Ini Imbauan PLN Tentang Bahaya Akibat Penyalahgunaan Sambungan Listrik

MANADOPOST.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo mendukung penuh pencegahan penyebaran virus corona. Pegawai yang ada di posisi critical person atau pegawai diposisi vital dalam memastikan pasokan tenaga listrik, seperti pegawai pada unit pengatur beban, transmisi, distribusi, pembangkit (control room dan dispatcher room), petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) dan posko pelayanan teknik tetap siaga dan bekerja maksimal dalam menjaga pasokan listrik bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Senior Manager SDM dan Umum Galih Chrissetyo mengimbau kepada masyarakat agar bijak dalam penggunaan energi listrik. Pihaknya juga mengajak agar masyarakat ikut andil dalam menjaga suplai listrik yang ada di wilayah Suluttenggo. “Di masa pandemi petugas PLN dengan standard keselamatan dan penyediaan energi yang handal tetap bertugas, untuk melayani masyarakat. Salah satunya yang dilakukan adalah melaksanakan tindakan P2TL demi keselamatan pelanggan. Dimana sebuah upaya PLN agar masyarakat terhindar dari bahaya seperti, kebakaran akibat penyalahgunaan sambungan tenaga listrik,” tutur dia.

Galih menjelaskan, setiap Unit PLN secara rutin atau khusus melaksanakan kegiatan P2TL. Hal ini dilakukan untuk menghindari bahaya listrik bagi masyarakat, juga sebagai bentuk meningkatkan pelayanan dan menekan nilai susut energi. “Tetapi di tengah pandemi petugas PLN tetap menjalankan sesuai SOP Pencegahan Pandemi Covid-19, mengingat jangan sampai terjadi kebakaran akibat sambungan ilegal tersebut itu adalah konsen kami,” tukasnya.

Sementara itu, Manager Komunikasi Marthen Salmon mengungkapkan, petugas lapangan P2TL merupakan regu yang terdiri dari pejabat atau petugas-petugas PLN yang melaksanakan pemeriksaan P2TL di lapangan dengan tugas-tugas seperti :

1. Melakukan pemeriksaan terhadap Jaringan Tenaga Listrik (JTL), Sambungan Tenaga Listrik (STL), Alat Pembatas dan Pengukur (APP) dan perlengkapan APP serta instalasi pemakai tenaga listrik dalam rangka menertibkan pemakaian tenaga listrik.

2. Melakukan pemeriksaan atas pemakaian tenaga listrik

3. Mencatat kejadian-kejadian yang ditemukan pada waktu dilakukan P2TL menurut jenis kejadiannya.

4. Menandatangani berita acara hasil pemeriksaan P2TL serta berita acara lainnya serta membuat laporan mengenai pelaksanaan P2TL.

5. Menyerahkan dokumen dan barang bukti hasil temuan pemeriksaan P2TL kepada petugas administrasi P2TL.

Dalam melaksanakan tugas, petugas pelaksana lapangan P2TL memiliki kewenangan untuk melakukan pemutusan sementara atas STL atau APP pada pelanggan yang harus dikenakan tindakan pemutusan sementara, Melakukan pembongkaran rampung atas STL pada pelanggan dan bukan pelanggan. Melakukan pengambilan barang bukti berupa APP dan peralatan lainnya.

Lalu di tengah pandemi Covid-19 ini bagaimana profil petugas pelaksana lapangan P2TL PLN ?

1. Tentunya berpakaian dinas dan mengenakan tanda pengenal serta membawa perlengkapan P2TL yang diperlukan di lapangan serta memperlengkapi dengan APD Pencegahan Covid – 19 dengan masker dan perlengkapan lainnya, hand sanitizer yang diperlengkapi di kendaraam operasional PLN.

2. Membawa surat tugas resmi yang ditandatangani oleh pejabat pemberi tugas dan atau penanggungjawab P2TL.

3. Bersikap sopan dan tertib didalam memasuki persil atau bangunan pemakai tenaga listrik.

4. Berkewajiban untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud serta tujuan pelaksanaan P2TL kepada pemakai tenaga listrik atau yang mewakili.

5. Meminta pemakai tenaga listrik atau yang mewakili untuk turut serta mendampingi atau menyaksikan selama berlangsungnya pemeriksaan dengan tetap menjaga social distancing

6. Memperhatikan keamanan instalasi ketenagalistrikan serta keselamatan umum dalam melakukan pemeriksaan dan pengambilan barang bukti.

Lebih jauh Salmon menjelaskan, bagaimana jika rumah anda kedatangan Tim P2TL? Maka pelanggan tidak perlu khawatir, tetapi terimalah dengan baik dan tanyakan identitas resmi petugas yang datang, berikut dengan surat tugasnya. Jika anda ragu dengan identitas yang ditunjukkan, segera hubungi kantor PLN terdekat. Kemudian mintalah penjelasan kepada petugas tentang maksud dan tujuan kedatangannya.

Dampingilah petugas selama melakukan pemeriksaan dengan tetap menjaga social distancing. Selanjutnya, baca kembali dengan teliti berkas berita acara pemeriksaan, mintalah penjelasan apabila ada hal yang masih belum dipahami.Dan tandatangani berita acara pemeriksaan dan mintalah satu lembar berita acara hasil pemeriksaan.

Apa saja sanksi yang dikenakan pada pelanggan dan non pelanggan jika terdapat dan ditemukan terjadinya pelanggaran pemakaian tenaga listrik ?

Sanksi yang dikenakan jika terdapat dan ditemukan pelanggaran oleh pelanggan maka dikenakan sanksi, berupa Pemutusan Sementara; Pembongkaran Rampung; Pembayaran Tagihan Susulan; Pembayaran Biaya P2TL Lainnya. Sedangkan bukan pelanggan yang terkena P2TL dikenakan sanksi, berupa Pembongkaran Rampung;Pembayaran TS4; Pembayaran Biaya P2TL lainnya.

Dengan besarnya resiko dan ada sanksi pembayaran tagihan susulan jika terdapat dan ditemukan pelanggaran pemakaian tenaga listrik, Salmon menghimbau kepada seluruh masyarakat jika akan membeli rumah atau menghuni sebuah rumah bangunan, dipersilahkan melapor kepada pihak PLN untuk dapat membantu melakukan pemeriksaan kondisi alat ukur dan tagihan rekening listrik. “Agar dapat menjaga kWh meter yang terpasang dirumah atau persil pelanggan dan segera melaporkan kepada pihak PLN jika terjadi kelainan ataupun gangguan,” ucap dia.

Dengan cara dan dalih apapun dilarang membuka merusak atau merubah alat pengukur dan pembatas milik PLN baik yang dilakukan oleh pelanggan atau pihak lain, tidak memindahkan peralatan listrik atau alat ukur milik PLN tanpa Izin dari PLN, pastikan nama dan alamat kWh meter yang terpasang sesuai dengan data milik PLN, pelanggan yang tidak sesuai nama dan alamat nya pada rekening listrik agar melapor ke PLN terdekat

Salmon mengatakan Kamis (16/4) lalu  terdapat adanya keluhan warga Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget, terkait adanya pencabutan meteran listrik. “Hal ini disebabkan pelanggan melakukan pelanggaran dengan menyambung listrik langsung dari kabel PLN sebelum Kwh Meter, ini tentulah sangat membahayakan aspek keselamatan bukan hanya dari pemilik rumah tapi juga untuk instalasi listrik di sekitar rumah,” terangnya.

Tambah dia, pencabutan meter tersebut telah disaksikan pemilik rumah setelah ditandatangani berita acara  PLN dan atas pelanggaran tersebut pelanggan diharuskan membayar denda sesuai ketentuan sebelum dapat disambung kembali dan dipasang meter seperti semula. Rincian denda tersebut tentunya akan disampaikan secara detail di  Kantor ULP Paniki kepada pelanggan. (Lina Pendong)