24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Bertambah 7.266 Orang, Warga Sulut Doyan Main Saham

MANADOPOST.ID—- Bursa Efek Indonesia (BEI) KP Sulut hingga Juni (YtD) berhasil bukukan 7.266 investor baru (SID) se SulutGo terdiri dari 5.882 SID Sulut dan 1.384 dari Gorontalo.

“Ini dari target yang ditetapkan bagi kami yaitu 7.067 investor di tahun 2021. Telah terbuka 7.266 investor baru SID sah. Artinya mencapai 103 persen per juni,” ungkap Kepala Kantor BEI Sulut Mario Iroth.

Dia membeber hingga Juni, total investor saham khusus di Sulut mencapai 20.781 SID.

“Secara year on year (YoY) Sulut bertumbuh 70 persen atau total 8.580 SID baru,” bebernya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kata dia, hal ini cukup luar biasa. Bahwa ditengah pandemi hampir seluruh target yang diberikan sudah tercapai.
“Biasanya target tercapai di kuartal keempat. Ini akhir kuartal ke tiga sudah tercapai,” bebernya.

Lanjutnya, peningkatan investor di tengah pandemi ini salah satunya terjadi karena penerapan PSBB yang kemudian saat ini dilanjutkan dengan PPKM oleh pemerintah.
“Pada masa ini, masyarakat kan cenderung lebih banyak berada dirumah. Nah pada masa ini ada sentimen positif yang datang dari teknologi dan mineral khususnya aneka tambang,” terangnya.

Menurutnya, Ini yang kemudian didengungkan investor di sosmed dan menjadi sangat viral.
“Waktu itu harganya 500 rupiah saja. Akhirnya kemudian banyak sekali yang tertarik,” ucapnya.

Dia menambahkan perbankan syariah mendorong pertumbuhan investor ditahun yang lalu. Dorongan hasil dari investor ini yang akhirnya banyak yang ikut. “Pekerjaan rumah kami saat ini tinggal literasi,” imbuhnya.

Dia menerangkan untuk investor saham di Sulut kebanyakan merupakan investor milenial yang aktif melakukan trading. “Saham nya perbankan syariah dan antam dihajar tahun lalu,” jelasnya.

Sementara untuk tahun ini, lanjutnya, saham dari MNC Grup dan perbankan digital kemudian mulai disasar.

“Sentimen perbankan digital, ini yang diburu investor ritel dan milenial saat ini.
Khusus Sulut ada faktor lainnya juga yang mendorong, antara lain MSM yang go public. Karyawannya juga banyak yang kemudian didorong untuk jadi investor,” tandasnya.

Diketahui kegiatan tersebut turut diikuti Kepala Unit Pemasaran Layanan Jasa KSEI, Ruth Yendra Indriatmi.

(*)

MANADOPOST.ID—- Bursa Efek Indonesia (BEI) KP Sulut hingga Juni (YtD) berhasil bukukan 7.266 investor baru (SID) se SulutGo terdiri dari 5.882 SID Sulut dan 1.384 dari Gorontalo.

“Ini dari target yang ditetapkan bagi kami yaitu 7.067 investor di tahun 2021. Telah terbuka 7.266 investor baru SID sah. Artinya mencapai 103 persen per juni,” ungkap Kepala Kantor BEI Sulut Mario Iroth.

Dia membeber hingga Juni, total investor saham khusus di Sulut mencapai 20.781 SID.

“Secara year on year (YoY) Sulut bertumbuh 70 persen atau total 8.580 SID baru,” bebernya.

Kata dia, hal ini cukup luar biasa. Bahwa ditengah pandemi hampir seluruh target yang diberikan sudah tercapai.
“Biasanya target tercapai di kuartal keempat. Ini akhir kuartal ke tiga sudah tercapai,” bebernya.

Lanjutnya, peningkatan investor di tengah pandemi ini salah satunya terjadi karena penerapan PSBB yang kemudian saat ini dilanjutkan dengan PPKM oleh pemerintah.
“Pada masa ini, masyarakat kan cenderung lebih banyak berada dirumah. Nah pada masa ini ada sentimen positif yang datang dari teknologi dan mineral khususnya aneka tambang,” terangnya.

Menurutnya, Ini yang kemudian didengungkan investor di sosmed dan menjadi sangat viral.
“Waktu itu harganya 500 rupiah saja. Akhirnya kemudian banyak sekali yang tertarik,” ucapnya.

Dia menambahkan perbankan syariah mendorong pertumbuhan investor ditahun yang lalu. Dorongan hasil dari investor ini yang akhirnya banyak yang ikut. “Pekerjaan rumah kami saat ini tinggal literasi,” imbuhnya.

Dia menerangkan untuk investor saham di Sulut kebanyakan merupakan investor milenial yang aktif melakukan trading. “Saham nya perbankan syariah dan antam dihajar tahun lalu,” jelasnya.

Sementara untuk tahun ini, lanjutnya, saham dari MNC Grup dan perbankan digital kemudian mulai disasar.

“Sentimen perbankan digital, ini yang diburu investor ritel dan milenial saat ini.
Khusus Sulut ada faktor lainnya juga yang mendorong, antara lain MSM yang go public. Karyawannya juga banyak yang kemudian didorong untuk jadi investor,” tandasnya.

Diketahui kegiatan tersebut turut diikuti Kepala Unit Pemasaran Layanan Jasa KSEI, Ruth Yendra Indriatmi.

(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/