23.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Koperasi Pahlawan Ekonomi di Tengah Pandemi 

MANADOPOST.ID – Kondisi pandemi saat ini menjadi tantangan besar bagi koperasi di Sulawesi Utara (Sulut). Dalam menjalankan usahanya tidak lagi mudah dengan banyak pembatasan yang dilakukan. Tetapi, pandemi Covid-19 juga menjadi momentum bagi koperasi dapat menjadi “pahlawan ekonomi”.

Menurut Kadis Koperasi UKM Provinsi Sulut Ronald Sorongan kondisi koperasi di Sulut, sesuai data sebanyak 6.381 koperasi. Yang aktif 3.722 koperasi. Sedangkan aktif dan sehat hanya 678 koperasi.

“Yang tidak sehat karena pengurusnya tidak melaksanakan ketentuan undang-undang tentang koperasi. Dari 679 koperasi yang aktif dan sehat itu juga hanya 309 koperasi yang bersertifikat NIK (Nomor Induk Koperasi),” ujarnya dalam dialog MP Talks dengan tema “Koperasi Pahlawan Ekonomi di Tengah Pandemi” pekan lalu.

Sorangan juga mengatakan, ada Peraturan Pemerintah Nomor 7/2021 yang memberikan kemudahan untuk koperasi mengikuti tender pemerintah.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Jadi sudah bisa seperti PT dan CV. Koperasi jika ada modal dan izin usaha bisa ikut tender proyek di pemerintah. Ini peluang koperasi untuk bersaing dengan perusahan besar. Asal dikelola dengan baik,” katanya.

Di tempat yang sama, Fransiskus Montolalu, Ketua KSP Dana Masa Depan (Mapan) berbagi ‘rahasia’ bisa bertahan di tengah pandemi. Diketahui, di tengah pandemi KSP yang mendapat penghargaan Koperasi Berprestasi 2021 ini juga terus melakukan ekspansi.

“Sebenarnya KSP Dana Mapan tidak melakukan hal-hal yang luar biasa. Hanya kita melakukan dengan banyak pertimbangan. Pertama, sejak kita berdiri kita memilih sektor usaha yang akan dibiayai yaitu emas. Kami memilih jenis kredit dengan jaminan emas. Latar belakangnya, karena emas barang yang sangat likuid. Saya yakin di seluruh rumah tangga, sekecil apa pun, pasti memiliki emas. Kenapa mereka memiliki itu? Karena emas juga sarana investasi. Emas bisa dijadikan cash sebagai tambahan modal dan bisa dijadikan uang kapan saja,” katanya.

Montolalu juga mengatakan, KSP Dana Mapan memfokuskan pasar ke UMKM.

MANADOPOST.ID – Kondisi pandemi saat ini menjadi tantangan besar bagi koperasi di Sulawesi Utara (Sulut). Dalam menjalankan usahanya tidak lagi mudah dengan banyak pembatasan yang dilakukan. Tetapi, pandemi Covid-19 juga menjadi momentum bagi koperasi dapat menjadi “pahlawan ekonomi”.

Menurut Kadis Koperasi UKM Provinsi Sulut Ronald Sorongan kondisi koperasi di Sulut, sesuai data sebanyak 6.381 koperasi. Yang aktif 3.722 koperasi. Sedangkan aktif dan sehat hanya 678 koperasi.

“Yang tidak sehat karena pengurusnya tidak melaksanakan ketentuan undang-undang tentang koperasi. Dari 679 koperasi yang aktif dan sehat itu juga hanya 309 koperasi yang bersertifikat NIK (Nomor Induk Koperasi),” ujarnya dalam dialog MP Talks dengan tema “Koperasi Pahlawan Ekonomi di Tengah Pandemi” pekan lalu.

Sorangan juga mengatakan, ada Peraturan Pemerintah Nomor 7/2021 yang memberikan kemudahan untuk koperasi mengikuti tender pemerintah.

“Jadi sudah bisa seperti PT dan CV. Koperasi jika ada modal dan izin usaha bisa ikut tender proyek di pemerintah. Ini peluang koperasi untuk bersaing dengan perusahan besar. Asal dikelola dengan baik,” katanya.

Di tempat yang sama, Fransiskus Montolalu, Ketua KSP Dana Masa Depan (Mapan) berbagi ‘rahasia’ bisa bertahan di tengah pandemi. Diketahui, di tengah pandemi KSP yang mendapat penghargaan Koperasi Berprestasi 2021 ini juga terus melakukan ekspansi.

“Sebenarnya KSP Dana Mapan tidak melakukan hal-hal yang luar biasa. Hanya kita melakukan dengan banyak pertimbangan. Pertama, sejak kita berdiri kita memilih sektor usaha yang akan dibiayai yaitu emas. Kami memilih jenis kredit dengan jaminan emas. Latar belakangnya, karena emas barang yang sangat likuid. Saya yakin di seluruh rumah tangga, sekecil apa pun, pasti memiliki emas. Kenapa mereka memiliki itu? Karena emas juga sarana investasi. Emas bisa dijadikan cash sebagai tambahan modal dan bisa dijadikan uang kapan saja,” katanya.

Montolalu juga mengatakan, KSP Dana Mapan memfokuskan pasar ke UMKM.

Most Read

Artikel Terbaru

/