alexametrics
25.4 C
Manado
Rabu, 25 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sulut Eskpor 540 Batang Tanaman Hias ke 5 Negara

MANADOPOST.ID–Sulawesi Utara (Sulut) punya potensi eskpor baru. Yakni tanaman hias. Berdasarkan data dari Karantina Pertanian Manado, selama empat bulan terakhir,  total ada 540 batang tanaman hias yang di ekspor ke Amerika Serikat, Hongkong, Thailand, Vietnam dan Singapura dengan total nilai ekonomi mencapai Rp185,2 juta.

Donni Muksydayan selaku Kepala Karantina Manado, menekankan di tengah sulitnya kondisi ekonomi di masa pandemi Covid 19 ini Donni menambahkan bahwa ekspor bunga dan tanaman hias ini menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat Sulut dalam mendulang rupiah.

“Melalui pemeriksaan karantina in-line inspection, kami membantu para petani Sulut dalam memberikan jaminan  tanaman hias yang diekspor dalam kondisi sehat dan telah memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor,” ungkapnya.

Lanjutnya, awal tahun ini pun, pihaknya  telah memfasilitasi 8 kali sertifikasi ekspor tanaman hias tujuan yaitu Amerika Serikat dan Thailand.

“Totalnya 157 batang tanaman hias dengan jenis bunga Alocasia, Pilodenron, Florida ghost mint, dan melano dengan total nilainya mencapai  Rp.60 juta,” tambah Donni.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan sejalan dengan arah program Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam meningkatkan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian dalam tiga tahun ke depan, maka seluruh jajaran kementerian Pertanian diseluruh Indonesia bersama sama pemerintah daerah diminta untuk terus melakukan pendampingan, memfasilitasi dan menggali ragam komoditas yang dapat menjadi komoditas ekspor baru.

“Tahun ini (2021 –red) Karantina Pertanian Manado bersama Pemerintah Daerah Tomohon menargetkan bunga Krisan Tomohon juga dapat masuk pasar Jepang. Sudah ada permintaan 10.000 stek bunga krisan dari Jepang,” paparnnya.

Secara produksi, menurutnya, umumnya petani krisan Tomohon dapat menghasilkan 200 ribu pohon perbulannya sehingga tidak akan ada masalah untuk memenuhi permintaan jumlah volume.

“Sekarang kami masih menunggu persyaratan khusus apa yang dipersyaratkan oleh Jepang agar Krisan Tomohon dapat masuk ke pasar Jepang. Karantina Pertanian Manado akan senantiasa mengawal dan mendampingi para petani tanaman hias Tomohon agar cita-cita ini dapat segera terealisasi,” tutupnya. (ayu)

MANADOPOST.ID–Sulawesi Utara (Sulut) punya potensi eskpor baru. Yakni tanaman hias. Berdasarkan data dari Karantina Pertanian Manado, selama empat bulan terakhir,  total ada 540 batang tanaman hias yang di ekspor ke Amerika Serikat, Hongkong, Thailand, Vietnam dan Singapura dengan total nilai ekonomi mencapai Rp185,2 juta.

Donni Muksydayan selaku Kepala Karantina Manado, menekankan di tengah sulitnya kondisi ekonomi di masa pandemi Covid 19 ini Donni menambahkan bahwa ekspor bunga dan tanaman hias ini menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat Sulut dalam mendulang rupiah.

“Melalui pemeriksaan karantina in-line inspection, kami membantu para petani Sulut dalam memberikan jaminan  tanaman hias yang diekspor dalam kondisi sehat dan telah memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor,” ungkapnya.

Lanjutnya, awal tahun ini pun, pihaknya  telah memfasilitasi 8 kali sertifikasi ekspor tanaman hias tujuan yaitu Amerika Serikat dan Thailand.

“Totalnya 157 batang tanaman hias dengan jenis bunga Alocasia, Pilodenron, Florida ghost mint, dan melano dengan total nilainya mencapai  Rp.60 juta,” tambah Donni.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan sejalan dengan arah program Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam meningkatkan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian dalam tiga tahun ke depan, maka seluruh jajaran kementerian Pertanian diseluruh Indonesia bersama sama pemerintah daerah diminta untuk terus melakukan pendampingan, memfasilitasi dan menggali ragam komoditas yang dapat menjadi komoditas ekspor baru.

“Tahun ini (2021 –red) Karantina Pertanian Manado bersama Pemerintah Daerah Tomohon menargetkan bunga Krisan Tomohon juga dapat masuk pasar Jepang. Sudah ada permintaan 10.000 stek bunga krisan dari Jepang,” paparnnya.

Secara produksi, menurutnya, umumnya petani krisan Tomohon dapat menghasilkan 200 ribu pohon perbulannya sehingga tidak akan ada masalah untuk memenuhi permintaan jumlah volume.

“Sekarang kami masih menunggu persyaratan khusus apa yang dipersyaratkan oleh Jepang agar Krisan Tomohon dapat masuk ke pasar Jepang. Karantina Pertanian Manado akan senantiasa mengawal dan mendampingi para petani tanaman hias Tomohon agar cita-cita ini dapat segera terealisasi,” tutupnya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/