alexametrics
26.4 C
Manado
Rabu, 8 Desember 2021
spot_img

Realisasi KUR Melalui SIKP masih di Bawah Target

MANADOPOST.ID– Hingga 13 April lalu, realisasi penyaluran Kredir Usaha Rakyat (KUR) yang diinput pemerintah melalui aplikasi sistem informasi kredit program (SIKP) di Sulut baru diangka Rp376, 9 juta pada 10.275 debitur. Realisasi tersebut masih minim dari target yang ditetapkan pemerintah.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulut Ratih Kusumawardani. “Itu dari 5 skema KUR yang ada. Ini perlu diingat merupakan upaya pemerintah membantu pelaku usaha untuk bertahan ditengah pandemi, data kami menunjukkan ada sekitar 18 persen yang terpaksa gulung tikar, 12 persen lainnya harus menghentikan sementara usahanya,” timpanya.

Dia menyebutkan, sampai saat ini, masih ada empat kabupaten kota yang belum sama sekali menginput, diantaranya Kotamobagu, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan Minahasa Selatan, bahkan ada 7 kabupaten dan kota lainnya yang debitur potensialnya masih berada dibawah sepuluh.

Kata dia, untuk menggenjot ini maka kepala KPPN akan berkoordinasi dengan masing-masing pemda, karena kebangkitan ekonomi banyak ditopang oleh sektor UMKM.

Sementara Kepala Dinas koperasi dan UMKM Provinsi Sulut Ronald Sorongan mengatakan, pemahaman terhadap aplikasi SIKP memang belum terlalu dipahami. “Sehingga realisasi KUR juga tidak berjalan dengan baik. Akhirnya terkesan kami dan perbankan jalan sendiri,” ucapnya.

Dia menekankan, kerjasama dengan Ditjen Perbendaharaan penting untuk sinergitas kita bersama dalam menyalurkan program KUR yang disiapkan pemerintah. “Untuk itu kami imbau teman-teman dinas, segera didata semua pelaku usaha potensial dan operator SIKP harus juga dipastikan petugasnya, sehingga bisa mensupport langsung pemulihan ekonomi nasional di Sulut,” tekannya.

Sorongan mengimbau, petugas SIKP harus dimaksimalkan, jangan dulu dimutasikan biar data SIKP bisa berjalan dengan baik dan terjamin.

“Silahkan di data dan langsung dikirim ke Ditjen Perbendaharaan dan perbankan. Input langsung datanya ke SIKP,” ajaknya.
Dia pun menantang penyalur agar di setiap kabupaten dan kota untuk membentuk 1 pilot project penyaluran KUR dan UMi.

“Nanti diatur untuk kita launching bersama. Sehingga roda ekonomi bisa bergerak dengan baik,” sebutnya.

Dia mengajak penyalur KUR baik perbankan dan lembaga keuangan non bank untuk melakukan ekspansi ke pelaku usaha yang lain.

“Saya jamin di setiap kabupaten dan kota pasti ada pelaku usaha orang yang baik dan siap mengembalikan pinjaman,” tandasnya. (Asyer/Ayurahmi)

spot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru