24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Patuh Cukai, Cap Tikus 1978 Raih 2 Penghargaan Kanwil Bea Cukai

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Cap Tikus 1978 meraih 2 predikat terbaik. Yakni Perusahaan Pembayar Cukai Terbesar 2022 dan Pengusaha Cukai Teraktif 2022, dalam kegiatan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Utara, Rabu (15/6). Cap Tikus 1978 kembali memberikan kontribusi nyata dalam dunia usaha di Sulawesi Utara. Atas kontribusi tersebut, PT Jobubu Jarum MInahasa (JJM) yang mengelola minuman Cap Tikus 1978, Daebak Soju dan Hand Sanitizer dr Vikers tersebut, kini akrab dan menjadi salah satu mitra penting Bea Cukai. Prestasi sebelumnya telah diukir di tingkat Kota Manado, dimana Kantor Bea Cukai Manado selama 2 tahun berturut turut memberikan penghargaan kepada Cap Tikus 1978 untuk kategori Penerimaan Cukai terbanyak.

 

Kakanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang mengatakan, penghargaan tersebut, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi penerimaan negara di bidang cukai MMEA tahun 2022. Khusus PT Jobubu, Erwin Situmorang berharap bisa menjadi contoh bagi yang lain. “Tercatat PT Jobubu Minahasa adalah penyumbang terbesar pada Kanwil Bea Cukai Sulbagtara sekaligus memberdayakan potensi lokal, baik komoditas Cap Tikus, kesejahteraan untuk petani, maupun tenaga kerja, penghargaan ini sebagai bentuk komunikasi agar pelaku usaha merasa pemerintah hadir untuk mereka,” kata Situmorang.

 

- Advertisement -

Dukungan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, aparat dan tentunya pihak Bea Cukai yang membuat hal ini berjalan baik. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Henry Kaitjily SH mengatakan, pemerintah mengapresiasi Cap Tikus 1978. Karena, ikut mengangkat ekonomi kreatif di Sulawesi Utara dalam menopang perekonomian daerah. ‘’Ini merupakan local wisdom yang ikut mengangkat dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif. The creation of value as a result of idea,‘’ ujar Kaitjily.

 

Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar (FDW) pun menyatakan, dukungan penuh pada petani serta pengusaha yang bekerja keras mengenalkan Cap Tikus ke masyarakat luas. “Komitmen saya dan Pak Wakil Bupati pada pengembangan Cap Tikus sangat jelas, di kegiatan APKASI saja kami membawa dan mempromosikan Cap Tikus. bahkan kami kenalkan pada pak menteri. Kami memberi apresiasi bagi PT JJM dan petani yang mengembangkan Cap Tikus. Apalagi jika ternyata pajak cukainya terbesar. Ini artinya, Cap Tikus sudah memberi pendapatan bagi pemerintah. Jadi, memang produk ini harus dihargai,” tegas FDW.

 

Pimpinan PT JJM Nicho Lieke dan Audy Lieke menegaskan, mereka patut berbangga dengan pencapaian ini, karena Cap Tikus 1978 telah memberikan kontribusi positif untuk pengembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Utara. Sebagai pengusaha, pihaknya komitmen melaksanakan instruksi Presiden Joko Widodo, yakni meningkatkan investasi agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Hal yang luar biasa dalam pencapaian ini, dimana pemerintah, pengusaha dan petani mendukung serta mendapatkan manfaat yang baik dari pengelolaan produk Cap Tikus 1978. Produksi yang meningkat, akan mendorong permintaan di petani Cap Tikus. Di sisi lain, penerimaan negara lewat cukai juga naik. Terima kasih kepada Bea Cukai yang selama ini mendampingi dan menjadi mitra strategis ” ujar Nicho Lieke, pengusaha muda sukses jebolan Oxford University.

 

Chief Operational Officer Audy Lieke mengatakan, Cap Tikus 1978 kini telah mendunia akibat sinergitas yang baik dari pihak pemerintah daerah yang sangat mendukung, kaum petani dan pengusaha. “Kolaborasi yang solid dan terbina baik inilah yang membuat Cap Tikus 1978 makin dikenal dan tim JJM melalui anak-anak muda kreatif, mampu mendongkrak popularitas minuman kebanggaan Sulawesi Utara ini, ” tambah Audy Lieke, tokoh muda Sulawesi Utara lulusan California State University, USA dan Universitas Indonesia.

 

Sementara itu, Petani Cap Tikus asuhan PT Jobubu Jarum Minahasa, John Muntu, menyampaikan rasa bangganya karena hasil tani Cap Tikus yang dahulu sering dijerat oleh aparat hukum sekarang sudah tidak lagi, karena disalurkan ke pabrik pengolahan yang legal. Cap Tikus menurutnya semakin berkibar, dengan adanya program petani asuhan dari pabrik seperti PT JJM. “Terima kasih kepada Gubernur Olly Dondokambey, yang telah memberi dukungan kepada PT Jobubu Jarum Minahasa serta para petani Cap Tikus, ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” kata Muntu. (*)

MANADOPOST.ID – Cap Tikus 1978 meraih 2 predikat terbaik. Yakni Perusahaan Pembayar Cukai Terbesar 2022 dan Pengusaha Cukai Teraktif 2022, dalam kegiatan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Utara, Rabu (15/6). Cap Tikus 1978 kembali memberikan kontribusi nyata dalam dunia usaha di Sulawesi Utara. Atas kontribusi tersebut, PT Jobubu Jarum MInahasa (JJM) yang mengelola minuman Cap Tikus 1978, Daebak Soju dan Hand Sanitizer dr Vikers tersebut, kini akrab dan menjadi salah satu mitra penting Bea Cukai. Prestasi sebelumnya telah diukir di tingkat Kota Manado, dimana Kantor Bea Cukai Manado selama 2 tahun berturut turut memberikan penghargaan kepada Cap Tikus 1978 untuk kategori Penerimaan Cukai terbanyak.

 

Kakanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang mengatakan, penghargaan tersebut, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi penerimaan negara di bidang cukai MMEA tahun 2022. Khusus PT Jobubu, Erwin Situmorang berharap bisa menjadi contoh bagi yang lain. “Tercatat PT Jobubu Minahasa adalah penyumbang terbesar pada Kanwil Bea Cukai Sulbagtara sekaligus memberdayakan potensi lokal, baik komoditas Cap Tikus, kesejahteraan untuk petani, maupun tenaga kerja, penghargaan ini sebagai bentuk komunikasi agar pelaku usaha merasa pemerintah hadir untuk mereka,” kata Situmorang.

 

Dukungan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, aparat dan tentunya pihak Bea Cukai yang membuat hal ini berjalan baik. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Henry Kaitjily SH mengatakan, pemerintah mengapresiasi Cap Tikus 1978. Karena, ikut mengangkat ekonomi kreatif di Sulawesi Utara dalam menopang perekonomian daerah. ‘’Ini merupakan local wisdom yang ikut mengangkat dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif. The creation of value as a result of idea,‘’ ujar Kaitjily.

 

Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar (FDW) pun menyatakan, dukungan penuh pada petani serta pengusaha yang bekerja keras mengenalkan Cap Tikus ke masyarakat luas. “Komitmen saya dan Pak Wakil Bupati pada pengembangan Cap Tikus sangat jelas, di kegiatan APKASI saja kami membawa dan mempromosikan Cap Tikus. bahkan kami kenalkan pada pak menteri. Kami memberi apresiasi bagi PT JJM dan petani yang mengembangkan Cap Tikus. Apalagi jika ternyata pajak cukainya terbesar. Ini artinya, Cap Tikus sudah memberi pendapatan bagi pemerintah. Jadi, memang produk ini harus dihargai,” tegas FDW.

 

Pimpinan PT JJM Nicho Lieke dan Audy Lieke menegaskan, mereka patut berbangga dengan pencapaian ini, karena Cap Tikus 1978 telah memberikan kontribusi positif untuk pengembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Utara. Sebagai pengusaha, pihaknya komitmen melaksanakan instruksi Presiden Joko Widodo, yakni meningkatkan investasi agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Hal yang luar biasa dalam pencapaian ini, dimana pemerintah, pengusaha dan petani mendukung serta mendapatkan manfaat yang baik dari pengelolaan produk Cap Tikus 1978. Produksi yang meningkat, akan mendorong permintaan di petani Cap Tikus. Di sisi lain, penerimaan negara lewat cukai juga naik. Terima kasih kepada Bea Cukai yang selama ini mendampingi dan menjadi mitra strategis ” ujar Nicho Lieke, pengusaha muda sukses jebolan Oxford University.

 

Chief Operational Officer Audy Lieke mengatakan, Cap Tikus 1978 kini telah mendunia akibat sinergitas yang baik dari pihak pemerintah daerah yang sangat mendukung, kaum petani dan pengusaha. “Kolaborasi yang solid dan terbina baik inilah yang membuat Cap Tikus 1978 makin dikenal dan tim JJM melalui anak-anak muda kreatif, mampu mendongkrak popularitas minuman kebanggaan Sulawesi Utara ini, ” tambah Audy Lieke, tokoh muda Sulawesi Utara lulusan California State University, USA dan Universitas Indonesia.

 

Sementara itu, Petani Cap Tikus asuhan PT Jobubu Jarum Minahasa, John Muntu, menyampaikan rasa bangganya karena hasil tani Cap Tikus yang dahulu sering dijerat oleh aparat hukum sekarang sudah tidak lagi, karena disalurkan ke pabrik pengolahan yang legal. Cap Tikus menurutnya semakin berkibar, dengan adanya program petani asuhan dari pabrik seperti PT JJM. “Terima kasih kepada Gubernur Olly Dondokambey, yang telah memberi dukungan kepada PT Jobubu Jarum Minahasa serta para petani Cap Tikus, ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” kata Muntu. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/