24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Tepung Ikan Jadi Primadona di Pasar E- Commerce

MANADOPOST.ID— Tepung ikan, jadi salah satu produk yang diminati dalam pasar E-Commerce.  Di mana perhari pengiriman bisa mencapai 100 Kilogram (Kg).

Hal ini diungkapkan Ketua DPW asosiasi jasa pengiriman express pos dan logistik Indonesia (Asperindo) Sulut  Barthen Patinggi.

“Utamanya yang paling jagoan, memang makanan. Antaranya, sambal, roa, abon dan ada yang menarik memang,  tepung ikan sangat diminati, permintaannya dan kuantitasnya pun banyak. Minimal 100 kg sekali kirim pernah juga 400 kg,” sebutnya.

Dia melanjutkan, peluang E Commerce luar biasa bagusnya terhadap produk olahan UKM Sulut. “Kami merasakan itu dari peningkatannya, sehingga UKM kami dorong untuk itu, E Commerce ini salah satu kaki pijakan UKM dalam berusaha,” ucapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia menambahkan, minimal ada 5 E Commerce lokal yang biasa digunakan dan dimanfaatkan UKM Sulut. “Sulut biasa main di shopee, tokopedia dan bukalapak dominan memang ada 5 E Commerce yang biasa dimainkan,” terangnya.

Lanjutnya, di Bitung produk ikan Roa sudah masuk E Commerce dan potensi cashless nya sangat baik. “Cashless tinggi kaarena sangat menguntungkan bagi mereka. Sebab didalamnya mereka dapatkan harga khusus,” imbuhnya.

Kata dia, kedepan target berikutnya adalah agar UKM Sulut bisa melakukan ekspor. “Kalau sekarang ada direct call perikanan setiap minggunya. Kami target UKM bisa. Potensinya tinggi. Teman-teman boleh terbantu juga, kami melihat ada geliat untuk itu,” timpanya.

Dia mengatakan hingga kini tujuan utama E Commerce Sulut adalah Jakarta, Surabaya, Balikpapan hingga Denpasar. Terbesar ke Pulau Jawa. “Kami berharap kedepan di 2021 nanti UMKM Sulut bisa menjadi bagian dari peningkatan perekonomian daerah. Selain itu, berani juga menembus pasar internasional. Usaha pastinya harus terus jalan,” ujarnya.

Terpisah pengamat ekonomi Sulut Joy Tulung mengatakan peningkatan jual beli online terjadi karena perusahaan market place seperti tokopedia, shopee, bukalapak dan sebagainya semakin sering memberikan bonus-bonus potongan harga maupun poin.

“Ini yang nantinya menjadi alat pembayaran, hal tersebut kemudian yang memicu keinginan berbelanja pelanggan yang ada, ini pastinya peluang bagi UKM kita,” tandasnya. (ayu)

MANADOPOST.ID— Tepung ikan, jadi salah satu produk yang diminati dalam pasar E-Commerce.  Di mana perhari pengiriman bisa mencapai 100 Kilogram (Kg).

Hal ini diungkapkan Ketua DPW asosiasi jasa pengiriman express pos dan logistik Indonesia (Asperindo) Sulut  Barthen Patinggi.

“Utamanya yang paling jagoan, memang makanan. Antaranya, sambal, roa, abon dan ada yang menarik memang,  tepung ikan sangat diminati, permintaannya dan kuantitasnya pun banyak. Minimal 100 kg sekali kirim pernah juga 400 kg,” sebutnya.

Dia melanjutkan, peluang E Commerce luar biasa bagusnya terhadap produk olahan UKM Sulut. “Kami merasakan itu dari peningkatannya, sehingga UKM kami dorong untuk itu, E Commerce ini salah satu kaki pijakan UKM dalam berusaha,” ucapnya.

Dia menambahkan, minimal ada 5 E Commerce lokal yang biasa digunakan dan dimanfaatkan UKM Sulut. “Sulut biasa main di shopee, tokopedia dan bukalapak dominan memang ada 5 E Commerce yang biasa dimainkan,” terangnya.

Lanjutnya, di Bitung produk ikan Roa sudah masuk E Commerce dan potensi cashless nya sangat baik. “Cashless tinggi kaarena sangat menguntungkan bagi mereka. Sebab didalamnya mereka dapatkan harga khusus,” imbuhnya.

Kata dia, kedepan target berikutnya adalah agar UKM Sulut bisa melakukan ekspor. “Kalau sekarang ada direct call perikanan setiap minggunya. Kami target UKM bisa. Potensinya tinggi. Teman-teman boleh terbantu juga, kami melihat ada geliat untuk itu,” timpanya.

Dia mengatakan hingga kini tujuan utama E Commerce Sulut adalah Jakarta, Surabaya, Balikpapan hingga Denpasar. Terbesar ke Pulau Jawa. “Kami berharap kedepan di 2021 nanti UMKM Sulut bisa menjadi bagian dari peningkatan perekonomian daerah. Selain itu, berani juga menembus pasar internasional. Usaha pastinya harus terus jalan,” ujarnya.

Terpisah pengamat ekonomi Sulut Joy Tulung mengatakan peningkatan jual beli online terjadi karena perusahaan market place seperti tokopedia, shopee, bukalapak dan sebagainya semakin sering memberikan bonus-bonus potongan harga maupun poin.

“Ini yang nantinya menjadi alat pembayaran, hal tersebut kemudian yang memicu keinginan berbelanja pelanggan yang ada, ini pastinya peluang bagi UKM kita,” tandasnya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/