25.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

240,9 Miliar Dana BPUM Sudah Tersalurkan

MANADOPOST.ID–Hingga Minggu (6/12) lalu,  realiasi penyaluran BPUM di Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) menyentuh angka Rp240.992.800.000. Dengan rincian, pencairan dari Bank BRI sebesar Rp158.997.600.000 dan Bank BNI Rp81.995.200.000. Dengan total penerima sebanyak 110.243.

Pemimpin Wilayah Bank BRI Kanwil Manado Rudy Andimono, menjelaskan,  Bank BRI memang merupakan salah satu bank negara yang ditunjuk untuk menyalurkan BPUM. Di mana dari enam kantor cabang yang tersebar di Wilayah Sulut, hampir semuanya sudah disalurkan pada penerima.

“Masih on progres.  BRI memastikan semua anggaran BPUM yang diditipkan akan disalurkan pada semua penerima yang memenuhi persyaratan,” katanya.

Dia pun menyebutkan,  BRI Kanwil Manado membawahi beberapa provinsi lain.  Antara lain,  Gorontalo,  Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.  Di mana,  lanjutnya,  untuk Gorontalo realisasi penyalurannya mencapai Rp56, 6 miliar.  Untuk Sulteng sebesar Rp93 miliar,  dan Maluku Utara Rp39,3 miliar.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Sehingga total anggaran BPUM yang berhasil disalurkan BRI se Kanwil Manado mencapai Rp348, 1 miliar dan menyasar 145 ribu rekening penerima, ” tukasnya.

Senada,  Pemimpin Wilayah BNI Kanwil Manado Koko Prawira Butar-Butar pun menekankan,  pihaknya terus menggenjot penyaluran BPUM untuk semua penerima. Dia membeber,  khusus untuk Wilayah Sulut BNI mendapatkan kepercayaan menyalurkan BPUM pada  43.994 penerima.  Dia bersyukur,  sampai 6 Desember lalu,  sebanyak 34.148 penerima yang sudah menikmati BPUM, dengan total Rp81,9 miliar yang tersebar di lima kantor cabang se Sulut.

“Penyerapannya sudah 77 persen dari target yang diberikan, ” bebernya.

Dia berharap, hingga akhir Desember penyerapannya sudah 100 persen.  “Tidak dipungkiri proses penyaluran tetap menemui kendala, karena ada data-data yang kurang cocok. Terlebih sekarang masa pandemi Covid-19, pengunjung dibatasi,  sehingga proses penyaluran membutuhkan proses.  Tetapi, BNI memastikan akan tetap menyalurkan hak para penerima BPUM, ” kuncinya.

Sebelumnya,  Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sulut mencatat, sebanyak 605.322 pelaku usaha yang telah mendaftarkan usahanya.  Sementara untuk data yang terverivikasi dari BPKP hingga tanggal 23 November 2020 yakni sebanyak 217.414 pelaku UM. Sehingga dapat dipastikan sebanyak 521.793.600.000 anggaran BPUM akan mengalir di Sulut.

“Saat ini sudah ada 217.412 pelaku usaha mikro yang terverivikasi di BPKP. Sehingga masih ada 387.908 lagi yang menunggu verivikasi,” jelas Kepala Dinas UMKM Sulut Ronald Sorongan melalui Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi dan UMKM Yahya Gultom.

Namun demikian menurutnya, pihak Dinas tetap mefasilitasi semua pelaku UM yang terdampak pandemi untuk mendapatkan bantuan. “Semua pelaku usaha miktro kita vasilitasi. Kita daftarakan sehingga, bisa mendapat bantuan,” katanya memastikan.

Dia menekankan,  untuk batas jumlah UM penerima bantuan sendiri dinyatakan tak ada batas kuota untuk daerah Sulut. “Semua yang layak mendapatkan bantuan, pasti bisa cair. Semuanya kami usulkan. Sebagian sudah cair,  sisanya kami pastikan akhir Desember ini, ” tandasnya.  (ayu)

MANADOPOST.ID–Hingga Minggu (6/12) lalu,  realiasi penyaluran BPUM di Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) menyentuh angka Rp240.992.800.000. Dengan rincian, pencairan dari Bank BRI sebesar Rp158.997.600.000 dan Bank BNI Rp81.995.200.000. Dengan total penerima sebanyak 110.243.

Pemimpin Wilayah Bank BRI Kanwil Manado Rudy Andimono, menjelaskan,  Bank BRI memang merupakan salah satu bank negara yang ditunjuk untuk menyalurkan BPUM. Di mana dari enam kantor cabang yang tersebar di Wilayah Sulut, hampir semuanya sudah disalurkan pada penerima.

“Masih on progres.  BRI memastikan semua anggaran BPUM yang diditipkan akan disalurkan pada semua penerima yang memenuhi persyaratan,” katanya.

Dia pun menyebutkan,  BRI Kanwil Manado membawahi beberapa provinsi lain.  Antara lain,  Gorontalo,  Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.  Di mana,  lanjutnya,  untuk Gorontalo realisasi penyalurannya mencapai Rp56, 6 miliar.  Untuk Sulteng sebesar Rp93 miliar,  dan Maluku Utara Rp39,3 miliar.

“Sehingga total anggaran BPUM yang berhasil disalurkan BRI se Kanwil Manado mencapai Rp348, 1 miliar dan menyasar 145 ribu rekening penerima, ” tukasnya.

Senada,  Pemimpin Wilayah BNI Kanwil Manado Koko Prawira Butar-Butar pun menekankan,  pihaknya terus menggenjot penyaluran BPUM untuk semua penerima. Dia membeber,  khusus untuk Wilayah Sulut BNI mendapatkan kepercayaan menyalurkan BPUM pada  43.994 penerima.  Dia bersyukur,  sampai 6 Desember lalu,  sebanyak 34.148 penerima yang sudah menikmati BPUM, dengan total Rp81,9 miliar yang tersebar di lima kantor cabang se Sulut.

“Penyerapannya sudah 77 persen dari target yang diberikan, ” bebernya.

Dia berharap, hingga akhir Desember penyerapannya sudah 100 persen.  “Tidak dipungkiri proses penyaluran tetap menemui kendala, karena ada data-data yang kurang cocok. Terlebih sekarang masa pandemi Covid-19, pengunjung dibatasi,  sehingga proses penyaluran membutuhkan proses.  Tetapi, BNI memastikan akan tetap menyalurkan hak para penerima BPUM, ” kuncinya.

Sebelumnya,  Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sulut mencatat, sebanyak 605.322 pelaku usaha yang telah mendaftarkan usahanya.  Sementara untuk data yang terverivikasi dari BPKP hingga tanggal 23 November 2020 yakni sebanyak 217.414 pelaku UM. Sehingga dapat dipastikan sebanyak 521.793.600.000 anggaran BPUM akan mengalir di Sulut.

“Saat ini sudah ada 217.412 pelaku usaha mikro yang terverivikasi di BPKP. Sehingga masih ada 387.908 lagi yang menunggu verivikasi,” jelas Kepala Dinas UMKM Sulut Ronald Sorongan melalui Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi dan UMKM Yahya Gultom.

Namun demikian menurutnya, pihak Dinas tetap mefasilitasi semua pelaku UM yang terdampak pandemi untuk mendapatkan bantuan. “Semua pelaku usaha miktro kita vasilitasi. Kita daftarakan sehingga, bisa mendapat bantuan,” katanya memastikan.

Dia menekankan,  untuk batas jumlah UM penerima bantuan sendiri dinyatakan tak ada batas kuota untuk daerah Sulut. “Semua yang layak mendapatkan bantuan, pasti bisa cair. Semuanya kami usulkan. Sebagian sudah cair,  sisanya kami pastikan akhir Desember ini, ” tandasnya.  (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/