23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Gait Konsumen Muda, BML Kembangkan Strategi Pemasaran ke Platform Digital

MANADOPOST.ID–PT Bangun Minanga Lestari (BML) terus melakukan inovasi di berbagai aspek. Salah satunya dalam hal pemasaran. Beberapa bulan belakangan, manajemen mengambil langkah untuk mengembangkan strategi ke ranah digital, seperti penggunaan media sosial.

Direktur Bisnis PT Bangun Minanga Lestari, Claudia Nicolaas mengatakan penyesuaian dalam menerapkan strategi pemasaran perlu dilakukan terus-menerus mengikuti perkembangan yang ada agar tidak tertinggal.

“Mempelajari kebiasaan konsumen dari hari ke hari itu penting. Nanti kita lakukan penyesuaian dengan perubahan yang ada, supaya strategi pemasaran kita tidak
ketinggalan zaman,” jelas Claudia, Jumat (4/11).

Melihat realita yang ada, kini generasi muda dari kalangan Milenial dan Z tengah mendominasi pasar mengingat kedua generasi ini berada di usia produktif. Bahkan beberapa sudah memiliki pekerjaan dan kesadaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Rumah Subsidi VS Komersial, Kenali Apa Saja Perbedaannya
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dari fenomena yang ada, Claudia menjelaskan perusahaan perlu ambil langkah dalam strategi pemasaran agar konsumen muda ini bisa dijangkau.

“Yang kita sebut generasi Milenial dan Z ini adalah pasar yang perlu kita hadapi saat ini. Mereka punya kebutuhan dan perilaku yang berbeda dengan generasi sebelumnya, jadi kita pun harus sediakan apa yang dibutuhkan,” tambah Direktur Bisnis.

Disebutkan dari total penjualan yang diperoleh PT Bangun Minanga Lestari, lebih dari 50 persen konsumen diperoleh dari interaksi media sosial. Mengingat generasi Milenial dan Z banyak menghabiskan waktu di platform tersebut, mengembangkan strategi pemasaran di media sosial pun dinilai efektif untuk dilakukan.

“Sekarang generasi muda banyak menggunakan media sosial, kenapa kita tidak ke sana juga? Jadinya lebih efektif dan jangkauan juga lebih banyak, di sisi lain mereka lebih
gampang kalau mau tanya-tanya tidak harus ke kantor pemasaran dulu,” jelasnya.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Surplus Neraca Perdagangan Cetak Rekor Tertinggi

Berdasarkan publikasi Datareportal, jumlah pengguna media sosial Indonesia per Januari 2022 mencapai 191,4 juta pengguna atau 68,9 persen dari total populasi.

Data tersebut menunjukkan terdapat peningkatan sebesar 12,6 persen dari tahun sebelumnya atau setara 21 juta pengguna. Dengan banyaknya pengguna media sosial, mengembangkan strategi pemasaran ke platform digital akan sangat membantu penjualan di era sekarang ini.(ler/acl)

MANADOPOST.ID–PT Bangun Minanga Lestari (BML) terus melakukan inovasi di berbagai aspek. Salah satunya dalam hal pemasaran. Beberapa bulan belakangan, manajemen mengambil langkah untuk mengembangkan strategi ke ranah digital, seperti penggunaan media sosial.

Direktur Bisnis PT Bangun Minanga Lestari, Claudia Nicolaas mengatakan penyesuaian dalam menerapkan strategi pemasaran perlu dilakukan terus-menerus mengikuti perkembangan yang ada agar tidak tertinggal.

“Mempelajari kebiasaan konsumen dari hari ke hari itu penting. Nanti kita lakukan penyesuaian dengan perubahan yang ada, supaya strategi pemasaran kita tidak
ketinggalan zaman,” jelas Claudia, Jumat (4/11).

Melihat realita yang ada, kini generasi muda dari kalangan Milenial dan Z tengah mendominasi pasar mengingat kedua generasi ini berada di usia produktif. Bahkan beberapa sudah memiliki pekerjaan dan kesadaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Bangun Minanga Lestari Kembangkan Pusat Keramaian Baru di Kota Tomohon

Dari fenomena yang ada, Claudia menjelaskan perusahaan perlu ambil langkah dalam strategi pemasaran agar konsumen muda ini bisa dijangkau.

“Yang kita sebut generasi Milenial dan Z ini adalah pasar yang perlu kita hadapi saat ini. Mereka punya kebutuhan dan perilaku yang berbeda dengan generasi sebelumnya, jadi kita pun harus sediakan apa yang dibutuhkan,” tambah Direktur Bisnis.

Disebutkan dari total penjualan yang diperoleh PT Bangun Minanga Lestari, lebih dari 50 persen konsumen diperoleh dari interaksi media sosial. Mengingat generasi Milenial dan Z banyak menghabiskan waktu di platform tersebut, mengembangkan strategi pemasaran di media sosial pun dinilai efektif untuk dilakukan.

“Sekarang generasi muda banyak menggunakan media sosial, kenapa kita tidak ke sana juga? Jadinya lebih efektif dan jangkauan juga lebih banyak, di sisi lain mereka lebih
gampang kalau mau tanya-tanya tidak harus ke kantor pemasaran dulu,” jelasnya.

Baca Juga:  BML Luncurkan Promo Gratis Angsuran Khusus 3 Tipe Rumah

Berdasarkan publikasi Datareportal, jumlah pengguna media sosial Indonesia per Januari 2022 mencapai 191,4 juta pengguna atau 68,9 persen dari total populasi.

Data tersebut menunjukkan terdapat peningkatan sebesar 12,6 persen dari tahun sebelumnya atau setara 21 juta pengguna. Dengan banyaknya pengguna media sosial, mengembangkan strategi pemasaran ke platform digital akan sangat membantu penjualan di era sekarang ini.(ler/acl)

Most Read

Artikel Terbaru

/