23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

Pansus DPRD Minta Penjelasan Manfaat dan Tujuan Ranperda Pendidikan Sulut

MANADOPOST.ID- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut kembali melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan Provinsi Sulut, Selasa (24/1).

Dalam pembahasan tersebut, Sekretaris Pansus, Careig N Runtu (CNR) kembali mempertanyakan terkait tujuan dan manfaat ranperda tersebut.

“Pada kesempatan ini saya minta agar dijelaskan secara umum tujuan dan manfaat ranperda ini bagi para siswa maupun tenaga pengajar. Supaya juga kita tahu tentang ranperda ini sebelum ditetapkan jadi perda,” kata CNR.

Dirinya mengaku berharap ranperda ini bisa berikan output bagi dunia pendidikan di Sulut.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Makanya sebelumnya saya tanya ke tim ahli penyusun ranperda tentang ini apa manfaat dan tujuan. Supaya bisa menggambarkan isi dalam ranperda itu,” ucapnya.

Baca Juga:  Optimalkan Tugas, KPID Rencanakan Kolaborasi dengan Komisi 1 DPRD Sulut

“Mungkin sudah perna diusulkan diperiode lalu namun belum sempat dibahas. Makanya kami tanya gambaran secara umum yang bisa datangkan secara positif, atau perubahan yang belum diatur dalam konsep ranperda ini,” sambungnya.

Menanggapi pertanyaan itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut yang diwakilkan oleh salah satu staf ahli tim penyusun ranperda tersebut, Profesor Pasandaran menjelaskan mengapa perlu ada Perda Penyelenggaraan Pendidikan di Sulut.

“Pertama, pemenuhan hak konstitusi. Sebab pendidikan adalah hak konstitusi setiap warga negara. Kemudian problem dan tantangan. Karena penduduk besar, disparitas ekonomi, disparitas antar daerah dan kondisi geografis. Hal itu berkaitan dengan ketersediaan, keterjangkauan, merata, adil dan bermutu,” paparnya.

Baca Juga:  Kerahkan 5.907 Agen46, BNI Tetap Buka Layanan di Libur Nataru

Selain itu juga melihat isu strategis pendidikan di Sulut. Seperti pemenuhan SNP, penuntasan wajib belajar 9 tahun, rerata lama sekolah, harapan lama sekolah, daya saing lulusan, penguatan pendidikan karakter, merdeka belajar dan penguatan manajemen.

Rapat tersebut awalnya dipimpin oleh Wakil Ketua Pansus, Amir Liputo dan dilanjutkan oleh Ketua Pansus Vonny Paat. Nampak anggota pansus yang hadir yakni Cindy Wurangian dan Agustin Kambey.

Dari pihak eksekutif yang hadir, Kadis Dikda Sulut, Kepala Biro Hukum dan para staf ahli. (ando)

MANADOPOST.ID- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut kembali melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan Provinsi Sulut, Selasa (24/1).

Dalam pembahasan tersebut, Sekretaris Pansus, Careig N Runtu (CNR) kembali mempertanyakan terkait tujuan dan manfaat ranperda tersebut.

“Pada kesempatan ini saya minta agar dijelaskan secara umum tujuan dan manfaat ranperda ini bagi para siswa maupun tenaga pengajar. Supaya juga kita tahu tentang ranperda ini sebelum ditetapkan jadi perda,” kata CNR.

Dirinya mengaku berharap ranperda ini bisa berikan output bagi dunia pendidikan di Sulut.

“Makanya sebelumnya saya tanya ke tim ahli penyusun ranperda tentang ini apa manfaat dan tujuan. Supaya bisa menggambarkan isi dalam ranperda itu,” ucapnya.

Baca Juga:  Maknai Perjalanan 126 Tahun, BRI Kerahkan Seluruh SDM untuk Bangkitkan UMKM

“Mungkin sudah perna diusulkan diperiode lalu namun belum sempat dibahas. Makanya kami tanya gambaran secara umum yang bisa datangkan secara positif, atau perubahan yang belum diatur dalam konsep ranperda ini,” sambungnya.

Menanggapi pertanyaan itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut yang diwakilkan oleh salah satu staf ahli tim penyusun ranperda tersebut, Profesor Pasandaran menjelaskan mengapa perlu ada Perda Penyelenggaraan Pendidikan di Sulut.

“Pertama, pemenuhan hak konstitusi. Sebab pendidikan adalah hak konstitusi setiap warga negara. Kemudian problem dan tantangan. Karena penduduk besar, disparitas ekonomi, disparitas antar daerah dan kondisi geografis. Hal itu berkaitan dengan ketersediaan, keterjangkauan, merata, adil dan bermutu,” paparnya.

Baca Juga:  Dipimpin Vonny Paat, Komisi I Maraton Evaluasi 8 SKPD

Selain itu juga melihat isu strategis pendidikan di Sulut. Seperti pemenuhan SNP, penuntasan wajib belajar 9 tahun, rerata lama sekolah, harapan lama sekolah, daya saing lulusan, penguatan pendidikan karakter, merdeka belajar dan penguatan manajemen.

Rapat tersebut awalnya dipimpin oleh Wakil Ketua Pansus, Amir Liputo dan dilanjutkan oleh Ketua Pansus Vonny Paat. Nampak anggota pansus yang hadir yakni Cindy Wurangian dan Agustin Kambey.

Dari pihak eksekutif yang hadir, Kadis Dikda Sulut, Kepala Biro Hukum dan para staf ahli. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru