25.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Pemerintah Mantapkan Strategis Ekonomi Digital 2025

MANADOPOST.ID— 2025 nanti, transaksi digital Indonesia diprediksikan akan menglami peningkatan hingga di angka 124 miliar USD. Hal ini ditegaskan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahudin.

Dia menyebut, transaksi ekonomi digital di Indonesia pada 2020 sebesar 44 miliar USD. Angka itu merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.”Bahkan pada 2025 diprediksi mampu mencapai 124 USD miliar, ini didukung kontribusi e-commerce Indonesia,” ujarnya.

Rudy member khusus transaksi e-commerce berpotensi tembus 32 USD miliar tahun ini. Kemudian, transaksi tersebut diperkirakan mencapai 83 miliar USD pada 2025 mendatang.

Melihat potensi yang begitu besar, Rudy bilang pemerintah kini sedang menyusun strategi nasional ekonomi digital. Strategi dibuat untuk mengoptimalkan upaya akselerasi transformasi digital di Indonesia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Tujuan strategi juga menjawab berbagai tantangan dalam ekonomi digital di Indonesia, seperti kebijakan tumpang tindih, tingkat literasi yang rendah, dan pemanfaatan potensi ekonomi yang belum optimal,” terang Rudy.

Nantinya, lanjut dia, strategi nasional ini akan menjadi kerangka utama atau panduan dalam pengembangan kebijakan ekonomi digital bagi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. Strategi ini akan terdiri dari empat pilar, yakni talenta digital, riset dan inovasi, infrastruktur digital, serta regulasi.

“Outcome yang diharapkan adalah gimana pilar-pilar tersebut dapat memberikan nilai tambah dan mengembangkan kapasitas dari pelaku bisnis, masyarakat, serta pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkualitas,” jelas Rudy.

Ia menambahkan bahwa regulasi yang tepat untuk sektor digital adalah tidak terlalu mengekang pelaku usahanya. Dengan kata lain, aturan dibuat untuk menjadi pedoman, sehingga ekosistem ini bisa tumbuh sehat.

“Kalau regulasi ketat, itu akan menyebabkan pertumbuhan tidak berjalan baik,” pungkasnya. (ayu)

MANADOPOST.ID— 2025 nanti, transaksi digital Indonesia diprediksikan akan menglami peningkatan hingga di angka 124 miliar USD. Hal ini ditegaskan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahudin.

Dia menyebut, transaksi ekonomi digital di Indonesia pada 2020 sebesar 44 miliar USD. Angka itu merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.”Bahkan pada 2025 diprediksi mampu mencapai 124 USD miliar, ini didukung kontribusi e-commerce Indonesia,” ujarnya.

Rudy member khusus transaksi e-commerce berpotensi tembus 32 USD miliar tahun ini. Kemudian, transaksi tersebut diperkirakan mencapai 83 miliar USD pada 2025 mendatang.

Melihat potensi yang begitu besar, Rudy bilang pemerintah kini sedang menyusun strategi nasional ekonomi digital. Strategi dibuat untuk mengoptimalkan upaya akselerasi transformasi digital di Indonesia.

“Tujuan strategi juga menjawab berbagai tantangan dalam ekonomi digital di Indonesia, seperti kebijakan tumpang tindih, tingkat literasi yang rendah, dan pemanfaatan potensi ekonomi yang belum optimal,” terang Rudy.

Nantinya, lanjut dia, strategi nasional ini akan menjadi kerangka utama atau panduan dalam pengembangan kebijakan ekonomi digital bagi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. Strategi ini akan terdiri dari empat pilar, yakni talenta digital, riset dan inovasi, infrastruktur digital, serta regulasi.

“Outcome yang diharapkan adalah gimana pilar-pilar tersebut dapat memberikan nilai tambah dan mengembangkan kapasitas dari pelaku bisnis, masyarakat, serta pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkualitas,” jelas Rudy.

Ia menambahkan bahwa regulasi yang tepat untuk sektor digital adalah tidak terlalu mengekang pelaku usahanya. Dengan kata lain, aturan dibuat untuk menjadi pedoman, sehingga ekosistem ini bisa tumbuh sehat.

“Kalau regulasi ketat, itu akan menyebabkan pertumbuhan tidak berjalan baik,” pungkasnya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/