25C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

248.275 Pelaku UMKM Nikmati Insentif Pajak

MANADOPOST.ID—2020 kemarin, tercatat sebanyak 248.275 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia menikmati insentif pajak dari pemerintah. Dengan nominal yang mencapai Rp670 miliar.

“Cukup banyak. Meski dari target, kami inginkan masih banyak yang mendapatkan insentif. Sehingga bisa menstimulus ekonomi secara keseluruhan,” ucap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Kemenkeu Neilmaldrin Noor di acara Market Review IDX Channel secara virtual, Rabu (17/2).

Untuk itu, sambungnya, pemerintah kembali memperpanjang pemberian insentif pajak ini agar lebih banyak UMKM yang bisa mendapatkan pembebasan pajak pada tahun ini. Namun, belum ada data realisasi sementara dari DJP.

Lebih lanjut, Neil, sapaan akrabnya, mengatakan pemberian insentif PPh final ditanggung pemerintah untuk UMKM sangat mudah didapat. UMKM hanya perlu menyampaikan laporan realisasi penjualannya secara bulanan.

Penyampaian laporan tersebut harus dilakukan setiap tanggal 20 di bulan berikutnya. Misalnya, laporan penjualan Januari 2021 disampaikan sebelum tanggal 20 Februari 2021.

“Dipersyaratkan untuk laporkan sebelum tanggal 20 di bulan berikutnya,” jelasnya.

Lanjutnya, laporan bisa disampaikan secara online atau dalam jaringan melalui situs pajak.go.id. Selanjutnya, UMKM tinggal mengunggah laporan dan mengisi formulir.

“Setelah itu tidak perlu lagi bayar pajak, cukup laporan saja,” imbuhnya.

Neil berharap kemudahan ini bisa menarik minat para UMKM untuk mau memanfaatkan insentif pajak dari pemerintah. Sebab, insentif ini berguna untuk meringankan beban keuangan UMKM di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Namun di sisi lain, ia tidak memungkiri insentif ini memberikan kehilangan potensi pajak kepada pemerintah. Hanya saja, potensi yang hilang tetap lebih rendah dari dampak ekonomi yang bisa didapat oleh UMKM dan perekonomian tanah air.

“Tapi di sisi lain pemberian insentif diharapkan mampu jaga stabilitas ekonomi, produktivitas dunia usaha, dan daya beli masyarakat. Yang terpenting adalah dapat menanggulangi dampak pandemi covid-19,” jelasnya.

Dia pun mengklaim manfaat ini sudah terasa pada kuartal IV 2020 lalu, di mana goncangan ekonomi sejalan tingginya realisasi insentif pajak tidak sebesar kuartal-kuartal sebelumnya.

“Pada tahun ini, pemerintah kembali memperpanjang enam insentif pajak bagi masyarakat dan UMKM. Pertama, berupa PPh Pasal 21 untuk karyawan yang ditanggung pemerintah,” tekannya.

Kedua, lanjutnya, insentif PPh Pasal 22 impor. Ketiga, pengurangan angsuran PPh pasal 25. Keempat, percepatan pengembalian pendahuluan alias restitusi PPN.

“Kelima, PPh final ditanggung pemerintah untuk UMKM. Keenam, PPh final jasa konstruksi yang diberikan khusus bagi wajib pajak di program penatagunaan air irigasi,” tutupnya. (*/ayu)

Artikel Terbaru