30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Desember, Pelanggan Tokopedia Cs Dikenakan PPN

MANADOPOST.ID–Selasa (17/11) kemarin, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali menunjuk 10 perusahaan yang memenuhi kriteria pemungutan pajak pertambahan nilai (PPM) atas barang dan jasa digital yang dijual di Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJP Suluttenggomalut Tri Bowo menyebutkan, aturan tersebut akan mulai berlaku awal Desember mendatang.

” Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN,” sebutnya mengutip siaran pers SP-28/2020, kemarin.

Dia menekankan,  DJP terus mengidentifikasi dan aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia untuk melakukan sosialisasi dan mengetahui kesiapan mereka sehingga diharapkan dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN produk digital akan terus bertambah.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Jumlah total yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN hingga hari ini berjumlah 46 badan usaha,” katanya.

Lanjutnya, khusus untuk marketplace yang merupakan Wajib Pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut,” maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut,” tutupnya. (ayu)

10 Perusahaan Yang Memenuhi Kriteria Pemungut PPN Atas Barang dan Jasa Digital Yang Dijual:

  • Cleverbridge AG Corporation
  • Hewlett-Packard Enterprise USA
  • Softlayer Dutch Holdings B.V. (IBM)
  • PT Bukalapak.com
  • PT Ecart Webportal Indonesia (Lazada)
  • PT Fashion Eservices Indonesia (Zalora)
  •  PT Tokopedia
  • PT Global Digital Niaga (Blibli.com) · Valve Corporation (Steam)
  • beIN Sports Asia Pte Limited
  • Valve Corporation (Steam)

Sumber: DJP Sulutgomalut, Selasa (17/11), 2020.

MANADOPOST.ID–Selasa (17/11) kemarin, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali menunjuk 10 perusahaan yang memenuhi kriteria pemungutan pajak pertambahan nilai (PPM) atas barang dan jasa digital yang dijual di Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJP Suluttenggomalut Tri Bowo menyebutkan, aturan tersebut akan mulai berlaku awal Desember mendatang.

” Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN,” sebutnya mengutip siaran pers SP-28/2020, kemarin.

Dia menekankan,  DJP terus mengidentifikasi dan aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia untuk melakukan sosialisasi dan mengetahui kesiapan mereka sehingga diharapkan dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN produk digital akan terus bertambah.

“Jumlah total yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN hingga hari ini berjumlah 46 badan usaha,” katanya.

Lanjutnya, khusus untuk marketplace yang merupakan Wajib Pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut,” maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut,” tutupnya. (ayu)

10 Perusahaan Yang Memenuhi Kriteria Pemungut PPN Atas Barang dan Jasa Digital Yang Dijual:

  • Cleverbridge AG Corporation
  • Hewlett-Packard Enterprise USA
  • Softlayer Dutch Holdings B.V. (IBM)
  • PT Bukalapak.com
  • PT Ecart Webportal Indonesia (Lazada)
  • PT Fashion Eservices Indonesia (Zalora)
  •  PT Tokopedia
  • PT Global Digital Niaga (Blibli.com) · Valve Corporation (Steam)
  • beIN Sports Asia Pte Limited
  • Valve Corporation (Steam)

Sumber: DJP Sulutgomalut, Selasa (17/11), 2020.

Most Read

Artikel Terbaru

/