alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 27 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

2021, KEK Likupang ‘Disuntik’ 200,6 Miliar

MANADOPOST.ID–2021 mendatang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan menyalurkan anggaran sebesar Rp2,7 triliun.

Untuk dukungan infrastruktur di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Salah satunya kawasan pariwisata Manado-Bitung-Likupang.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Trisasongko Widianto mengatakan, sebelumnya Kementerian PUPR telah menyalurkan anggaran dukungan infrastruktur bagi KSPN pada 2019 sebesar Rp1,65 triliun dan pada 2020 sebesar Rp4 triliun.

Dia menyebut ada lima KSPN yang menjadi prioritas 2021, antara lain, Danau Toba sebesar Rp530,4 miliar,  Borobudur sebesar Rp837,3 miliar, Mandalika sebesar Rp610,6 miliar, Labuan Bajo sebesar Rp610,6 miliar dan Manado-Bitung-Likupang sebesar Rp200,6 miliar.

“Kemudian untuk proses lelang di lima destinasi wisata super prioritas ini sebanyak 189 kegiatan,” sebut Widiyanto dikutif dari CNNIndonesia. com,  kemarin.

Sementara itu,  Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, penetapan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 84/2019 tentang Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. H

al itu, menurutnya, menjadi suatu hal yang perlu disyukuri dan menjadi pertanda awal pembangunan dan investasi besar-besaran di daerah. “Rakyat Sulut harus bersyukur dengan direstuinya KEK Pariwisata Tanjung Pulisan oleh Pemerintah Pusat. Ini menjadi berkah bagi kita semua,” sebutnya.

Dengan adanya legitimasi hukum yang kuat, Kandouw meyakini, KEK Pariwisata Tanjung Pulisan, bakal menjadi daya tarik bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di kawasan tersebut.

“Ini betul-betul menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, kemakmuran rakyat dan pastinya penanggulangan kemiskinan. Terbitnya PP 84/2019, semakin memantapkan roadmap pariwisata yang dibuat Gubernur Olly Dondokambey,” yakinnya.

KEK Pariwisata Tanjung Pulisan juga diprediksi Kandouw, menjadi daerah yang spektakuler.

“Saat ini saja sudah triliunan yang digelontarkan untuk infrastruktur KEK Pariwisata. Sudah ada resort, lapangan golf bertaraf internasional, pembangkit listirk tenaga surya siap diresmikan. Berikut ada empat hotel besar dari swasta yang akan dibangun di KEK Pariwisata, kira-kira lima triliun. Ini kan luar biasa. Jadi ini betul-betul berkah bagi rakyat Sulut,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut Henry Kaitjily mengatakan, pengembangan KEK bertujuan meningkatkan investasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri dan jasa pariwisata bertaraf internasional.

“Pengembangan KEK yang berdaya saing, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta masyarakat sekitar KEK tersebut berada,” imbuhnya.

Sebagai penerima manfaat terbesar dalam pengembangan KEK, Kaitjily mengharapkan agar memiliki komitmen kuat mendukung pengembangan dengan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk berinvestasi di Kawasan.

“Misalnya, menerbitkan peraturan terkait pengurangan pajak dan retribusi daerah, atau mengenai penyederhanaan perizinan berusaha di KEK, atau tentang penataan wilayah (RDTR) di sekitar KEK,” jelasnya.

Kaitjily mengatakan, di KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, entertainment dan MICE. Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. Tenaga kerja yang akan terserap ditargetkan sebanyak 65.300 orang.

“KEK Likupang direncanakan akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun sekira 92,89 hektare pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020-2023. Jadi, total target investasi sebesar Rp 164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama. Sedangkan, target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp 750 miliar,” tandasnya. (ayu)

MANADOPOST.ID–2021 mendatang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan menyalurkan anggaran sebesar Rp2,7 triliun.

Untuk dukungan infrastruktur di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Salah satunya kawasan pariwisata Manado-Bitung-Likupang.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Trisasongko Widianto mengatakan, sebelumnya Kementerian PUPR telah menyalurkan anggaran dukungan infrastruktur bagi KSPN pada 2019 sebesar Rp1,65 triliun dan pada 2020 sebesar Rp4 triliun.

Dia menyebut ada lima KSPN yang menjadi prioritas 2021, antara lain, Danau Toba sebesar Rp530,4 miliar,  Borobudur sebesar Rp837,3 miliar, Mandalika sebesar Rp610,6 miliar, Labuan Bajo sebesar Rp610,6 miliar dan Manado-Bitung-Likupang sebesar Rp200,6 miliar.

“Kemudian untuk proses lelang di lima destinasi wisata super prioritas ini sebanyak 189 kegiatan,” sebut Widiyanto dikutif dari CNNIndonesia. com,  kemarin.

Sementara itu,  Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, penetapan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 84/2019 tentang Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. H

al itu, menurutnya, menjadi suatu hal yang perlu disyukuri dan menjadi pertanda awal pembangunan dan investasi besar-besaran di daerah. “Rakyat Sulut harus bersyukur dengan direstuinya KEK Pariwisata Tanjung Pulisan oleh Pemerintah Pusat. Ini menjadi berkah bagi kita semua,” sebutnya.

Dengan adanya legitimasi hukum yang kuat, Kandouw meyakini, KEK Pariwisata Tanjung Pulisan, bakal menjadi daya tarik bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di kawasan tersebut.

“Ini betul-betul menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, kemakmuran rakyat dan pastinya penanggulangan kemiskinan. Terbitnya PP 84/2019, semakin memantapkan roadmap pariwisata yang dibuat Gubernur Olly Dondokambey,” yakinnya.

KEK Pariwisata Tanjung Pulisan juga diprediksi Kandouw, menjadi daerah yang spektakuler.

“Saat ini saja sudah triliunan yang digelontarkan untuk infrastruktur KEK Pariwisata. Sudah ada resort, lapangan golf bertaraf internasional, pembangkit listirk tenaga surya siap diresmikan. Berikut ada empat hotel besar dari swasta yang akan dibangun di KEK Pariwisata, kira-kira lima triliun. Ini kan luar biasa. Jadi ini betul-betul berkah bagi rakyat Sulut,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut Henry Kaitjily mengatakan, pengembangan KEK bertujuan meningkatkan investasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri dan jasa pariwisata bertaraf internasional.

“Pengembangan KEK yang berdaya saing, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta masyarakat sekitar KEK tersebut berada,” imbuhnya.

Sebagai penerima manfaat terbesar dalam pengembangan KEK, Kaitjily mengharapkan agar memiliki komitmen kuat mendukung pengembangan dengan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk berinvestasi di Kawasan.

“Misalnya, menerbitkan peraturan terkait pengurangan pajak dan retribusi daerah, atau mengenai penyederhanaan perizinan berusaha di KEK, atau tentang penataan wilayah (RDTR) di sekitar KEK,” jelasnya.

Kaitjily mengatakan, di KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, entertainment dan MICE. Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. Tenaga kerja yang akan terserap ditargetkan sebanyak 65.300 orang.

“KEK Likupang direncanakan akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun sekira 92,89 hektare pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020-2023. Jadi, total target investasi sebesar Rp 164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama. Sedangkan, target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp 750 miliar,” tandasnya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/