24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

4.800 Warga Sulut Ikut Program Vaksinasi Massal Tahap Dua OJK

MANADOPOST.ID—Melanjutkan kesuksesan vaksinasi massal tahap satu pada Juni lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut kembali menggelar vaksinasi massal tahap kedua di tiga daerah besar. Dimulai dari Kota Manado pada 12 Agustus, Kota Kotamobagu 13 Agustus dan Kabupaten Minut, 20 Agustus lalu.

Vaksinasi massal tahap dua ini menyasar 4.800 orang. Dengan rincian Manado 1.000 dosis, Minut 2.400 dosis, dan Kotamobagu 1.500 dosis.

Kepala OJK Sulutgomalut Darwisman menyebutkan, vaksinasi tahap dua ini targetnya mengalami peningkatan dibanding tahap satu yang hanya
4.143 yang digelar bersama 4 Bank dengan Koordinator BNI Kanwil XI dan peserta Bank Mandiri, BCA dan CIMB Niaga
” Nanti ada juga vaksinasi tahap tiga dengan target 6.180 orang,” kata Darwisman.

Dia menuturkan, pihak perbankan pun diberikan target untuk melakukan vaksinasi massal. Antara lain Bank BRI Kanwil Manado dengan target 10.000 nasabah. Hal tersebut sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo kepada pelaku usaha jasa keuangan agar bisa menjadi sentra atau hub vaksinasi yang
tersebar di seluruh Indonesia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“OJK terus mendorong partisipasi aktif dari industri jasa keuangan dalam mempercepat vaksinasi Covid-19. Karena dengan vaksinasi ini, kita harapkan bisnis industri jasa keuangan menjadi lebih kuat dan semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi massal sektor jasa keuangan ini kata Darwisman merupakan tindak lanjut atas arahan dan permintaan Presiden Jokowi. OJK mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi, khususnya kepada pelaku di sektor jasa keuangan.

“Vaskinasi pertama sudah dilakukan kepada 480.000 orang. Selanjutnya berdasarkan identifikasi kebutuhan, maka menjadi 1,6 juta orang,” ucapnya.

Kegiatan Vaksinasi massal OJK ini pun mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Gubernur Sulut Olly Dondokambey menuturkan terima kasihnya pada OJK yang sudah membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.
“Tentunya kami sangat berterima kasih. Memang dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk mencegah Covid-19. Karena ini adalah tanggung jawab bersama. Apa yang dilakukan OJK adalah langkah yang baik, semoga orang yang belum divaksin bisa ikut vaksin massal OJK, ” tekannya.

Senada disampaikan Bupati Minut Joune Ganda. Dia berterima kasih kepada OJK dan BI yang telah berinisiasi untuk mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat Minut.

Dia memastikan, akan menerima dan memfasilitasi jika ada program vaksinasi selanjutnya dari OJK dan BI.

“Terima kasih atas semua bantuannya.
Saya mewakili semua masyarakat Minut sangat senang karena, ada banyak masyarakat yang akhirnya bisa vaksin.. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk membebaskan daerah kita dari Covid-19,” tutupnya.

Diketahui, vaksinasi massal ini merupakan tindak lanjut atas arahan dan permintaan Presiden Jokowi. OJK mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi, khususnya kepada pelaku di sektor jasa keuangan. Vaskinasi pertama sudah dilakukan kepada 480.000 orang yang nantinya akan menyasar 10 juta orang sampai akhir tahun nanti.
(*)

 

MANADOPOST.ID—Melanjutkan kesuksesan vaksinasi massal tahap satu pada Juni lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut kembali menggelar vaksinasi massal tahap kedua di tiga daerah besar. Dimulai dari Kota Manado pada 12 Agustus, Kota Kotamobagu 13 Agustus dan Kabupaten Minut, 20 Agustus lalu.

Vaksinasi massal tahap dua ini menyasar 4.800 orang. Dengan rincian Manado 1.000 dosis, Minut 2.400 dosis, dan Kotamobagu 1.500 dosis.

Kepala OJK Sulutgomalut Darwisman menyebutkan, vaksinasi tahap dua ini targetnya mengalami peningkatan dibanding tahap satu yang hanya
4.143 yang digelar bersama 4 Bank dengan Koordinator BNI Kanwil XI dan peserta Bank Mandiri, BCA dan CIMB Niaga
” Nanti ada juga vaksinasi tahap tiga dengan target 6.180 orang,” kata Darwisman.

Dia menuturkan, pihak perbankan pun diberikan target untuk melakukan vaksinasi massal. Antara lain Bank BRI Kanwil Manado dengan target 10.000 nasabah. Hal tersebut sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo kepada pelaku usaha jasa keuangan agar bisa menjadi sentra atau hub vaksinasi yang
tersebar di seluruh Indonesia.

“OJK terus mendorong partisipasi aktif dari industri jasa keuangan dalam mempercepat vaksinasi Covid-19. Karena dengan vaksinasi ini, kita harapkan bisnis industri jasa keuangan menjadi lebih kuat dan semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi massal sektor jasa keuangan ini kata Darwisman merupakan tindak lanjut atas arahan dan permintaan Presiden Jokowi. OJK mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi, khususnya kepada pelaku di sektor jasa keuangan.

“Vaskinasi pertama sudah dilakukan kepada 480.000 orang. Selanjutnya berdasarkan identifikasi kebutuhan, maka menjadi 1,6 juta orang,” ucapnya.

Kegiatan Vaksinasi massal OJK ini pun mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Gubernur Sulut Olly Dondokambey menuturkan terima kasihnya pada OJK yang sudah membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.
“Tentunya kami sangat berterima kasih. Memang dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk mencegah Covid-19. Karena ini adalah tanggung jawab bersama. Apa yang dilakukan OJK adalah langkah yang baik, semoga orang yang belum divaksin bisa ikut vaksin massal OJK, ” tekannya.

Senada disampaikan Bupati Minut Joune Ganda. Dia berterima kasih kepada OJK dan BI yang telah berinisiasi untuk mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat Minut.

Dia memastikan, akan menerima dan memfasilitasi jika ada program vaksinasi selanjutnya dari OJK dan BI.

“Terima kasih atas semua bantuannya.
Saya mewakili semua masyarakat Minut sangat senang karena, ada banyak masyarakat yang akhirnya bisa vaksin.. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk membebaskan daerah kita dari Covid-19,” tutupnya.

Diketahui, vaksinasi massal ini merupakan tindak lanjut atas arahan dan permintaan Presiden Jokowi. OJK mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi, khususnya kepada pelaku di sektor jasa keuangan. Vaskinasi pertama sudah dilakukan kepada 480.000 orang yang nantinya akan menyasar 10 juta orang sampai akhir tahun nanti.
(*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/