26 C
Manado
Sabtu, 31 Oktober 2020

Banyak Warga Tarik Tabungan dan Gadai Barang

MANADOPOST.ID—Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan kajian cepat terhadap Lembaga Pembiayaan Mikro (LPM) di tengah pandemi Covid-19. Hasilnya banyak nasabah menarik uang sehingga jumlah simpanan di LMP menurun. Begitupun dengan jumlah nasabah yang menyimpan uangnya juga turun.

LPM meliputi lembaga penyalur kredit kepada usaha mikro atau kecil seperti badan perkreditan rakyat (BPR) dan badan pembiayaan rakyat Syariah (BPRS). Kemudian lembaga keuangan mikro (LKM), lembaga keuangan mikro Syariah (LKMS), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar, koperasi simpan pinjam, dan pegadaian.

Hasil kajian itu menyebutkan selama pandemi Covid-19 jumlah simpanan nasabah di berbagai jenis LPM menurun 40 persen. Jumlah penurunan simpanan yang cukup tajam terjadi di koperasi, koperasi Syariah, LKM, dan LKMS sebanyak 71,6 persen. Lalu di BPR dan BPRS turun 68,5 persen. ’’Banyak nasabah menarik uangnya untuk bertahap hidup selama pandemi,’’ kata Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Tuti Ermawati kemarin (15/10).

Kemudian jumlah nasabah yang menabung mengalami penurunan 42,2 persen. Perinciannya adalah jumlah nasabah yang menabung di koperasi dan BPR turun sampai 66,2 persen dan 57,8 persen. Sebaliknya di pegadaian justru ada peningkatan jumlah nasabah yang menabung. Peningkatan nasabah di pegadaian mencapai 56,8 persen. Peningkatan ini menunjukkan banyak masyarakat yang menggadaikan barangnya untuk kebutuhan hidup.

Tuti mengatakan di tengah pandemi Covid-19 LPM cukup kreatif menjalankan mitigasi mengatasinya tingginya penarikan dana oleh nasabah dan investor. Diantaranya adalah terus melakukan edukasi kepada nasabah dan investor supaya tidak menarik dananya. Sekitar 46 persen LPM melakukan upaya edukasi ini untuk menjaga keuangan mereka.

Dari kajian cepat itu tim Pusat Penelitian Ekonomi LIPI mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Diantaranya untuk jangka pendek adalah pemberian dukungan likuiditas kepada LPM. “’Utamanya koperasi,’’ kata Tuti. Selain itu pemerintah dapat meningkatkan peran LPM dalam penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk usaha mikro dan kecil (UMK).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI Tri Nuke Pudjiastuti mengatakan jika bicara pandemi Covid-19, kemungkinan besar akhir tahun ini sudah ada vaksin. Tetapi bicara ekonomi, tidak semudah membalikkan tangan. ’’Sudah divaksin, tetapi untuk mengembalikan perekonomian tidak bisa cepat dan membutuhkan effort sendiri,’’ katanya. Dia berharap kajian cepat itu dapat memberikan gambarang saat ini sekaligus untuk menyusun strategi penanganan ke depan.

Di sisi lain, berdasarkan data yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulut, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut), secara year on year perbankan di Sulut tetap mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan (lihat grafis). Meskipun NPL alami peningkatan dari 3,66 persen menjadi 4,02 persen per Juni lalu.

Sementara itu, Ekonom Sulut Dr Joy Tulung menilai, pendapatan sektor rumah tangga sebagai penyedia pendanaan utama melalui sistem perbankan memang sedikit melambat. Sehingga tidak mengherankan simpanan untuk Koperasi dan BPR turun jauh. “Jangankan BPR, bank umum saja pertumbuhan DPKnya melambat meskipun masih sedikit diatas pertumbuhan kredit. Hal ini adalah salah satu dampak dari pada Covid19,” sebut Tulung saat diwawancarai Manado Post.

Lanjutnya, berbeda dengan Pegadaian yang lagi bergairah dengan naiknya harga emas dalam setahun terakhir. Selain itu karena kesulitan dana segar, maka masyarakat menggadaikan barang mereka untuk mendapatkan uang cash untuk konsumsi rumah tangga. “Jadi uang cash yang didapat bukan untuk ditabung, tetapi untuk dikonsumsi,” tutupnya.(ayu/gnr)

PERTUMBUHAN KINERJA  PERBANKAN PERIODE JUNI 2019-JUNI 2020:

Juni 2019 (Triliun)     Juni 2020 (Triliun)     Yoy (%)

Asset           60,8                       64,4                                 5,93

Kredit            39,8                       41                                   3,12

DPK              27,3                       28,3                                 3,50

NPL              3,66 persen             4,02 persen                       –

LDR              145,49 persen                   144,94 persen                             –

 

Keterangan: DPK terdiri dari Tabungan, Giro dan Deposito. Tumbuh 3,50 persen dibanding Juni 2019. Dari Rp27,3 triliun menjadi Rp28,3 triliun.

*Sumber: OJK Sulutgomalut, Agustus 2020.

-

Artikel Terbaru

Selisih dengan CEP-SSL 40%, Ini Alasan OD-SK Tetap Perkasa

MANADOPOST.ID—Petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw sangat perkasa. Tingkat elektabilitas mencapai 64,3. Selisih dengan jawara kedua Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) capai 40 persen. Di mana paslon nomor urut 1 ini hanya mendapat 22,3 persen.

LSI: OD-SK Unggul 64,3

MANADOPOST.ID—Kurang dari dua bulan pelaksanaan pilkada 9 Desember mendatang, pasangan incumbent Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) tetap bertengger di posisi pertama.

Pjs Bupati Minsel Warning Kepsek

MANADOPOST.ID—Pjs Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Meiki Onibala, kembali mengeluarkan warning keras. Kali ini, diarahkan ke kepala sekolah (kepsek) di Minsel. Terkait sikap dalam menghadapi kontestasi Pilkada 2020.

Ketua Bapilu Demokrat Dukung JPAR-Ai

MANADOPOST.ID--Target utama Partai Demokrat merebut kemenangan di Kota Manado sepertinya tak didukung kader sendiri. Teranyar, Ketua Bapilu Demokrat Sulut Darmawati Dareho memilih mendukung pasangan calon Julyeta Paulina Amelia Runtuwene-Harley Mangindaan (JPAR-Ai). Dibanding memenangkan Ketua Demokrat Sulut Mor Bastiaan yang berpasangan dengan Hanny Joost Pajouw.

Anggaran JKN-KIS Minahasa Digeser Tangani Covid-19

MANADOPOST.ID—Pandemi Covid-19 di Kabupaten Minahasa berdampak pada pergeseran anggaran. Salah satunya pergeseran anggaran yang dilakukan terhadap pembayaran iuran BPJS Kesehatan.