik itu Bank Umum dan BPR/S berhasil membukukan asset sebesar Rp70,1 triliun.

Sementara di periode yang sama total penyaluran kredit menyentuh angka Rp41 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp31,2 triliun. Dengan persentase NPL 3,44 persen serta LDR 130,92, persen.

Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara (Sulutgomalut) Darwisman, mengatakan, asset perbankan di Sulut memang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Hal ini sejalan dengan berbagai upaya dan kebijakan yang diterapkan oleh masing- masing perbankan. Yang mampu menumbuhkan kepercayaan nasabah.

Hal itu pun, lanjutnya, bisa terlihat dari penyaluran kredit yang terus mengalami pertumbuhan. Untuk wilayah Sulut, penyaluran kredit masih didominasi oleh kredit konsumsi.

“Hingga Oktober 2020, kredit konsumsi mencapau 23,92 triliun. Angka tersebut sangat tinggi dibandingkan dengan kredit lain, seperti kredit investasi hanya sebesar Rp5,53 triliun, dan kredit modal kerja Rp10,11 triliun,” sebutnya.

Dia menekankan, tingginya kredit konsumsi karena pangsa pasar di Sulut cukup besar, namun dalam pengalokasiannya tetap penuh kehati-hatian. Hal itu dapat dilihat dari stabilnya persentase NPL atau kredit bermasalah.

Drwisman pun bersyukur, meski di tengah pandemi, perbankan di Sulut masih tetap bisa menjalankan kewajibannya dalam menyalurkan kredit serta restrukturisasi bagi nasabah yang memenuhi persyaratan.

“Hal ini menandakan, jika perekonomian masyarakat Sulut masih bisa terjaga dengan baik. Karena rendahnya angka NPL menunjukan ketaatan setiap nasabah dalam melunasi setiap pinjaman. Hal ini sangat baik, karena bisa membantu kesehatan perbankan, yang akhirnya akan memberi multipler effek bagi perekonomian Sulut,” tekannya. (ayu)

MANADOPOST.ID—Sampai dengan Oktober 2020, perbankan di Sulut baik itu Bank Umum dan BPR/S berhasil membukukan asset sebesar Rp70,1 triliun.

Sementara di periode yang sama total penyaluran kredit menyentuh angka Rp41 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp31,2 triliun. Dengan persentase NPL 3,44 persen serta LDR 130,92, persen.

Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara (Sulutgomalut) Darwisman, mengatakan, asset perbankan di Sulut memang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Hal ini sejalan dengan berbagai upaya dan kebijakan yang diterapkan oleh masing- masing perbankan. Yang mampu menumbuhkan kepercayaan nasabah.

Hal itu pun, lanjutnya, bisa terlihat dari penyaluran kredit yang terus mengalami pertumbuhan. Untuk wilayah Sulut, penyaluran kredit masih didominasi oleh kredit konsumsi.

“Hingga Oktober 2020, kredit konsumsi mencapau 23,92 triliun. Angka tersebut sangat tinggi dibandingkan dengan kredit lain, seperti kredit investasi hanya sebesar Rp5,53 triliun, dan kredit modal kerja Rp10,11 triliun,” sebutnya.

Dia menekankan, tingginya kredit konsumsi karena pangsa pasar di Sulut cukup besar, namun dalam pengalokasiannya tetap penuh kehati-hatian. Hal itu dapat dilihat dari stabilnya persentase NPL atau kredit bermasalah.

Drwisman pun bersyukur, meski di tengah pandemi, perbankan di Sulut masih tetap bisa menjalankan kewajibannya dalam menyalurkan kredit serta restrukturisasi bagi nasabah yang memenuhi persyaratan.

“Hal ini menandakan, jika perekonomian masyarakat Sulut masih bisa terjaga dengan baik. Karena rendahnya angka NPL menunjukan ketaatan setiap nasabah dalam melunasi setiap pinjaman. Hal ini sangat baik, karena bisa membantu kesehatan perbankan, yang akhirnya akan memberi multipler effek bagi perekonomian Sulut,” tekannya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/