22.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Biji Pala Sumbang Devisa 2,1 Miliar

MANADOPOST.ID– Biji Pala asal Sulawesi Utara (Sulut) mulai menyasar pasar dunia. Permintaan terbesarnya berasal dari Negara Vietnam.

Berdasarkan data yang dibeberkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, akhir September lalu, Sulut berhasil mengeskpor 43,5 ton biji pala dan menghasilkan devisa sebesar 149.000 USD. Atau setara dengan Rp2.196.237.650 (kurs, 14 Oktober).

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut Darwin Muksin, mengatakan, permintaan biji pala dari luar negeri cukup banyak. Dia pun bersyukur semuanya masih bisa dipenuhi.

“Permintaan yang cukup tinggi akan komoditas biji pala dari Vietnam, masih dapat dipenuhi oleh pengekspor asal Sulut,” akunya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia membeber, pasar Vietnam masih sangat terbuka untuk pengiriman biji pala asal Sulut. Karena masyarakat di sana sangat meminati pala asal Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro) ini.

“Kualitas biji pala Sitaro memiliki ciri khas tertentu yang membedakan dari pala daerah lain,” katanya.

Bahkan lanjutnya, pala asal Sulut dinyatakan salah satu yang terbaik di dunia, sehingga pasar Asia dan  Eropa sangat meminatinya. Selain Italia yang menjadi tujuan ekspor pala, negara Eropa lainnya adalah Belanda, Jerman, dan Inggris.

“Kami harap petani dan pengekspor dapat memanfaatkan peluang ini, dengan meningkatkan produksi dan kualitas produk,” harapnya, sembari menekankan, untuk masuk pasar internasional, lanjut dia, ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dan selama ini produk pala Sulut sudah mampu memenuhinya persyaratan itu sehingga kegiatan ekspor berjalan dengan baik.

“Pemerintah akan terus memfasilitasi para pengekspor Sulut dalam pengurusan Surat Keterangan Asal (SKA) dan dokumen lainnya guna kelancaran ekspor. Juga fasilitasi pelatihan dan pembinaan akan selalu dilakukan pemerintah agar para pengekspor Sulut semakin berkualitas,” tutupnya. (ayu)

MANADOPOST.ID– Biji Pala asal Sulawesi Utara (Sulut) mulai menyasar pasar dunia. Permintaan terbesarnya berasal dari Negara Vietnam.

Berdasarkan data yang dibeberkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, akhir September lalu, Sulut berhasil mengeskpor 43,5 ton biji pala dan menghasilkan devisa sebesar 149.000 USD. Atau setara dengan Rp2.196.237.650 (kurs, 14 Oktober).

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut Darwin Muksin, mengatakan, permintaan biji pala dari luar negeri cukup banyak. Dia pun bersyukur semuanya masih bisa dipenuhi.

“Permintaan yang cukup tinggi akan komoditas biji pala dari Vietnam, masih dapat dipenuhi oleh pengekspor asal Sulut,” akunya.

Dia membeber, pasar Vietnam masih sangat terbuka untuk pengiriman biji pala asal Sulut. Karena masyarakat di sana sangat meminati pala asal Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro) ini.

“Kualitas biji pala Sitaro memiliki ciri khas tertentu yang membedakan dari pala daerah lain,” katanya.

Bahkan lanjutnya, pala asal Sulut dinyatakan salah satu yang terbaik di dunia, sehingga pasar Asia dan  Eropa sangat meminatinya. Selain Italia yang menjadi tujuan ekspor pala, negara Eropa lainnya adalah Belanda, Jerman, dan Inggris.

“Kami harap petani dan pengekspor dapat memanfaatkan peluang ini, dengan meningkatkan produksi dan kualitas produk,” harapnya, sembari menekankan, untuk masuk pasar internasional, lanjut dia, ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dan selama ini produk pala Sulut sudah mampu memenuhinya persyaratan itu sehingga kegiatan ekspor berjalan dengan baik.

“Pemerintah akan terus memfasilitasi para pengekspor Sulut dalam pengurusan Surat Keterangan Asal (SKA) dan dokumen lainnya guna kelancaran ekspor. Juga fasilitasi pelatihan dan pembinaan akan selalu dilakukan pemerintah agar para pengekspor Sulut semakin berkualitas,” tutupnya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/