alexametrics
24.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Dua Tahun Jabat Menteri BUMN, Erick Thohir Sudah Pecat Banyak Direksi, Siapa Saja Mereka?

MANADOPOST-ID— Pasca dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 23 Oktober 2019, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thoir menunjukan ketegasannya dalam bekerja.

Erick banyak melakukan terobosan baru, selama kurang lebih dua tahun bergabung dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Mulai dari merampungkan lembaga BUMN, marger, perombakan, penyederhanaan aturan, hingga pergantian dan pemcatan jajaran direksi utama yang dianggap gagal.

Lantas, siapa saja Direksi yang dipecat Erick?

Yang pertama adalah orang nomor satu di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dia adalah I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara.

Erick memecat Ari pada penghujung 2019. Karena kasus penyelundupan komponen Harley-Davidson menggunakan pesawat maskapai pelat merah.

Tak cuma memecat Ari, Erick juga mencopot Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.

Keempatnya ikut terpental karena berada dalam penerbangan saat komponen Harley diselundupkan dari luar negeri ke tanah air.

Ada juga Herman Hidayat dan Rony Hanityo Apriyanto. Herman dan Rony merupakan direktur PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri. Keduanya diberhentikan pada Januari 2020.

Keduanya didepak Erick di tengah kasus dugaan korupsi di Asabri. Selain itu, Asabri juga mencatatkan penurunan aset karena menempatkan investasi di saham grup usaha Benny Tjokrosaputro.

Tercatat, aset perusahaan turun dari kisaran Rp19,4 triliun pada 2018 menjadi Rp10,6 triliun sebelum audit pada 2019.

Erick juga mencopot Budiman Saleh dari kursi direktur utama PT PAL Indonesia (Persero) pada April 2021. Sebelumnya, Budiman ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (Persero) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Budiman diduga terlibat ketika menjabat sebagai Direktur Aerostructure PTDI pada 2007-2010, Direktur Aircraft Integration PTDI pada 2010-2012) dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI pada 2012-2017.

Lalu, Desi Arryani. Desi sebelumnya merupakan direktur utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Ia dicopot Erick dari kursi utama perusahaan operator tol itu pada Juni 2020. Desi diganti saat kasus dugaan korupsinya diendus oleh KPK.

Kasus dugaan korupsi tersebut muncul saat Desi menjabat sebagai kepala divisi III di PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Desi juga diduga memunculkan proyek fiktif di perusahaan.

Dan yang terbaru Erick mencopot
Dirut PT Kimia Farma Diagnostika Dirut Adil Fadilah atas kasus Antigen bekas.

(ayu)

MANADOPOST-ID— Pasca dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 23 Oktober 2019, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thoir menunjukan ketegasannya dalam bekerja.

Erick banyak melakukan terobosan baru, selama kurang lebih dua tahun bergabung dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Mulai dari merampungkan lembaga BUMN, marger, perombakan, penyederhanaan aturan, hingga pergantian dan pemcatan jajaran direksi utama yang dianggap gagal.

Lantas, siapa saja Direksi yang dipecat Erick?

Yang pertama adalah orang nomor satu di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dia adalah I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara.

Erick memecat Ari pada penghujung 2019. Karena kasus penyelundupan komponen Harley-Davidson menggunakan pesawat maskapai pelat merah.

Tak cuma memecat Ari, Erick juga mencopot Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.

Keempatnya ikut terpental karena berada dalam penerbangan saat komponen Harley diselundupkan dari luar negeri ke tanah air.

Ada juga Herman Hidayat dan Rony Hanityo Apriyanto. Herman dan Rony merupakan direktur PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri. Keduanya diberhentikan pada Januari 2020.

Keduanya didepak Erick di tengah kasus dugaan korupsi di Asabri. Selain itu, Asabri juga mencatatkan penurunan aset karena menempatkan investasi di saham grup usaha Benny Tjokrosaputro.

Tercatat, aset perusahaan turun dari kisaran Rp19,4 triliun pada 2018 menjadi Rp10,6 triliun sebelum audit pada 2019.

Erick juga mencopot Budiman Saleh dari kursi direktur utama PT PAL Indonesia (Persero) pada April 2021. Sebelumnya, Budiman ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (Persero) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Budiman diduga terlibat ketika menjabat sebagai Direktur Aerostructure PTDI pada 2007-2010, Direktur Aircraft Integration PTDI pada 2010-2012) dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI pada 2012-2017.

Lalu, Desi Arryani. Desi sebelumnya merupakan direktur utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Ia dicopot Erick dari kursi utama perusahaan operator tol itu pada Juni 2020. Desi diganti saat kasus dugaan korupsinya diendus oleh KPK.

Kasus dugaan korupsi tersebut muncul saat Desi menjabat sebagai kepala divisi III di PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Desi juga diduga memunculkan proyek fiktif di perusahaan.

Dan yang terbaru Erick mencopot
Dirut PT Kimia Farma Diagnostika Dirut Adil Fadilah atas kasus Antigen bekas.

(ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/